Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Janganlah memilih untuk menarik kenikmatan2 dan menolak setiap musibah. Jika memang kenikmatan itu telah menjadi milikmu, engkau pasti akan berusaha menariknya atau menghindarinya. Begitu juga dengan musibah, musibah itu merupakan suatu keadaan yg dapat menimpamu, yg jika telah menjadi bagianmu, maka ia akan menuntunmu, baik ketika engkau menghendakinya atau engkau berusaha untuk menghilangkannya dengan berdoa, bersabar atau menguatkan diri pada apa yg menjadi kerelaan dan keridhaan Allah.
Showing posts with label Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Show all posts
Showing posts with label Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani. Show all posts
Wednesday, July 20, 2016
Thursday, July 14, 2016
KISAH WAFATNYA SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Selain mewarisi banyak karya tulisan, Syekh Abdul Qadir meninggalkan beberapa buah nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syekh didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan. “Berilah aku wasiat, wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepergian ayah nanti?” tanya putra sulungnya, Abdul Wahab. “Engkau harus senantiasa bertaqwa kepada Allah. Jangan takut kepada siapapun, kecuali Allah. Setiap kebutuhan mintalah kepada-Nya. Jangan berpegang selain kepada tali-Nya. Carilah segalanya dari Allah,” jawab sang ayah.
KARAMAH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI: 25 TAHUN MENDIAMI PADANG PASIR
Syaikh Abu Suud al-Harimi meriwayatkan bahwa beliau pernah mendengar Syeh Abdul Qodir berkata, “Selama 25 tahun aku mendiami padang pasir Iraq, tidak pernah bertemu dg orang dan ditemukan orang. Pada masa itu, sekelompok jin dan rijal ghaib datang kepadaku dan aku mengajarkan jalan menuju Allah kepada mereka. Nabi Khidir as menemaniku pd saat aku tiba di Iraq untuk pertama kali walaupun aku tidak pernah berjumpa dengan beliau sebelumnya. Beliau mengajukan syarat kepadaku untuk tidak membantahnya dan berkata kepadaku, “Duduk disini”. Aku pun duduk di tempat itu selama tiga tahun dan setiap tahun beliau mendatangiku dan berkata, “Tetap di tempatmu sampai aku datang”.
KARAMAH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI: GODAAN IBLIS
Syaikh Utsman Shairafi meriwayatkan bahwa Syaikh Abdul Qodir bercerita, “Siang maupun malam aku tinggal di padang pasir, bukan di baghdad. Sepanjang masa itu, para setan mendatangiku berbaris dg rupa yang menakutkan, menyandang senjata dan melontari aku dg api. Namun, saat itu pula aku mendapatkan keteguhan dalam hati yang tak dapat aku ceritakan dan aku mendengar suara dari dalam hatiku yang berkata, “Bangkit Abdul Qodir, telah Kami teguhkan engkau dan Kami dukung engkau” dan ketika aku bangkit mereka pun kocar-kacir, kembali ke tempat mereka semula.
KARAMAH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI: MELIHAT MALAIKAT
Pada saat beliau berumur 10 tahun sudah bisa melihat malaikat, Saat ada yang bertanya kepada beliau, “Kapan engkau mengetahui bahwa dirimu adalah wali ALLAH?” Syaikh Abdul Qodir Jailani menjawab, “Aku berusia 10 tahun ketika melihat para malaikat berjalan disampingku saat aku berangkat ke sekolah. Dan setibanya disana, para malaikat tersebut berkata, “Berikan jalan bagi wali ALLAH’ sampai aku duduk.
KAROMAH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI: PEROMPAK JADI TAUBAT
Abdul Qodir jailani Syaikh Muhammad bin Qaid al-Awani meriwayatkan : Pada suatu hari beliau bertanya kepada sang syaikh, “Apa yang membuatmu dapat meraih derajad ini?” Beliau menjawab, “Kejujuran, tidak pernah sekalipun aku berbohong bahkan ketika aku masih menuntut ilmu”. Syeh Abdul Qodir jailaniKemudian syaikh Abdul Qodir melanjutkan, “Ketika tiba hari arafah saat aku keil, aku pergi kesekitar baghdad dan menggembala sapi.
Sunday, July 10, 2016
ALLAH: “LAYANILAH ORANG YANG MELAYANIKU”
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Kasihanilah dan sayangilah dirimu! Gunakan segala saran dan prasarana yang telah diberikan-Nya kepadamu untuk mentaati Mawla, Junjunganmu, berupa akal, iman, makrifat, dan ilmu sebagai penerangan di tengah gelap-gulita takdir-takdirmu. Pegang teguhlah perintah dan larangan Allah, dan berjalanlah dengan keduanya di jalan Rabbmu. Serahkan segala sesuatu selain keduanya (perintah dan larangan) pada Zat yang menciptakan dan mewujudkanmu dari ketiadaan. Jangan sekali-kali engkau mengingkari Zat yang telah menciptakanmu dari debu dan memeliharamu, lalu dari setetes mani dijadikan-Nya engkau seorang manusia sempurna. Janganlah menghendaki yang bukan perintah-Nya, dan jangan benci selain larangan-Nya. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Fathu ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani).
Tuesday, June 14, 2016
12 GOLONGAN AHLI TASAWWUF
Ilmu tasawuf bisa dianggap sebagai ilmu menata batin. Kalau ilmu fikih mengajarkan syariat atau aturan-aturan secara lahiriah, maka ilmu tasawuf ada untuk menyempurnakannya. Karena ibadah lahiriah kita tidak akan sempurna atau bahkan sia-sia jika hati atau batin kita tidak mendukung kebaikan lahiriah kita. Tentu saja, kita juga harus hati-hati dalam mempelajari ilmu tasawuf karena tidak semua golongan ahli tasawuf mengikuti sunnah Rasulullah s.a.w dan menurut Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam salah satu kitabnya yg berjudul Sirrul Asrar, golongan ahli tasawuf ada 12.
Saturday, June 4, 2016
MAJLIS SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Abu al-Hasan al-Nadwi menuturkan mengenai Syeikh Abdul Qadir al-Jilani QS dan majlisnya sebagai berikut: “Syeikh Abdul Qadir itu memiliki jiwa yang jernih dan cita-cita kuat yang berpengaruh pada orang lain. Ia sangat zuhud dan qanaah. Ia juga sangat jauh dari syahwat. Di majlisnya bertumpuk keimanan menguat. Orang yang ragu pun mendapati ketenangan dan penyegaran. Orang yang terluka hati juga bisa mendapati kenyamanan dan kehangatan. Para pengkaji ilmu pun mendapati apa yang dicari: pengetahuan yang mendalam dan simpul ilmu yang jarang dibahas orang.
Tuesday, May 31, 2016
SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI, PERINTAH DAKWAH
Al-Jaba’i berkata bahwa Syaikh Abdul Qodir Jailani juga berkata kepadanya, “Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat, dalam dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada 2 atau 3 orang yang mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku ucapkan kepada orang2.
PENGALAMAN SPIRITUAL SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Syekh Abdul Qodir Jailani, lahir di Jilan pada tahun 470 Hijriyyah. Tahun 478 H pergi dari Jilan ke kota Baghdad untuk belajar Fiqih Islam Madzab Hambaliyyah serta mengikuti jalan para sufi. Pada tahun 521 H Syekh Abdul Qodir Jailani menjadi da’i dan mulai terkenal. Sejak itu pula Syekh Abdul Qodir Jailani berpakaian ulama’ dan tarikatnya mulai meluas ke berbagai kawasan Islam seperti Yemen, Syria, Mesir, kemudian tersebar sampai ke India, Turkey, Africa, Asia, Indonesia dan menjadi tarikat yang besar. Tariqat Qodiriyyah sampai sekarang tetap diikuti berjuta-juta orang di seluruh dunia.
SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Berikut ini merupakan salah satu karomah yang pernah saya dengar dari Guru: Orang yang tercatat atau diakui sebagai murid Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani (selanjutnya disebut Tuan Syekh) adalah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh. Kalau sudah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh adalah jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Tersebutlah di suatu jaman setelah wafatnya Tuan Syekh, ada seorang yang beragama majusi (penyembah api) tetapi anehnya setiap Peringatan Haul (hari kematian) Tuan Syekh, ia selalu ikut berpartisipasi dengan cara menghias rumahnya serta mengundang warga sekitar rumahnya untuk di jamu, singkatnya ia cinta dan hormat kepada Tuan Syekh.
MENGAJAK HATI BERSIKAP TAWADUK
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memberi nasehat: “Tawaduk adalah perasaan rendah hati seseorang ketika melihat orang lain. Seorang yang memiliki sifat ini, ia akan berbisik dalam hatinya, 'Barangkali ia lebih baik dan lebih tinggi daripada aku di sisi Allah.'
Ketika ia melihat orang yang lebih muda ia berujar, 'Dia belum bermaksiat kepada Allah, sementara aku telah bergelimang dosa. Dia lebih baik daripada aku.'
Bila bertemu dengan orang yang lebih tua, ia berkata, 'Inilah hamba Allah yang lebih dahulu hidup di dunia ini.' Bila bertemu dengan orang berilmu, ia berucap, 'Orang ini mendapat anugerah yang tidak kudapat. Dia memperoleh apa yang tidak kuperoleh. Dia berilmu, sementara aku bodoh. Dia pun mengamalkan ilmunya.'
Kemudian, jika ia bertemu dengan orang bodoh, ia berkomentar, 'Dia bermaksiat kepada Allah karena tidak tahu, sedangkan aku bermaksiat padahal aku tahu bahwa itu maksiat. Aku tidak tahu bagaimana hidupku berakhir dan tidak tahu pula bagaimana hidupnya berakhir.' Jika seorang hamba telah seperti itu, dia akan selamat dari siksa Allah”. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Futuh Al-Gayb).
DIALOG SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI DGN ALLAH S.W.T
Dialog batiniah antara syeh Abdul Qodir dengan Allah swt, yang diterima melalui ilham qolbu dan penyingkapan Ruhani (Kasyaf Ma’nawi) yang kami kutib dari Risalah Al Ghautsiyyah. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Sang Penghapus Duka. Shalawat atas manusia terbaik, Nabi Muhammad. Berkatalah sang penolong agung, yang terasing dari selain Allah dan amat intim dengan Allah.
KARAMAH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI: BERTEMU NABI KHIDIR A.S
Taqiyuddin Muhammad al-Waidz al-Lubnani dalam kitabnya Al-Mausum bi Raudhah al-Abrar wa Mahasin al-Akhyar meriwayatkan ketika Syaikh Abdul qodir diusia 18 tahun hendak memasuki kota baghdad, beliau menjumpai Nabi Khidir as berdiri didepan pintu, menghalanginya masuk dan berkata, “Aku tidak memiliki perintah yang memperbolehkanmu memasuki baghdad hingga 7 tahun ke depan”. Syaikh Abdul Qodir akhirnya bermukim ditepian baghdad dan hidup dari sisa-sisa makanan selama 7 tahun.
AJARAN SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Pada kesempatan kali ini akan dipaparkan perkataan Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang tersebar dalam buku-bukunya.Untuk menambah perbendaharaan pengetahuan kita tentang kebatinan Islam (tasawuf). Akan kami mulai dengan biografi dilanjuntukan dengan perkataan beliau di dalam buku “Futuh Al Ghaib”.
Friday, May 27, 2016
TIPS BERSANGKA BAIK OLEH SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
1). Jika engkau bertemu dgn seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik daripadamu, ucapkan dalam hatimu “ mungkin kedudukannya disisi Allah jauh lebih baik dan lebih mulia”.
Sunday, May 1, 2016
WILAYAH (KEWALIAN) SEORANG IBU DAN GHAWTS UL-A’ZHAM
Shaykh Zakaria Bagharib (q.s.). Cerita ini dikisahkan oleh almarhum Syaikh Zakariya bin ‘Umar Bagharib Singapore (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), yang adalah putra dari Syaikh ‘Umar bin Abdullah Bagharib (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), seorang mursyid Tariqah Qadiriyah di Singapore. Syaikh Zakariya Bagharib pernah bercerita bahwa suatu saat di masa hidup Ghawtsul A’zham Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailaniy1) (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), sang Sulthanul Aulia’ tengah berada di lingkungan Masjidil Haram. Saat berada di sana, beliau (Syaikh ‘Abdul Qadir) merasa takjub ketika melihat seorang wanita yang tengah melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah dengan hanya satu kakinya. Melalui firasat beliau, fahamlah Syaikh ‘Abdul Qadir bahwa wanita tersebut bukanlah wanita biasa, melainkan pastilah seorang Wali.
Saturday, April 23, 2016
RAHSIA CINTA SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI
Sudah berapa kali anda belajar tetapi tidak pernah mengamalkan? Lipatelah pustaka ilmu, lalu sibuklah dengan pustaka amal disertai dengan ikhlas, juika tidak, pencarianmu pada ilmu tidak menguntungkan sama sekali. Hanya mencari ilmu saja, berarti anda berdosa pada Allah Swt melalui perbuatan anda. Berarti pula anda melemparkan tirai rasa malumu dari matamuy, hingga orang melihatmu dengan pandangan penuh hina. Anda tersiksa karena hawa nafsumu, gagal karena hawa nafsumu, bergerak karena hawa nafsumu, apalagi anda hancur karena hawa nafsumu. Malulah kepada Allah Azza wa-Jalla dalam seluruh perilakumu dan , dan amalkan ketentuan hukumNya. Bila anda hanya mengamalkan menurut lahiriyahnya hukum belaka, sungguh anda telah memehkan amal anda untuk mengenal Allah Azza wa-Jalla, “Ya Allah ingatkan kami dari kealpaan orang-orang yang lalai. Amiin.”
Friday, April 22, 2016
WUKUF DI PINTU ALLAH AZZA WAJALLA
Anak-anak sekalian. Disana ada perkara-perkara batin yang tidak bisa terungkap kecuali setelah seseorang sambung (wushul) dengan Allah Azza wa-Jalla. Teguh di pintuNya, menemui para tokohNya, wukuf di sana. Maka hendaklah anda di pintu Al-Haq Azza wa-Jalla, terus menerus wukuf di sana disertai adab yang bagus danmenundukkan hati. Maka Allah Azza wa-Jalla akan membuka pintu kea rah hatimu dan menarikmu arah kedekatan padaNya. Lalu dekatnya datang dari DekatNya, tidurnya dari Dia yang menidurkannya, gendangnya bertalu dari gendangNya, celaknya dari CelakNya, riasannya dari RiasanNya, kegembiraan dating dari kegembriaanNya, amannya dai Dia Sang PelindungNya, pembicaraannya dating dariNya, ucapannya dari KalamNya.
Subscribe to:
Posts (Atom)