Showing posts with label syair sufi. Show all posts
Showing posts with label syair sufi. Show all posts

Friday, July 29, 2016

MADAH RANIAH

Duhai kekasih hati, siapa lagi yang ada selain daripadaMu?
Kasihanilah hamba yang berdosa ini yang datang mengetuk pintuMu
Engkaulah kekasihku, tempat pergantunganku dan harapanku
Berdustalah hatiku jika mengintai selain dariMu
Wahai kemesraanku, cita citaku dan tujuanku
Telah berpanjangan rinduku, bilakah denganMu aku bertemu

SUCIKAN HATIKU

Sucikan hatiku, bebaskan jiwaku dari kekeliruan
Jadikan air mata dan keinsyafan sebagai nasibku sehari-hari
Bimbing aku di jalanmu, supaya nafsuku terkendali
Fana akan membuatku senantiasa dekat pada-Mu!
Perselisihan antara aku dan dunia ini
Membuatku enggan pada dunia

Monday, July 11, 2016

MENGENAL DIRI DENGAN JALAN RASA

Rasa itu suatu kenyataan pada ilmu. 
Rasa itu suatu perjalanan yang tiada berkesudahan. 
Rasa itu suatu manisfestasi daripada kefahaman. 
Rasa itu tidak tertakluk oleh waktu, tempat dan masa. 
Rasa itu suatu perjalanan yang merentasi dunia dan akhirat. 
Sebagaimana di alam Roh itu kita merasa kenal dan merasa menyaksikan Allah, 
begitulah juga di dunia bagi yang telah kembali mampu merasa kenal dan merasa menyaksikan Allah.

BELAJAR BAHASA URDU

Mari belajar Bahasa Urdu India Pakistan, Bahasanya Arjuna, Krisna, Durupadi:)

Kuch Kuch Hota Hai (Sesuatu terjadi dalam hatiku)

Tum paas aaye, yun muskuraaye 
(kau hampiri diri ku, tersenyum manisnya)
Tumne na jaane kya sapne dikhaaye 
(tanpa sedari kau berikan impian kepadaku)
Ab to mera dil, jaage na sota hai 
(kini hatiku tiada lagi terjaga atau terlena)
Kya karoon haye kuch kuch hota hai 
(apa yang perlu ku lakukan, sesuatu terjadi dalam hatiku)
Kya karoon haye kuch kuch hota hai 
(apa yang perlu ku lakukan, sesuatu terjadi dalam hatiku)
Na jaane kaisa ehsaas hai 
(apakah perasaan ini)
Bujhti nahi hai kya pyaas hai 
(kehausan yang tiada penghujung)
Kya nasha is pyar ka 
(tanpa ku sedari keasyikan cinta ini)
Mujhpe sanam chhane laga 
(menyerap ke seluruh jiwaku)
Koi na jaane kyun chain khota hai 
(tiada ketahui kenapa kedamaian hilang dilanda cinta)
Kya karoon haye kuch kuch hota hai 
(apa yang perlu ku lakukan, sesuatu terjadi dalam hatiku)
Kya rang laayee meri dua 
(doa ku pohon telah termakbul)
Ye ishq jaane kaise hua 
(hanya Tuhan ketahui bagaimana ku jatuh cinta)
Bechainiyon mein chain 
(tiada ku tahu kenapa kebahagiaan)
Na jaane kyoon aane laga 
(muncul dari keresahan ini)
Tanhaayee me dil, yaaden sanjota hai 
(ku bersendirian, dibaluti memori)
Kya karoon haye kuch kuch hota hai 
(apa yang perlu ku lakukan, sesuatu terjadi dalam hatiku)
Kya karoon haye kuch kuch hota hai 
(apa yang perlu ku lakukan, sesuatu terjadi dalam hatiku)

SYIIRAN ELING SIRO MANUNGSO KH ALI MAKSUM

Buat saudara2 ku di Surinam, doakan kami dapat silaturrahim kesana 4 bulan, mengingatkan pentingnya kembali pd iman dan amal sholeh, sbg perkenalan sy kirimkan syiiran ini. semoga mendapat bnyk manfaat.

Syiiran “Eling-Eling Siro Manungso” KH Ali Maksum. Sebuah Nyanyian Zikir  “Sangkan Paraning Dumadi”. (Dari Mana, Untuk Apa, Dan Kemana Tujuan Hidup) oleh KH Ali Makshum.

TOLA AL BADRU

Thola ‘al badru ‘alayna
Min-tsaniy yatil wada’
Wajabasy syukru ‘alayna
Ma da’a lillahi da’

Ayyuhal mab’u-tsu fiina
Ji’ta bil amril mutho’
Anta ghow-tsuna jami’a
Ya mujammalath thiba’

Kun syafi’an ya habibi
Yawma hasyri wajtima’
Wa sholatullahi dawama.
Li nabiyyi syamsil biqo?
Salamullahi alaikum

Dijelaskan saat Rasulullah s.a.w selesai dari Fatah Makkah, kaum Anshar merasa cemburu melihat kaum muhajirin mendapatkan ghanimah. kaum Anshar tidak diberi sehingga kaum Anshar mengeluh: “Disaat kami sulit kami yang dipanggil”. Ketika Rasul dalam desakan diperang Hunain, Rasul berbalik ke kanan dan kirinya dan berkata: “Wahai kaum Anshar…” maka Anshar pun turun dari atas bukit2 dan berkata: “Labbaik wa sa’daik ya Rasulullah” wahai Rasul kami datang, kami datang, kami bersamamu”. Mereka turun dari atas bukit dengan panggilan Nabi s.a.w, maka kaum anshar berkata: “Saat sulit kami yang dipanggil, tapi saat bahagian pembagian kami tidak di beri..”. 

Rasul s.a.w menjawab: “Mereka (kaum muhajirin) kembali kerumah2 mereka membawa ghanimah, membawa harta, membawa kambing, membawa unta, membawa kerbau, dan kalian belum cukupkah jika aku pulang ketempat kampung2 kalian, aku datang untuk kalian tidak cukupkah aku untuk kalian? Maka mereka ku berikan harta tetapi kalian ku berikan diriku”. Maka bergembiralah kaum Anshar mendengarnya: “Sudah ya Rasulullah, cukup ya Rasulullah kami sangat gembira”.

Rasul s.a.w bersabda untuk menenangkan kaum Anshar seraya berkata: “Jika seandainya kaum Anshar meninggalkan Madinah pergi kelembah lain, aku akan ikut bersama kaum Anshar, jika seandainya kaum Anshar pergi ke suatu bukit keluar dari Madinah aku akan bersama kaum Anshar, jika bukan karena hijrah aku adalah dari orang Anshar” kata Nabi Muhammad s.a.w. 

Sedemikian cintanya Rasulullah tidak mau berpisah dengan para kekasihnya, kaum Anshar terkenal sangat cinta pada Nabi Muhammad s.a.w, saat beliau datang maka THOLA’AL BADRU ‘ALAINA bergemuruh dengan rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Disaat Rasul yang terusir disemua wilayah, terusir di Makkah, terusir di Tha’if dan di tempat lainnya namun di Madinah justru di sambut dengan hangat oleh Kaum Anshar, maka saat itu Rasul s.a.w tidak lupa cintanya kaum Anshar, yang selalu tidak ingin pisah dengan Rasul s.a.w.

LIRIK THOLA’AL BADRU’ALAINA

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Nabi kita sang pengemban ar-risalah dari Tuhan
Oleh orang yang merasa besar diri dan kuasa
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati

Seraya akhirnya tiba saatnya perintah hijrahnya
Segala rintangan segala tantangan tak diindahkan

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Bagai sampan di lautan berkendala berintangan
Orang-orang di dunia yang menuju kebenaran
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Tak mengheran sebagai ujian orang beriman

طلع البدر علينا (Tala’a al-badru ‘alaynā)
Wahai bulan purnama yang terbit ke atas kita

من ثنيات الوداع (Min thanīyāti al-wadā’)
Dari lembah al-Wadā‘.

وجب الشكر علينا (Wajab al-shukru ‘alaynā)
Dan wajiblah kita mengucapkan kesyukuran

ما دعى لله داع (Mā da‘ā lillāhi dā’)
Di mana seruan adalah kepada Allah.

أيها المبعوث فينا (Ayyuha al-mab‘ūthu fīnā)
Wahai anda yang dibesarkan di kalangan kami

جئت بالأمر المطاع (Ji’ta bil-amri al-mutā’)
Datang dengan seruan untuk dipatuhi

جئت شرفت المدينة (Ji’ta sharaft al-madīnah)
Anda telah membawa pada bandar ini kemuliaan

مرحبا يا خير داع (Marḥaban yā khayra dā’)
Selamat datang penyeru terbaik ke jalan Allah

MUHAMMADIYYAH

مُحَمَّدٌ أَشْرَفُ الأَعْرَابِ وَالْعَجَمِ 
مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِيْ عَلَى قَدَمِ

Muhammad adalah termulia di hadapan Arab dan Ajam
Muhammad lah sebaik-baik manusia yang berjalan di bumi ini

KEBERGANTUNGAN SESAMA MANUSIA

Syurga lelaki pada perempuan iaitu ibu. 
Syurga perempuan pada lelaki iaitu suami.
Sehebat-hebat suami kena patuh pada ibu.
Sehebat-hebat ibu kena patuh pada suami.
Masa hidup anak perlukan doa ibubapa.
Masa mati ibubapa perlukan doa anak.
Di dunia nasab itu pada lelaki.
Di akhirat nasab itu pada perempuan.

TUHANKU

TUHAN… Hamba bersujud di dada malam
Berbekal Dzikir Cinta yang dalam
Mengharap redha-MU memperkenan ku datang
Dengan airmata berlinangkan rindu
Munajat ini hanya dari-MU bersama-MU kepada-MU
Dakaplah hamba dengan Cinta Kasih-MU

BILA INGAT MATI

Bila ingat mati. Taubat tak henti-henti. Takut disoalnya nanti. Amal ibadah aku jagai.

Bila ingat mati. Air wuduk ku basahi. Bersuci sentiasa diri ini. Mudahan dosa diampuni.

Bila ingat mati. Bersedia aku hari-hari Melangkah setapak aku berhenti. Takut jalan dimurkai.

Bila ingat mati. Harta yang ada tiada erti. Tinggallah aku menyendiri. Munajat musyahadah ingat Ilahi.

Bila ingat mati Dunia sudah cemburui. Tiada lekat kasih lagi. Semua fana tiada erti.

LAILA (DIMAKSUDKAN ADALAH ALLAH)

“Hampirlah aku dengan Laila
Apabila aku dengar seruannya
Suara itu sentiasa aku dengar
Dia sukakan aku dan datang hampir kepadaku
Di bawanya aku ke pangkuannya
Dengan lemah gemalai diserunya aku
Diduduknya aku di sisinya

LAGU SERULING

Oleh Maulana Rumi

Dengar lagu seruling bambu menyampaikan kisah pilu perpisahan
Tuturnya, “Sejak daku tercerai dari indukku rumpun bambu,
Ratapku membuat lelaki dan wanita mengaduh.
Kuingin sebuah dada koyak disebabkan perpisahan
Dengan itu dapat kupaparkan kepiluan berahi cinta.
Setiap orang yang berada jauh dari tempat asalnya
Akan rindu untuk kembali dan bersatu semula dengan asalnya.
Dalam setiap pertemuan kunyanyikan nada-nada senduku
Bersama mereka yang yang riang dan sedih aku berhimpun
Rahsia laguku tidak jauh daripada ratapku

Saturday, June 18, 2016

KETAHUILAH HATI QALBUN MU

HATI itu ibarat Sang Raja
Yang memerintah seluruh tubuh badan kita
Yang ditaati seluruh rakyat jelatanya
Sehingga tidak satu pun yang berbuat selain perintahnya Sang Raja
Apabila Ia memerintahkan nescaya yang lain akan mematuhinya
Bila HATI memerintahkan tangan menampar
Maka tangan akan mengerjakannya

Friday, June 10, 2016

ANTARA AKU DAN ALLAH

WAL AWAL WAL AKHIR ALLAHUSSAMA WATIWAL ARDI
WAL JAHIRU WAL BatinU LILLAHISSAMA WATIWAL ARDI
LAHU KUSSAMA WATIWAL ARDI
ALLAHUL LAZI KHOLAQOSSAMA WATIWAL ARDI

Thursday, May 26, 2016

HATI DAN NAFS

Jadilah manusia hati atau paling tidak menjadi muridnya
Jika tidak, engkau hanya berjalan di tempat, bagaikan keledai terperangkap lumpur
Jika tak punya hati, manusia tak punya guna
Dalam kesengsaraan, ia akan dikenal dunia

Tuesday, May 17, 2016

PUISI CINTA ILAHI IBNU FARIDH YANG MENYENTUH KALBU

Puisi Cinta Ilahi adalah corak dari puisi puisi dari Sufi Ibnu Faridh, Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh, Puisi cinta ilahi Ibnu Faridh, Abu Yazid al-Busthami, Al Busthomi lah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah: O Samiri! Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau ingin bahagiakan aku;  Di situ Akrabku dan mi’raj suciku; Maqom Ibrohim tempatku dan di situ tersingkap kalbuku;

Sunday, February 21, 2016

KUMPULAN PUISI PASAR DIRI

YA SYEIKH, sudah kau pecahkan gelasku, sarbatku tumpah
membasahi khirqah, yang pernah kau kurniakan 
di hari pertama aku menjadi muridmu, telapak tanganku 
yang penuh debu ini, segera menakung titis-titis sarbat
bagaikan hujan tiba-tiba turun , menerokai wadi Sahara
sedang aku ingin terus meminumnya , tanpa akhir
ah, ke manakah lagi akan kauhela si murid pemabuk ini
bila di atas langit sana, bukan lagi cakerawala yang berputar
tatkala kau meniup seruling itu dan mengeluarkan irama yang merdu
tapi yang asyik dilihatnya, ungkapan yang keluar menari-nari
kini menjadi sajak-sajak cinta, kepada dunia yang fana
“cukuplah Dia bagiku! cukuplah Dia bagiku!”

CAHAYA JIWA

Allahu Rabbi, Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim. 
Allah bersama diriku, Allah melihat diriku, Allah memelihara diriku.
Aku (nama bt ibu kdg) tiada daya upaya 
kerana Engkau Yang Maha Hidup lagi Kekal Mentadbir segala urusan di semesta alam.
Engkau haturkan shalawat untuk Muhammad Rasulullah 
bersama keluarga Baginda sehingga tidak tersisa sedikit pun shalawat.
Engkau kasihilah Muhammad Rasulullah 
bersama keluarga Baginda sehingga tidak tersisa sedikit pun kasih sayang.