Saturday, January 9, 2016

BERDOALAH KEPADA ZAT YANG PINTUNYA TAK PERNAH TERTUTUP

Syekh Abdul-Qadir Al-Jailani qaddasAllahu sirrahu mengatakan: “Janganlah mengatakan, “Aku tidak mahu berdoa kepada Allah SWT. Kerana apabila sesuatu yang aku minta itu memang sudah menjadi bahagianku, Allah swt akan memberikannya, baik aku memintanya atau tidak. Dan jika itu memang bukan menjadi bahagianku, Allah tidak akan pernah memberikannya kepadaku, meskipun aku memintanya.”Tetapi, mintalah kepada-Nya semua yang kamu inginkan dan yang kamu hajatkan dari semua kebaikan dunia dan akhirat, selama sesuatu itu tidak mengandungi unsur keharaman dan kerosakan. 

Sesungguhnya, Allah SWT memerintahkan untuk selalu meminta kepada-Nya dan sangat menganjurkannya. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْانِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Ghafir: 60).

Allah SWT juga berfirman, “Dan janganlah iri hati terhadap sesuatu yang dikurniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Kerana) bagi orang laki-laki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebahagian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. An-Nisaa’: 32).

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah haditsnya, “Mintalah kepada Allah, sedangkan kamu sekalian adalah orang-orang yang yakin akan dikabulkannya permintaan tersebut”. Rasulullah SAW bersabda, “Mintalah kepada Allah SWT dengan bahagian dalam telapak tangan kalian semua.” Dan hadits-hadits lainnya yang semakna dengan hadits tersebut. Janganlah sekali-kali mengatakan, “Sesungguhnya aku telah meminta kepada-Nya, akan tetapi Dia tidak memberikannya,” yang akhirnya membuatmu tidak mahu memintanya lagi. Tetapi, tetaplah meminta dan meminta kepada-Nya.

Jika permintaanmu itu memang sudah menjadi bahagianmu, Allah akan memberikannya setelah kamu berdoa kepada-Nya. Hal itu akan menjadi sebab bertambahnya keimanan, ketauhidan, dan keyakinanmu kepada-Nya, dan kamu tidak mahu lagi menggantungkan permintaan dan bantuan kepada sesama makhluk dan selalu kembali kepada mereka dalam semua keadaanmu, dan kamu akan sentiasa menempatkan segala sesuatu yang menjadi keperluanmu hanya kepada Allah SWT. Jika permintaanmu itu memang bukan menjadi bahagianmu, Allah akan memberikan rasa cukup dan tidak memerlukan lagi sesuatu yang kamu minta tadi, dan redha terhadap-Nya dengan kisah-kisah-Nya. Jika permintaanmu itu berupa hilangnya kefakiran atau rasa sakit, maka Allah SWT akan memberikan keredhaan kepadamu dalam menghadapi dua hal tersebut.

Jika berupa hutang, Allah SWT akan membalik hati orang yang memberi hutang tersebut, dari suka menagih kepada sifat belas kasihan, mengakhirkan dan memudahkan dirimu, sampai tiba waktunya kamu mampu mengembalikannya atau dia akan menghapus hutang tersebut, atau mungkin juga mengurangi jumlahnya. Jika hutang tersebut tidak dapat dihapuskan dan dilunasi, bahkan tidak berkurang dalam kehidupan dunia ini, Allah SWT akan memberikan pahala kepadamu dengan pahala yang besar sebagai ganti permintaanmu dan belum dikabulkan ketika di dunia. Sesungguhnya Allah SWT adalah Zat Yang Maha Pemurah, Kaya, dan Penyayang. Dia tidak akan membuat rugi orang yang memintanya, baik di dunia mahupun di akhirat. Maka selalu terdapat manfaat dan hasil dalam doa tersebut.

Adakalanya diberikan secara cepat atau dalam waktu yang lama. Telah disebutkan dalam sebuah hadits, “Seorang Mukmin melihat dalam buku catatan amalnya pada hari Kiamat terdapat beberapa catatan kebaikan, padahal dia merasa tidak melakukannya, dia juga tidak mengetahuinya. Kemudian ditanyakan kepadanya, ‘Apakah kamu mengetahui amal kebaikan tersebut?’ Dia menjawab, ‘Saya tidak mengetahuinya. Dari mana kebaikan tersebut berasal?’ Kemudian akan dijawab, ‘Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu adalah ganti dari permintaan dan permohonanmu di dunia kepada Allah SWT yang tidak dimakbulkan-Nya’.”

Semuanya itu dapat terjadi kerana dengan selalu meminta kepada Allah SWT, seorang mukmin akan selalu ingat dan berzikir kepada Allah, selalu mengESAkan Allah, meletakkan sesuatu selalu pada tempatnya, menyerahkan kebenaran dan haq pada pemiliknya, membebaskan dirinya dari semua daya dan kekuatannya, serta meninggalkan sifat takabur, merasa besar, dan sombong. Semuanya itu adalah amal-amal yang solie, dan pahalanya hanya ada di sisi Allah SWT.” (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Kitab Futuhul-Ghaib).

No comments:

Post a Comment