Thursday, February 25, 2016

PARA ULAMA BERMAZHAD SYAFIEYAH DARI SEJAK MASA IMAM SYAFIEE HINGGA ABAD INI

Para ulama’ yang bermazhab Syafie, mulai dari pengasasnya yaitu al-Imam al-Muhaddits al-Mujtahid Muhammad bin Idris asy-Syafie rah hingga para ulama’ Syafie abad ini, supaya kita dapat mengenali para ulama’ yang bermazhab Syafie dan jangan lagi ada orang memandang remeh dan rendah terhadap Mazhab Syafie.

KISAH IMAM SYAFIE MENDAPAT PERTANYAAN YANG SULIT

Dikisahkan bahwa sebagian ulama terkemuka di Irak iri kepada Imam Syafie rah. Mereka membuat tipu daya kepadanya lantaran beliau lebih unggul dari mereka dari segi ilmu dan hikmah. Imam Syafie mendapatkan hati para pencari ilmu pengetahuan sehingga mereka hanya berminat dengan majelis pengajian beliau, mereka hanya mau tunduk dengan pendapat dan ilmu beliau.

TASAWUF FALSAFAH DAN TASAWUF PRAKTIS

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang merupakan perpaduan antara tasawuf dan juga filsafat atau bisa juga disebut mistik metafisis. Aliran tasawuf ini dikembangkan oleh para sufi yang juga sekaligus para filosof. Aliran ini menonjolkan pemikiran-pemikiran filosofis. Sesuai dengan namanya, tasawuf filsafat menggunakan argumen-argumen yang kaya dan luas tentang ide-ide ketuhanan. Hakekat tasawuf sendiri adalah mendekatkan diri kepada allah dan mejauhi keduniawian. Yang di dalamnya terdapat paham bahwa Tuhan dan makhluk bersatu.

KISAH SUFI DAN ANJING HITAM YANG MENYAYAT HATI

Pada suatu hari, Syeikh Abu Yazid al-Busthami sedang menyusuri sebuah jalan sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Maka dengan senangnya dia berjalan di jalan yang lengang nan sepi. Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Syeikh Abu Yazid al-Busthami merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. Ternyata anjing-anjing itu sudah mendekat di sampingnya.

WASPADALAH APABILA USIA MENDEKATI 40 TAHUN

Allah Ta'ala pernah menyinggung di dalam Al-Qur'an tentang usia ini, supaya menjadi perhatian serius ketika anda mulai mendekatinya:

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّه وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَل َصَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

SIFAT IMAN

Postingan ini disadur dari KITABUL BAYANUL ALIF, yg menceritakan pasal menyatakan sifat iman, adapun sifat iman itu ada Enam perkara yaitu:

1).  AMANTUBILLAH = percaya aku akan wujudku sendiri

2).  WAMALA IKATIHI = percaya aku akan sekalian malaikat wujudku ini, yakni Artinya kaki ku dan tanganku

MABUK CINTA KERANA ALLAH

Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahwa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya.”

KISAH SUFI TERTINGGAL SUBUH BERJAMAAH DI MASJID

Badiuzzaman Said Nursi merupakan salah satu ulama kebanggaan kaum Muslimin. Sejak usia belia, Said memiliki kualitas ruhani dan pikiran yang cemerlang hingga melampaui pencapain para ulama lain di masanya. Said melalang buana, memuaskan dahaga intelektualitas dan pencarian spiritualnya dengan berguru kepada banyak orang alim. Dalam perjalanan panjang sang Said, ada satu episode yang dijadikan celah oleh orang yang berpenyakit hatinya untuk menyerang sufi Said.

SIFAT 20 BAGI ALLAH DAN KEDUDUKAN SIFAT PADA DIRI

Memahami ilmu Ma’rifatullah kita harus memulainya dari ma’rifatunnafs  mengenal diri terlebih dahulu barulah naik ketingkat pemahaman  ma’rifatullah, terkadang ada diantara kita ingin belajar ma’rifatullah  tanpa memulai pemahaman terlebih dahulu tentang hakikat diri akhirnya  dia tdk akan menemukan apa2 kecuali kebingungan dan kerancuan dalam  pikiran, mustahil ada seseorang bisa memahami ma’rifatullah sebelum  memahami dirinya dalam tingkat pengenalan diri terlebih dahulu.

KALIMAT YANG RINGAN DI LIDAH TETAPI BERAT DI TIMBANGAN

“Dua kalimat, ringan di lidah, tetapi sangat berat di Timbangan (Al-Mizan); inilah yang kita perlukan karena kita semua adalah pendosa dan dosa-dosa kita amatlah berat, tetapi Allah (swt) memberikan jalan keluarnya bagi kita.