Sunday, March 13, 2016

HADIS QUDSI PEMBERSIH JIWA

Abu Dzar Al-Ghifari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT Berfirman:

يَا عِبَادِيْ إِنِيْ حَرَّمَتْ الظُلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَاتَظَالَمُوْا 

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan Aku jadikan kezhaliman di antara kalian sebagai sesuati yang diharamkan, maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.”

NASIHAT IMAM AL-GHAZALI TENTANG REZEKI

Kita memang diperintahkan oleh Allah SWT untuk berikhtiar, berusaha dan bekerja untuk mencari nafkah. Namun, seberapa besar rezeki yang kita peroleh sudah ditentukan dan telah dijamin oleh Allah. Maka, penting bagi kita untuk memahami konsep tawakal kepada Allah dan meyakini tentang jaminan Allah untuk makhluk-Nya.

IKHLAS MENGHADAPI TAKDIR ALLAH

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memberi nasehat: “Barang siapa yang memperlakukan Allah dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, berarti ia telah mencampakkan segala sesuatu selain-Nya di pagi dan sore. Wahai manusia, jangan engkau mengaku-aku apa yang tidak engkau miliki. Tauhidkan lah Allah dan jangan sekutukan Dia dengan sesuatu pun! Demi Allah, sesungguhnya panah takdir-Nya hanya membuatmu lecet saja dan tak akan sampai mematikanmu. Dan, siapa pun yang mem-fana-kan diri demi Allah, maka ia akan memperoleh ganti dari-Nya.

EMPAT TANDA KEIMANAN

Sebagian ahli hikmah mengatakan: “Tanda-tanda keimanan kepada Allah itu ada empat, yaitu: 

1. Takwa;
2. Haya’ (rasa malu)
3. Selalu bersyukur; dan
4. Sabar.”

Imam Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa takwa adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan. Ada juga yang mendefenisikan bahwa takwa adalah semua aturan Islam. Ada pula yang mendefenisikan bahwa takwa adalah mengikuti jejak Rasulullah SAW baik dalam ucapan maupun perbuatan.

PEMBAGIAN REZEKI DAN RAHASIA TAWAKAL

Menurut Imam Al-Ghazali, tawakal itu digunakan dalam tiga tempat:

1) Tawakal kepada keputusan Allah. Maksudnya, engkau harus memiliki keyakinan penuh dan merasa puas dengan keputusan apa pun dari Allah. Hukum Allah tak akan berubah, seperti yang tercantum dalam Al-Quran dan hadis.

JANGAN REMEHKAN TOBAT

Allah SWT berfirman:  “Wahai anak Adam! Janganlah engkau menjadi orang yang meremehkan tobat, panjang angan-angan, mengharap akhirat tanpa mau beramal, berbicara seperti orang-orang ahli ibadah, tapi engkau beramal seperti orang-orang munafik. Jika diberi tidak pernah puas, dan jika tidak diberi tak bisa bersabar.

TAWASSUL SESUAI AJARAN NABI

Menurut Mufti Agung Mesir, Prof Ali Jum’ah, begitu banyak dalil tawassul yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan sahabat. Salah satunya adalah tawassul dengan amal shaleh seperti yang pernah diajarkan Nabi pada hadis shahih berikut ini. Pernah juga seorang sahabat bertawassul kepada Nabi dengan berdoa dan mendatangi makam Rasulullah untuk minta diturunkan hujan. Bahkan, Imam Malik, seorang ahli hadis dan imam mazhab fikih pun mencontohkan cara bertawassul kepada kita.

KENDARAAN HIDUP SEORANG SUFI

Ibnu Mas’ud memberi nasihat, “Kefakiran dan kekayaan hanyalah sebuah kendaraan. Aku tak mau peduli mana yang akan aku naiki. Kalau aku fakir, maka aku dituntut untuk sabar. Dan, kalau aku kaya, maka aku harus rela berkorban”. Urwah Ibn Zubair suatu ketika harus dipotong sebelah kakinya dari lutut lantaran digerogoti suatu penyakit. Menanggapi hal tersebut, ia berkata: “Alhamdulillah, Allah telah mengambil sebelah kaki dariku. Demi Allah, jika Engkau telah mengambil kakiku sebelah, tetapi sesungguhnya Engkau sisakan untukku yang sebelah. Jika Engkau memberiku cobaan, maka sungguh Engkau telah menyelamatkan aku.” Malam itu ia tetap tidak meninggalkan wirid yang biasa dilakukannya. (Imam Al-Ghazali dalam Al-Mahabbah wa asy-Syauq wa al-Uns wa al-Ridha). 

MENGINGAT KEMATIAN DI RINDU ALAM

Alhamdulillah, pada 12 Januari lalu, saya berkesempatan untuk berziarah kubur dan mengikuti rangkaian acara Maulid dan Haul Syekh Ibnu Mas'ud (Abah Didi), di Perguruan Al-Mas'udiyah, Rindu Alam, Nyalindung, Sukabumi. Saya hanyalah satu di antara ribuan jamaah yang larut dalam lantunan zikir, tahlil, tahmid, dan shalawat Nabi, yang ikut mengenang, bertabaruk, bertawasul, dan belajar tentang hakikat hidup dari seorang Guru Sufi, Allahu yarham Abah Didi. Saya tak mampu menjelaskan mengapa harus datang ke tempat ini, tempat terpencil, di lereng bukit, di tepi sebuah curug, di atas sebuah gua, nun jauh disana. Saya hanya mampu mengatakan, "Ini adalah tarikan ruhani yang tidak aku mengerti dan tak perlu penjelasan apa pun.”

RAHMAT ALLAH LEBIH BESAR DARIPADA MURKANYA

Rasulullah SAW bersabda, "Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menulis di suatu kitab yang berada di sisi-Nya di atas 'Arasy yang berbunyi: 'Sungguh, rahmatku mengalahkan murka-Ku."( H.R. Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW juga bersabda, "Allah menjadikan rahmat seratus bagian. Yang sembilan puluh sembilan Dia tahan di sisi-Nya dan yang satu bagian Dia turunkan ke permukaan bumi. Dituturkan, dari satu bagian itulah semua makhluk berkasih sayang, hingga binatang mengangkat kakinya karena khawtir menginjak anaknya."