Monday, June 27, 2016

TIGA MAQAM ZIKRULLAH

Tingkatan pertama dzikrullah adalah bil-lisaan, dzikir dengan lisan atau lidah, karena hati yang belum terhubungkan. Tingkatan ini dianggap sebagai “Maqam Ghaflah (Kelalaian),” karena hatimu tidak dapat terbuka dan tingkatan ini disebut pula sebagai Maqaam al-Awwaam, “Tingkatan orang-orang kebanyakan, maqaam ghaflah, kelalaian.” Karena dengan lidah kalian, kalian dapat mengucapkan, “Allah, Allah” sambil menonton TV! Berapa banyak di antara kalian menonton TV ketika melakukan dzikir? (Banyak jamaah yang mengangkat tangannya). Kalian lihat, jika saya tidak mengangkat tangan saya, mereka pun tak akan pernah mengangkat tangan mereka! (Syaikh tertawa) Dan dzikir seperti itu juga disebut pula sebagai dzikr ul-’adah, “Dzikir kebiasaan.” Seperti ketika kita melakukan sholat kita semata karena kebiasaan, tetapi ini bukanlah ibadah yg sesungguhnya. Dan kita memohon, “Yaa Allah! Ubahlah dzikr al-qalb kami menjadi dzikr yg sejati”.

MAKNA MENDALAM DARI ALIF, LAM DAN MIM

Jadi, Awliyaullah (para Kekasih Allah) dapat melihat para pengikut (murid) mereka dengan melihat bintang-bintang mereka. Setiap orang memiliki suatu bintang yang selalu berada di hadirat Nabi (SAW), karena ilayhi yantahi ‘l-amr, segala sesuatu bermuara kepada beliau. Sebagaimana kami mengatakan kemarin tentang “Alif. Lam. Miim.” Penciptaan bermula dengan Alif, namun ia tersembunyi di dalam Muhammadun Rasuulullah. 

ADAB BERSANTAP

Sang Quthb itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya (para pejalan) memakan sisa-sisanya. Sejauh kemampuanmu, upayakanlah memuaskan sang Quthb, sehingga dia mendapat kekuatan dan memburu binatang-binatang buas. Ketika dia sakit, mereka jadi tak ternafkahi, karena semua makanan yang disediakan bagi kerongkongan datang dari tangan sang Akal.

SEMBILAN LATHAIF

Aku tidak berbicara pada kalian tentang berbagai maqam, manifestasi atau tingkatan tanpa aku pernah memasuki maqam itu atau mengalami manifestasinya. Aku tidaklah seperti yang lain. Aku tidak berbicara dengan memisahkan pandanganku dari hatiku. Menerangkan detil maqam-maqam padamu tanpa mengetahui realitanya. Tidak demikian! Pertama aku mengikuti jalannya dan melihatnya. Aku mempelajari realitas dan rahasia-rahasia yang kutemukan selama perjalanan itu. Aku mengamalkan jalan itu sampai meraih kepastian, mata dari kepastian, kebenaran dari kepastian. Hanya dengan itu aku mengatakannya padamu, memberimu sedikit rasa dari apa yang telah aku rasakan sampai aku mampu membuatmu mencapai maqam itu tanpa melelahkan dan memberimu kesulitan.

RAHSIA SURAH AL-IKHLAS

Imam Ja'far Al-Shadiq Berkata, "barangsiapa Melewati satu hari dan dalam satu shalat wajibnya tidakk membaca qulhuwallahu ahad, maka akan dikatakan kepadanya, 'Wahai Hamba Allah, kamu bukan termasuk orang orang yang mengerjakan shalat"

RAHSIA SURAH AL-WAQIAH

Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat sebagai orang yang tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 203).

SEPULUH RAHSIA UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK

1. THE POWER OF THOUGHT (Kekuatan Fikiran): Cinta berawal dari fikiran kita. Kita menjadi seperti apa yg kita fikirkan.Fikiran2 penuh rasa mencintai akan menimbulkan pengalaman & hubungan yg didasari oleh rasa cinta. Jika kita ingin mencintai seseorang, kita perlu memperhatikan apa keperluan & keinginan seseorang tsb. berfikir ttg Pasangan ideal anda akan membantu anda mengenalinya ketika suatu saat anda bertemu "jodoh' anda itu.

TINGKATAN SPIRITUAL MANUSIA

Assalamu'alaikum warahatullahi wabarakatuhu. Jiwa Manusia terbagi kedalam 4 bagian, yaitu jiwa material, jiwa tercerahkan, jiwa sultan dan jiwa illahi.

1). Jiwa material. "jiwa tercerahkan/aktif" berada di dalam hati yang hidup. pusat perhatiaannya adalah alam malakut. Ia dapat melihat surga alam ini, para penghuninya, cahaya, dan semua malaikat yang ada disana, percakapannya adalah percakapan batin, tanpa kata dan tanpa suara. Pikirannya selalu terarah kepada hakikat makna rahasia. Tempat kembalinya di akhirat adalah Jannah Na'im, surga yang berisi segala nikmat dari Allah.

JANGAN KOTORI SURYALAYA

Oleh Ustadz Kholil Sa'id

Kunci untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt. adalah taqwa. Taqwa yaitu menjalankan perintah Allah yang wajib dan yang sunat serta menjauhi larangan Allah berupa dosa besar dan dosa kecil. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita sudah termasuk orang bertaqwa? Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

MANFAAT SOLAT UNTUK KITA

Syekh Ibnu Atha'illah mengungkapkan, "Syekh Abu Al-Hasan Al-Syadzili r.a. didatangi beberapa fukaha (para ahli fikih) dari kota Iskandariyah. Mereka datang untuk menguji Syekh. Beliau mencermati semua dari mereka lalu bertanya, 'Wahai fakih, apakah kalian menunaikan solat?' Mereka menjawab, 'Ya Syekh, mungkinkah ada di antara kami yang tidak solat?!'