Monday, June 27, 2016

ADAB BERSANTAP

Sang Quthb itu bagaikan singa, berburu merupakan urusannya; yang lainnya (para pejalan) memakan sisa-sisanya. Sejauh kemampuanmu, upayakanlah memuaskan sang Quthb, sehingga dia mendapat kekuatan dan memburu binatang-binatang buas. Ketika dia sakit, mereka jadi tak ternafkahi, karena semua makanan yang disediakan bagi kerongkongan datang dari tangan sang Akal.

Meningat pengalaman ruhaniyah yang terjadi pada orang-orang lain hanyalah sisa-sisanya, maka camkanlah hal ini; jika hatimu juga mengidamkan hidangan ruhaniyah. Dia bagaikan sang Akal, sedangkan para pejalan itu bagaikan anggota-anggota tubuh: pengaturan tubuh itu bergantung kepada sang Akal. Kelemahan sang Quthb terletak pada tubuhnya, dan bukan bersifat ruhaniyah; kelemahan itu pada bahtera, bukannya pada Nuh.

Sang Quthb berputar mengedari dirinya sendiri, sementara di sekitarnya berputar benda-benda angkasa. Ulurkanlah bantuan untuk memperbaiki jasmaninya, jadilah pelayannya yang terkasih, dan hambanya yang patuh. Sejatinya, bantuan itu suatu keuntungan bagimu, bukan baginya; Allah telah bersabda: "Jika engkau menolong Allah, maka engkau akan ditolong." [1] (Catatan: [1] QS Muhammad [47]: 7. Sumber: Rumi: Matsnavi V: 2339 - 2347).

No comments:

Post a Comment