Wednesday, May 11, 2016

MAQOM TAJRID DAN ASBAB

Maqom Tajrid dan Asbab di dalam Kitab Al Hikam dari Syaikh Ibnu Aththoillah, pada hikmah no 2 tertulis: “Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menegakkan engkau di dalam asbaab merupakan syahwah khafiyyah (syahwah yang tersembuni/ tersamar). Dan keinginanmu kepada asbaab pada saat Allah sedang menegakkan engkau di dalam tajriid merupakan suatu kejatuhan dari himmah al-‘aliyyah (himmah yang tinggi).” (Kitab AlHikam Hikmah ke 2).

KARAMAH WALI-WALI ALLAH

Karomah Wali Allah swt: “Tidak ada cara lain yang akan dilakukan oleh hambaku yang ingin bertaqorub (mendekat) kepada-Ku yang lebih Aku sukai dibandingkan dengan melakukan amalan-amalan sunnah, sehingga Aku menyayanginya. Jika Aku mencintainya maka Aku akan menjadi telinga yang dengannya ia mendengar, menjadi mata yang dengannya ia melihat , menjadi mulut yang dengannya ia berbicara, menjadi tangan yang dengannya ia memegang. Jika ia berdoa kepada-Ku, Aku niscaya akan mengabulkannya. (Hadits Qudsi).

TELINGA BERDENGING, PANGGILAN DARI RASULULLAH

Banyak orang bertanya kenapa terkadang telinga bersuara “Nging”? Apa sebab musababnya, karena musababnya ada yang mengatakan dengan tidak berpedoman, bertahayul dan sangkaan jelek terhadap hal itu? Sesungguhnya suara “NGING” dalam telinga, itu ialah Sayyidina Rosullullah Saw sedang menyebut orang yang telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yang tertinggi (malail a’laa) dan supaya ia ingat pada sayyidina Rosullullah Saw dan membaca sholawat.

TASAWWUF MENYUCIKAN JIWA

Tasawuf merupakan jalan untuk menjernihkan kembali kalbu dari dosa-dosa dan hijab yang menutupinya, agar lebih dekat pada Allah swt. Tasawuf untuk meningkatkan jiwa seorang manusia, secara moral, melalui latihan-latihan praktis tertentu, kadang untuk menyatakan pemenuhan fana’ dalam Realitas Yang Tertinggi serta pengetahuan tentang-Nya secara intuitif, tidak secara rasional, yang buahnya adalah kebahagiaan rohaniah, yang hakekat realitasnya sulit diungkapkan dengan kata-kata, sebab bercorak intuitif dan subyektif.

KEWALIAN ADALAH PRINSIP DASAR DARI JALAN TASAWWUF

Sesungguhnya, wali-wali Allah itu tak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia juga akhirat (QS. 10: 63). Barangsiapa menyakiti wali-Ku, maka ia berarti menyatakan perang terhadap-Ku (Hadis Qudsi). Kewalian adalah prinsip dasar dari jalan Tasawuf. Seperti dikatakan oleh Al-Hujwiri, “Ketahuilah prinsip dan landasan Tasawuf serta makrifat adalah bertumpu pada kewalian.” Wali-wali Allah (Aulia) adalah orang-orang suci yang telah diberkati oleh Allah dan diangkat menjadi “sahabat-Nya”. Mereka adalah orang-orang yang telah mencapai penglihatan batin (mukasyafah) yang benar.

TANDA-TANDA KEMATIAN

Inilah Tanda tanda Kematian yang akan dialami orang yang akan meninggal dunia. jika tidak kuat atau takut jangan diteruskan mmbaca.  Allah telah memberi tanda Kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang Kematian.

MAKNA PUASA MENURUT AHLI SUFI

Bagaimana pandangan kaum sufi pada umumnya, mengenai hakikat ibadah, terutama Makna Puasa?

Pertama-tama, ibadah apapun bagi kaum sufi secara umum bisa dikerangkakan ke dalam tiga langkah atau tahapan, yaitu takhalli, tahalli dan tajalli. Takhalli secara bahasa berarti mengosongkan, dalam terminologi tasawuf berarti membersihkan diri dari berbagai dosa yang mengotori jiwa, baik dari dosa lahir maupun dari dosa batin, atau istilah al-Ghazali itu penyakit hati. Yang dimaksud dosa lahir di sini adalah setiap perbuatan dosa yang melibatkan aspek fisik atau badan jasmani kita. Contohnya seperti membunuh, berzina, merampok, mencuri, mabuk-mabukan, menyalahgunakan narkoba dan sebagainya. 

DOA-DOA YANG DIKABULKAN

Orang-orang yang Mustajab Doa nya. Hadist-hadist yang menerangkan tentang doa yang diijabah atau yang dikabulkan Allah swt: Dari Abi Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw: Tiga do’a yang diijabah, tidak ada keraguan padanya: Do’a orang yang dizhalim, do’a orang yang sedang bepergian, dan do’a orangtua terhadap anaknya. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

ROH DAN RAGA BERIBADAH HAJI

Artikel ini adalah bersumber dari Ebook Rahasia Makrifat Haji Ruh. Rahasia Makrifat Haji dan Ruh.

Labaika Allahumma Labaika, labaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’matalaka walmulka, laasyariika laka (Aku taati panggilan Mu Ya Allah, aku penuhi, aku penuhi dan tidak ada sekutu/serikat bagiMu dan aku taat kepadaMu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan Kerajaan itu kepunyaanMu, Tidak ada sekutu bagi Mu)

MURAQABAH KEPADA ALLAH S.W.T

Muroqobah , Secara harfiah berarti awas-mengawasi. Dalam istilah  Tasawuf menurut al-Qusairy,  Muroqobah ialah: “keadaan seseorang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita. Tuhan mengetahui seluruh gerak-gerik kita dan bahkan segala yang terlintas dalam hati diketahui Allah”. Dalam kitab Risalah Qusyairiyyah Imam Qusyairy, ber kata, “Muroqobahialah, bahwa hamba tahu sepenuhnya bahwa Tuhan selalu melihatnya”.