Friday, January 11, 2013

BILAL LEBIH DAHULU MASUK SYURGA

“Pada suatu pagi, Rasulullah Saw memanggil Bilal seraya berkata, ‘Hai Bilal! Dengan apa engkau mendahuluiku ke surga? Tidak lah setiap kali aku masuk surga, kecuali aku mendengar suara terompahmu di hadapanku. Tadi malam aku juga masuk surga, dan akupun mendapatkan suara terompahmu di hadapanku.’ 

DIAMLAH WAHAI UHUD

Dalam suasana pengepungan dan kekacauan, seseorang masuk hendak membunuh Khalifah Uthman bin Affan. Orang ini datang dan menarik janggut Uthman. Uthman dengan tenang berkata, "Jangan sentuh janggutku kerana sesungguhnya ayahmu dulu menghormati janggut ini"

DETIK TERAKHIR KHALIFAH UTHMAN AL-AFFAN

Dalam masa usianya yang panjang Uthman sentiasa ditinggal wafat oleh isteri-isterinya dan beliau segera menikah kembali. Nailah binti Furaifisha dinikahi Uthman ketika beliau telah menjabat sebagai Khalifah kaum muslimin. Namun posisinya sebagai isteri di saat suami menduduki posisi yang terberat itu tidak membawanya kepada ketenangan yang sejati. Tiba-tiba saja badai berhembus keras. Sedangkan suaminya yang tergolong manusia terpandang, tak berdaya menahan gelombang itu, apalagi tangan-tangannya yang kecil dan amat bersahaja itu.

KISAH SAHABAT NABI USAMAH BIN ZAID RA.

Usamah bin Zaid adalah putra dari sahabat kesygan Rasulullah SAW, Zaid bin Haritsah, yg beliau pernah menjadikannya sbg anak angkat, dari status seblmnya sbg budak dan pelayan beliau. Ibunya pun adalah org yg dkt dan disyg Rasulullah SAW, Ummu Aiman, bekas sahaya beliau. Keduanya merupakan org2 yg mula2 memeluk Islam, sehingga tak hairan Usamah pun menjadi kesygan beliau spt juga ayahnya. Usamah lahir pada tahun ke3 atau keempat dari kenabian, sehingga praktis ia tidak pernah mengalami masa jahiliah. Didikan masa kecil dan remajanya adalah akhlak kenabian, baik dari kedua org tuanya yg adalah didikan Nabi SAW atau bahkan terkadang beliau turun langsung dlm membentuk akhlak Usamah. 

KISAH SAHABAT NABI ABDULLAH BIN AMR BIN ASH RA.

Abdullah bin Amr bin Ash RA adalah putra dari seorg ahli strategy perang dan negarawan ulung, Amr bin Ash, ttp ia lebih dahulu memeluk Islam dpd bapanya itu. Ia seorg yg soleh, bnyk menghabiskan waktunya utk beribadah, kecuali jika sdg berjihad di jln Allah. Ketika menyandang senjata utk mempertahankan dan meninggikan kalimat-kalimat Allah, ia akan berada di barisan terdpn krn sgt merindukan memperoleh ‘rezeqi’ kesyahidan. Dlm usianya yg masih muda, aktiviti ibadahnya begitu tinggi, siang berpuasa, mlm dihabiskan dgn tahajud dan membaca Al-Quran sehingga ia mampu mengkhatamkannya dlm sehari. Ia begitu zuhud, bahkan tidak pernah ia membicarakan masalah duniawiah sejak ia berba’iat kpd Nabi SAW, padahal lingkungan keluarga termasuk kalangan bangsawan dan kaya-raya. Ketika ia dinikahkan, beberapa hari kemudian ayahnya dtg mengunjungi dan bertemu isterinya. Amr bin Ash berkata, “Bgmn keadaan kalian?”

KISAH SAHABAT NABI AMR BIN ASH RA

Amr bin Ash merupakan salah satu tokoh Quraisy yg paling gencar menghalangi dakwah Nabi SAW dan menyiksa org2 lemah yg masuk Islam. Krn itu Nabi SAW sempat berdoa kpd Allah agar menurunkan azab kpd 3 org, yg salah satunya adalah Amr bin Ash. Ttp kemudian turun ayat yg melarang Nabi SAW melakukan hal itu, yakni mendoakan keburukan bagi manusia (Surah Ali Imran:128). Amr bin Ash memiliki kemampuan yg tinggi di bidang politik dan strategi, krn itu ia menyadari bahawa dgn dikukuhkannya perjanjian Hudaibiyah, agama Islam yg dibawa Nabi SAW akan mencapai ketinggian yg tidak mungkin dpt dibendung lagi oleh org Quraisy. Ttp pengamatan yg tajam ini blm cukup utk membawanya kpd Islam, ia justru berkata kpd teman2 dktnya, “Marilah kita bergabung dgn Raja Najasyi di Habsyah dan menjadi anak buahnya. Jika Muhammad menang atas kaum Quraisy, kita sudah ada di sisi Najasyi. Ttp jika kaum kita yg menang, maka kita adalah org yg telah mrk kenal, Tiada sikap yg muncul dari mrk kecuali kebaikan saja.”

KISAH SAHABAT NABI ASMA BINTI ABU BAKAR RA.

Asma binti Abu Bakar, adalah putri Abu Bakar dari isterinya, Qutailah binti Abdul Uzza al Amiriyyah yg telah diceraikan semasa jahiliah. Ia lebih tua 10 tahun dari adiknya Aisyah RA, salah satu dari Ummahatul Mukminin. Ketika Abu Bakar dan Rasulullah SAW berangkat hijrah ke Madinah, mrk berdua bersembunyi di Gua Tsur selama 3 hari. Kaum Quraisy yg kehilangan jejak mrk berdua mendtgi rumah Abu Bakar, begitu pintu dibuka oleh Asma binti Abu Bakar, Abu Jahal berkata, “Dimana ayahmu??” “Demi Allah, aku tidak tahu dimana ayahku berada…!!” Kata Asma.

KISAH SAHABAT NABI SAID BIN ZAID RA

Sa’id bin Zaid al Adawy r.a merupakan kelompok sahabat yg memeluk Islam pada masa-masa awal, sehingga ia termasuk dlm kelompok as Sabiqunal Awwalun. Ia memeluk Islam bersama isterinya, Fathimah binti Khatab, adik dari Umar bin Khatab. Sejak masa remajanya di masa jahiliah, ia tidak pernah mengikuti perbuatan-perbuatan yg umumnya dilakukan oleh kaum Quraisy, spt menyembah berhala, bermain judi, minum minuman keras, main wanita dan perbuatan nista lainnya. Sikap dan pandangan hidupnya ini ternyata diwarisi dari ayahnya, Zaid bin Amru bin Naufal. Sejak lama Zaid bin Amru telah meyakini kebenaran agama Ibrahim, ttp tidak mengikuti Agama Yahudi dan Nashrani yg menurutnya telah jauh menyimpang dari agama Ibrahim. Ia tidak segan mencela cara-cara peribadatan dan perbuatan jahiliah dari kaum Quraisy tanpa rasa takut sedikitpun. Ia pernah bersandar di dinding Ka’bah ketika kaum Quraisy sdg melakukan ritual-ritual penyembahannyadan ia berkata, “Wahai kaum Quraisy, apakah Tiada di antara kalian yg menganut agama Ibrahim selain aku?”

KISAH SAHABAT NABI ABDULLAH BIN ZUBAIR RA

Abdullah bin Zubair RA merupakan salah satu sosok sahabat yg istimewa, krn ia berhijrah ketika dlm kandungan ibunya. Ibunya pun seorg yg istimewa, Asma binti Abu Bakar, yg mempunyai peran besar ketika Nabi SAW dan Ayahnya dlm awal hijrah dicari-cari oleh org kafir Quraisy utk dibunuh. Ayahnya adalah seorg sahabat yg dijamin masuk syurga ketika masih hidup, salah satu dari 10 sahabat, Zubair bin Awwam RA. Allah menambah keistimewaannya krn ia menjadi bayi pertama yg lahir di masa hijrah. Tidak boleh dibayg kan bgmn beratnya Asma binti Abu Bakar berhijrah, ia dlm keadaan hamil tua ketika harus menempuh panasnya padang pasir sejauh hampir 500 km. Ketika baru beberapa hari di Quba, ia melahirkan dan bayinya dibawa kpd Nabi SAW. Beliau mengecup pipi dan mulutnya, hingga air liur Rasulullah SAW memasuki rongga mulutnyadan memberi nama ‘Abdullah’.

KISAN KEMAAFAN YANG TERINDAH

Suatu ketika para sahabat berkumpul disebuah majlis, waktu itu Rasulullah s.a.w tidak bersama mereka. Terdapat Khalid Bin Walid, Abdul Rahman bin 'Auf, Bilal dan Abu Zar di Majlis itu. Orang-orang di majlis itu sedang membicarakan sesuatu. Lalu Abu Zar mengemukakan pendapatnya dan berkata: “Menurutku… pasukannya mestinya begini dan begitu". Bilal berbeza pendapat dan berkata: “Tidak… usulan yang keliru, usulanku adalah begini dan begitu... "