Monday, June 27, 2016

SEMBILAN LATHAIF

Aku tidak berbicara pada kalian tentang berbagai maqam, manifestasi atau tingkatan tanpa aku pernah memasuki maqam itu atau mengalami manifestasinya. Aku tidaklah seperti yang lain. Aku tidak berbicara dengan memisahkan pandanganku dari hatiku. Menerangkan detil maqam-maqam padamu tanpa mengetahui realitanya. Tidak demikian! Pertama aku mengikuti jalannya dan melihatnya. Aku mempelajari realitas dan rahasia-rahasia yang kutemukan selama perjalanan itu. Aku mengamalkan jalan itu sampai meraih kepastian, mata dari kepastian, kebenaran dari kepastian. Hanya dengan itu aku mengatakannya padamu, memberimu sedikit rasa dari apa yang telah aku rasakan sampai aku mampu membuatmu mencapai maqam itu tanpa melelahkan dan memberimu kesulitan.

Ada 5 maqam dalam hati: Qalb, Sirr, Sirr as Sirr, Khafa dan Akhfa. 

Qalb adalah hati, sirr adalah rahasia, sirr as sirr adalah rahasia dibalik rahasia, khafa adalah tersembunyi, dan akhfa adalah yang paling tersembunyi. Rahasia thariqat ini berdasar atas 5 maqam tersamar dalam hati (lataif).

Latifat al-qalb, tingkatan hati, ada di bawah wewenang Adam as, karena ini melambangkan aspek fisik dari hati.

Latifat as Sirr, tingkatan rahasia, ada dibawah wewenang Nuh as, karena ini melambangkan kapal yang selamat dari kegelapan dan banjir akibat ketidak patuhan.

Latifat Sirr as Sirr, maqam rahasia dibalik rahasia yang berada dibawah wewenang 2 nabi yaitu Ibrahim as dan Musa as dimana mereka melambangkan Hadirat Ilahi di muka bumi ini. Tuhan menciptakan Ibrahim sebagai simbol dari semua khalifah-Nya di bumi, sebagaimana tercantum dalam ayat ciptaan umat manusia (2:30). Musa telah diberkahi dengan pendengaran dan perkataan pada Tuhan, 2 atribut penting dalam Pengetahuan.

Latifat al-khafa, maqam tersembunyi dibawah wewenang Yesus atas pengetahuan tersembunyi. Beliau melambangkan pengetahuan hikmah.

Latifat al Akhfa, maqam paling tersembunyi, dibawah Realitas Muhammad saw karena beliau dianugerahi sebuah maqam tinggi diatas seluruh Nabi dan utusan-utusan- Nya. Beliau yang dinaikkan pada malam Isra’ Mi’raj menuju Hadirat Ilahi. Ini melambangkan kalimat suci sebagai kesaksian keimanan dalam: “Tidak ada tuhan selain Allah.” dilanjutkan “Muhammad adalah utusan Allah.”

Cahaya-cahaya dari maqam-maqam ini telah ditunjukkan padaku. Cahaya dalam Hati berwarna kuning. Cahaya dari Rahasia berwarna merah. Cahaya dari Rahasia dibalik Rahasia adalah putih. Cahaya dari Maqam Tersembunyi adalah hijau. Dan cahaya dari Maqam yang Paling Tersembunyi adalah hitam. Kelima maqam-maqam itu adalah pusat dari sembilan 9 titik yang melambangkan tempat ilham dari Hadirat Tuhan dalam setiap hati manusia. Letaknya di bagian dada manusia dan melambangkan 9 tingkatan tersembunyi dan berbeda di setiap orang. Setiap maqam terhubung dengan seorang wali, yang mempunyai wewenang untuk mengontrol titik itu.

Jika para pencari dalam thariqat Naqsybandi mampu membuka selubung dan membuat kontak spiritual dengan awliya yang punya wewenang atas titik-titik ini, dia bisa saja diberi pengetahuan dan kekuatan untuk menggunakan ke sembilan titik ini.

Persyaratan yang berhubungan dengan pembukaan ke sembilan titik ini hanya dapat disinggung secara tak langsung. Maqam pertama, berkenaan dengan kekuataan untuk memenjarakan ego. Kunci dari maqam kedua adalah dzikir dengan la ilaha ill-Allah. Maqam ketiga adalah menyaksikan pengukiran Nama Allah di dalam hati (naqsy). Maqam keempat berhubungan dengan arti dari apa yang diukir dalam hati. Maqam kelima adalah menanamkan ukiran itu dengan dzikir kalian. Maqam ke enam adalah dengan membuat jantung berhenti memompa pada suatu ketika dan mulai memompa lagi pada suatu saat. Tingkatan ke tujuh adalah menjadi waspada berapa kali kita menghentikan jantung dan berapa kali hitungan kita saat membuatnya memompa lagi. 

Tingkatan ke delapan adalah dengan menyebut ayat Muhammadun Rasulullah ketika menghentikan jantung dan setiap memulihkannya lagi. Tingkat ke sembilan adalah dengan kembali ke dalam gua kalian, sebagaimana firman Tuhan dalam Surat al-Kahfi, Dan jika kamu menjauhkan diri dari mereka dan apa yang mereka sembah selain dari Allah, maka bersembunyilah kamu ke dalam gua, niscaya Tuhan kamu akan mencurahkan kepada kamu rahmat-Nya dan menyiapkan barang-barang kebutuhan dalam urusan kamu (18:16) Gua itu adalah Hadirat Tuhan, Disini seseorang mengucapkan doa Nabi: “ Ya Allah, Engkaulah tujuanku dan Ridha-Mu Yang kuinginkan”. 

Jantung, yang berganti antara berhenti untuk memompa dan pulih kembali, terjadi dalam tingkatan inti dari Hadirat Ilahi. Karena Inti Ilahiah adalah sumber seluruh ciptaan, hati itu akan selalu ada di setiap ciptaan di jagad ini. Hati yang telah mencapai rahasia-rahasia ke sembilan titik ini akan mampu melihat segala hal, mendengar segala hal, mengetahui segala hal, merasakan apapun, ‘ sampai Tuhan menjadi telinga dimana dia mendengar, menjadi mata saat dia melihat, menjadi lidah ketika dia berbicara, menjadi tangan ketika dia meraih, dan kaki dengannya dia berjalan. Dia menjadi seperti Tuhan, dia hanya berkata “Jadi!” dan terjadilah”. (Shaikh Abdullah q.s)

No comments:

Post a Comment