Sunday, May 1, 2016

WALI ALLAH, MEREKA DIBERIKAN HIKMAH

(Mawlana Syaikh Mehmet Adil Qs - 16 September 2012 - Lefke Cyprus). Audzubillahi minasy syaithanir rajim. Bismillahir Rahmaanir Rahim. Kita akan berbicara tentang Aulia Allah (Wali Allah), teman-teman Allah. Dan Wali Allah berbeda dengan Ulama biasa yang hanya tampilan luar saja. Wali Allah mereka mengetahui ilmu syariat dan juga ilmu tariqat sama baiknya. Bisa saja seseorang melihat seorang Wali sepertinya dia tidak paham Syariat, bahkan kadang seperti berlawanan dengan apa yang dikatakan dalam syariat. Tetapi sebenarnya mereka tidak pernah menentang dan berlawanan dengan syariat.

Aulia Allah, mereka penuh kasih sayang kepada setiap manusia, dan mereka melihat pendosa, pencuri bagai mereka melihat seorang yang miskin, dan kita merasa kasihan dan penuh kasih sayang terhadap orang miskin. Demikian juga seorang pencuri mereka kadang sulit meninggalkan kemiskinan mereka maka merekapun mencuri.

Ada sebuah gambaran yang dapat menjabarkan mengenai kasih sayang para Wali ini. Suatu ketika di Khorasan ada seorang pencuri sedang mengendap naik keatas atap rumah untuk memanjat rumah orang kaya. Ada seorang Wali Allah yang tinggal disamping rumah orang kaya itu. Wali Allah itu sedang berdzikir, salat malam dan bertafakur ketika mendengar suara diatas gentengnya. Dan dia melihat seorang pencuri sedang memanjat dinding rumah tetangganya dari genting rumahnya. Maka diapun berteriak sangat keras, "Maling..maling". Sehingga semua warga keluar dengan membawa tongkat untuk memukul maling itu. Dan Maling itu terkejut, segera dia melompat kejalan dan berlari sangat kencang, penduduk mengejarnya dan tak dapat menangkapnya karena larinya sangat cepat. Dan warga kembali kerumahnya meneruskan tidurnya.

Tetapi si wali tetap mengikuti jejak orang itu sampai akhirnya bertemu dengan maling yang berhenti dengan nafas terengah-engah. Wali itu kasihan melihat pencuri ini, betapa orang ini dengan sabar bangun dimalam hari dan bekerja dengan mencuri, tetapi akhirnya dia tidak mendapat hasil apapun dari pekerjaannya ini karena dirinya. Maka wali itu berkata,"Assalamu alaykum wahai temanku, saya adalah teman lamamu. Saya melihat engkau adalah seorang pemberani. Pemberani ada dua macam, yaitu mereka yang berani menghadapi musuhnya, atau yang kedua jika mereka berada dalam bahaya mereka akan berlari sekencangnya. Dan kau memiliki kedua macam sifat ini”.

Maling itu tidak tahu, apa maksud orang ini memuji dia seperti ini. Kemudian wali itu meneruskan kata-katanya, "Wahai temanku, ada sebuah rumah yang tidak terlalu tinggi, disamping rumah yang hendak kau curi tadi. Dan kau akan mudah mencuri dirumah ini, karena dindingnya rendah dan kau tinggal masuk mengambil barang-barangnya karena tidak ada seorangpun yang tinggal disana, kau dapat menaiki punggungku untuk masuk kerumah itu.

Keesokan malamnya, pencuri itu datang kerumah itu dan dengan mudah dia masuk dan memgambil berbagai barang, jubah dan sebagainya. Ketika dia sudah cukup mengumpulkan barang, si wali berkata sekarang pergilah dan Wali itu berteriak kembali dengan kencang, maling...maling, dan wargapun bangun dan pencuri itu kaget dan lari sekencang-kencangnya tetapi kali ini dengan membawa berbagai macam barang curian. Dan seperti kemarin dia berhasil lolos karena larinya sangat kencang.

Wali itu tersenyum dan merelakan barang-barangnya yang hilang sebagai sedekah, karena rumah itu adalah rumahnya sendiri. Wali ini ingin membuat pencuri ini senang dengan mendapatkan barang-barangnya. Demikianlah para Wali penuh kasih sayang kepada setiap orang bahkan kepada orang yang buruk seperti pencuri ini. Ketika seseorang datang kepadanya maka tak pernah orang itu meninggalkan rumahnya tanpa membawa sesuatu. Demikianlah orang-orang yang burukpun merasa bahagia dekat dengan Wali Allah seperti Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs.

Ini adalah gambaran mengenai Mawlana Syaikh Nazim qs, beliau seperti ini. Banyak orang yang buruk datang, mereka mencaci maki Wali Allah, menipunya dan meninggalkannya, tetapi Mawlana tetap mendoakannya agar dalam tarikan nafas terakhirnya orang itu merasakan pertolongan Mawlana. Sehingga dia merasa malu dan menyesal telah mengkhianati dan mencaci-makinya. Banyak orang yang tidak paham dengan Wali Allah, bahkan orang yang terdekatpun mereka tidak memahaminya. Meskipun mereka mengetahui bahwa ada banyak hikmah dibalik semua ini. Banyak orang yang buruk datang dan mereka berusaha menipu Mawlana dan mengambil keuntungan darinya, dan mereka berpikir Mawlana tidak mengetahuinya. Mawlana mengetahui semua itu dan sebenarnya mereka sedang menipu diri mereka sendiri. Tak ada seorangpun yang dapat menipu Mawlana. Tetapi wali Allah mereka memiliki kearifan, hikmah yang tak dipahami setiap orang.

Maka jangan kalian berpkir yang buruk tentang Mawlana, kau harus berkata, "Ada hikmah didalamnya dan aku tidak mengetahui". Jangan taruh pemikiranmu didalamnya. Banyak orang yang memiliki adab yang buruk dan Allah sendiri yang akan menghukum mereka. Hikmah dari kisah ini adalah ketika pencuri itu masuk kerumahnya dan mengambil barang-barangnya yang telah dia sedekahkan untuk pencuri itu, maka sebenarnya pencuri itu jadi tidak berdosa karena memang dia yang menyuruhnya mengambil barang-barangnya sendiri untuk mebuat pencuri itu bahagia. Kedua pencuri itu terhindar dari dosa mencuri dirumah orang lain. Dan ada banyak hikmah yang tidak kita ketahui. Hikmah sangatelah penting dan Allah swt berkata, "Siapapun yang Allah swt berikan hikmah, maka dia mendapat kebaikan yang banyak (Surat Al Baqarah ayat 269).

"Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran darinya” (Surat Al Baqarah ayat 269). Wali Allah mereka diberikan hikmah dan siapapun diberikan hikmah maka mereka adalah orang yang beruntung. Wa min Allah at Tawfiq.

No comments:

Post a Comment