Sunday, January 6, 2013

KISAH JIN WALI ALLAH YANG PERNAH BERTEMU NABI MUHAMMAD S.A.W

Wali Allah dari Bangsa Jin: Kisah Jin Wali Allah yang Pernah Bertemu Nabi Muhammad SAW dan Nabi ISA AS. Fenomena keberadaan jin memang menjadi misteri bagi kita umat manusia. Namun sebagai umat yang beriman, kita diwajibkan untuk beriman dan mempercayai hal-hal yang bersifat ghaib.

Iman kepada sesuatu yang ghaib, salah satunya iman akan adanya bangsa jin, merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh orang yang bertakwa. Hal itu sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Alloh SWT melalui firman-Nya dalam Quran suroh albaqoroh ayat 2-3. Beriman kepada yang ghaib ialah beriman kepada sesuatu yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Makhluk jin tidak dapat dilihat secara kasat mata karena termasuk makhluk ghaib.

Percaya kepada yang ghaib, yaitu mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud, yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Namun ada dalil yang menunjukkan atas kebaradaanya. Seperti: adanya Alloh, Malaikat-Malaikat, Jin, Syaitan, Hari akhirat dan lain sebagainya.

Dalil-dalil yang menunujukkan keberadaan jin sangatlah banyak. Namun dua di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Firman Alloh yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Quran.” [Q.S. al-Ahqof: 29]. 

2. Rosululloh SAW bersabda: “Telah datang padaku da’i jin, lalu aku pergi bersamanya, kemudian aku membacakan al-Qur’an kepada mereka (kelompok jin).” [H.R. Muslim].

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menuturkan, para ahli ilmu berbeda pendapat tentang asal-usul jin. Imam Hasan al-Bashri mengatakan bahwa jin adalah keturunan Iblis. Sedangkan manusia adalah keturunan nabi Adam AS. Keduanya, baik bangsa jin maupun manusia ada yang beriman dan ada pula yang kafir.

Jin muslim dapat pahala jika berbuat baik.

Seperti halnya manusia, jin juga akan memperoleh pahala jika berbuat baik dan akan mendapat dosa dan siksa jika berbuat kejahatan. Manusia dan jin yang beriman, serta taat kepada perintah-perintah Alloh SWT dinamakan wali (kekasih) Alloh. Sedangkan yang durhaka dan kufur kepada Alloh dinamakan syaitan.

Yang menjadi pertanyaan, mungkinkah Jin bisa mencapai derajat AuliyaILLAH? Adakah Jin Wali Allah? Berikut adalah Jawabannya…

Tidak hanya mungkin, bahkan memang ada. Dalam kitab sifatus shofwah bab ahli ibadah dari bangsa jin, disebutkan beberapa jin yang menjadi waliyulloh. diantaranya.

Kisah Jin pertama:

Adalah Riwayat Sahal bin Abdillah saat bertemu dengan jin yang pernah bertemu dengan nabi Isa a.s dan nabi Muhammad S.a.w.

Ketika itu Sahl bin Abdillah berada di sebuah negeri bernama ‘Aad, beliau terkesan dengan sebuah kota yang di tengahnya terdapat sebuah gedung batu terukir yang dihuni oleh bangsa jin. Beliau pun masuk ke dalam gedung itu. Kemudian di dalamnya terdapat seorang lelaki yang tinggi besar sedang sholat menghadap kiblat. Lelaki itu memakai jubah yang terbuat dari bulu yang sangat indah. Beliau tidak hanya mengagumi bentuk tubuh lelaki itu yang tinggi besar, akan tetapi beliau juga lebih mengagumi keindahan jubahnya.

Kemudian beliau memberi salam kepadanya. Lelaki itu menjawab salamnya seraya berkata: “Hai Sahl, sesungguhnya tubuh itu tidak merusak pakaian. Akan tetapi yang merusak pakaian adalah bau dosa dan makanan yang haram. Jubah yang aku pakai ini berusia 700 tahun. Dalam jangka waktu itu aku bertemu dengan Isa dan Muhammad (alaihimas salam). Dan aku beriman kepada keduanya.”

Maka berkatalah Sahl, “Siapakah tuan?” Lelaki itu menjawab: “Aku termasuk di antara yang disebutkan dalam ayat pertama suroh al-Jinn “Katakanlah (hai Muhammad); Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengar sekumpulan jin (akan Al-Qur’an) ….” [Suroh Al-Jin : 1].

Apakah jin bisa mati?

Kisah Jin Kedua:

Kisah Jin yang mati akibat pengulangan ayat pengingat mati. Yahya bin Abdurrohman al-‘Ashri berkata, telah menceritakan kepadaku isteri Khulaid, dari Khulaid berkata, “Adalah aku berdiri sholat maka aku membaca ayat ini, “Setiap yang Bernyawa Pasti akan Merasakan Mati….”. [Suroh al-Anbiya’ : ayat 35], aku membacanya berulang-kali.

Tiba-tiba ada yang berteriak kepadaku dari sekitar rumah. “Berapa kali kamu ulang ayat ini? Kamu telah membunuh dengan ayat tersebut empat kumpulan jin. Sehingga tidaklah mereka mengangkatkan kepalanya ke langit melainkan mereka mati akibat engkau mengulang-ngulang ayat tersebut”.

Selepas itu Khulaid pun menjadi sangat sedih mengetahui hal demikian. Apakah jin bisa mati? Dalam Fatawa al Haditstiyyah Imam Ibnu Hajar halaman 155, berkata Al Hasan bahwa jin tidak bisa mati. Sedangkan menurut Ibnu Hajar sendiri; jin bisa mati karena sudah banyak kejadian mereka mati, dikafani, dan dipendam. Wallohu a’lam bishshowaab.

No comments:

Post a Comment