Monday, August 1, 2016

JALAN TAFAKUR ITU PENTING UNTUK IBADAH KEPADA ALLAH SWT

TAFAKUR adalah salah satu jalan penting untuk beribadah kepada Allah S.W.T. karena arti tafakur adalah berfikir dengan merenungi tentang segala ciptaan-ciptaan Allah, baik di langit dan di bumi dan juga diri kita sendiri serta makluk lainnya dan jalan tafakur atau berfikir ini dianjurkan oleh Allah swt sebagaimana firmanNya: “Sesungguhnya dalam penciptanan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya (kering) dan sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi sungguh (terdapat) tanda2 (Ke Esaan dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS.Al-Baqarah:164).

Jalan tafakur itu penting untuk ibadah kepada Alah S.W.T karena dengan kita menjalani tafakur ini kita dapat memperkuat iman atau keyakinan serta meningkatkan Tauhid kita kepada Allah swt, contohnya saja bila kita menafakuri (memikirkan) pohon buah dari awalnya biji kemudian tumbuh menjadi pohon lalu menjadi pohon besar yang bisa berbuah dan akhirnya bermanfaat untuk kehidupan manusia dibumi ini. Dari contoh pohon itu saja, semua kejadiannya tidak lepas dari campur tangan Allah swt Yang Maha Pencipta langit dan bumi beserta isinya. 

Dan begitu pula bila kita menafakuri diri kita sendiri hingga sampailah kepada mengenal siapa diri kita sendiri dan untuk apa kita hidup di dunia ini, dengan perasaan hati yang berserah diri kepada Allah swt, kerana kalau kita tidak mengenal siapa diri kita dengan bertafakur maka kita tidak akan mengenal Tuhan kita iaitu Allah swt dan sebagaimana disebutkan Allah swt dalam firmanNya: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku” (QS.Adz-Dzariyaat:56).

Di dlm menjalankan tafakur atau berfikir untuk beribadah kepada Allah swt ada batasan yang tidak boleh ditafakuri atau difikirkan oleh kita sebagai makhluk ciptaan Allah, iaitu bertafakur atau berfikir tentang Zat Allah, sebagaimana sabda Rasullulah saw: “Berfikirlah (perhatikanlah) mahkluk Allah, dan jangan memikirkan Zat Allah, maka sesungguhnya kamu tidak dapat memperkirakannya (menjangkaunya), atau membatasi kebesarannya”. Dan kita sebagai hamba Allah hanya boleh bertafakur seperti:

● Bertafakur tentang kekuasaan Allah di langit dan di bumi.
● Bertafakur tentang mahluk Allah.
● Bertafakur tentang kenikmatan yang diberikan Allah kepada diri kita dan makhluk Allah lainya.
● Bertafakur tentang janji Allah yang Maha Menepati Janji. 
● Bertafakur tentang ancaman Allah Yang Maha Pengancam.

Bertafakur atau berfikir adalah sebagai pelita hati, bila ia padam atau mati maka tidak ada penerangan baginya oleh sebab itu hati yg tidak suka merenungkan atau bertafakur ttg Kebesaran dan Kekuasaan Allah swt maka hatinya akan selalu gelap, karena diliputi oleh kebodohan dan tipu daya. Maka itulah pentingnya kita untuk bertafakur atau berfikir agar hati hidup dan terang untuk kehidupan di dunia ini yang kita jalani sekarang. Rasullulah saw bersabda: “Tafakur sesaat itu lebih baik dari pada ibadah satu tahun”. Maksudnya kita bertafakur atau merenung tentang apa saja yang ada Keagungan ciptaan Allah di muka ini dengan hati yang bersih atau lillah karena Allah. 

Kerana dengan jalan tafakur ini kita akan lebih khusuk dalam menjalankan ibadah kita terutama solat, kerana untuk menjadikan sholat khusuk kita harus terlebih dahulu mentafakuri ciptaan2 dan keagungan Allah sehingga menjadikan kita lebih beriman, bertauhid dan bertaqwa karena semua itu timbul dari kita bertafakur atau fikiran melihat kenyataan bahwa adanya makhluk menunjukan adanya Sang Penciptanya iaitu Allah swt dgn perasaan lebih dlm di hati kita.

No comments:

Post a Comment