Wednesday, August 24, 2016

RINDU YANG TAK PERNAH BERTEPI

Menurut Imam Al-Ghazali, Allah SWT pernah menurunkan wahyu kepada Nabi Daud a.s.: "Wahai Daud! Sampai bila engkau akan menyebut-nyebut Syurga dan tak pernah meminta perasaan rindu kepada-Ku?” Nabi Daud a.s. bertanya:“Siapakah orang-orang yang merindukan-Mu, ya Allah?”

Lalu, Allah menjawab: “Orang-orang yang merindukan-Ku adalah mereka yang Aku bersihkan dari segala kotoran dan Aku peringatkan mereka agar selalu waspada dan berhati-hati. Aku lubangi hati mereka agar mereka dapat melihat-Ku (yakni syuhud). Aku genggam hati mereka dengan tangan-Ku dan Aku letakkan di lapisan-lapisan langit-Ku. Lalu, Aku panggil Malaikat-Malaikat-Ku. Setelah berkumpul, mereka lalu bersujud kepada-Ku. Lalu, Aku katakan kepada mereka: “Aku memanggil kalian bukan untuk bersujud kepada-Ku. Aku memanggil kalian semua untuk mempertunjukkan hati orang-orang yang merindukan-Ku.

Sungguh Aku bangga kepada kalian, wahai orang-orang yang merindukan-Ku. Hati kalian menyinari Malaikat-Malaikat-Ku di seluruh penjuru langit-Ku, sebagaimana matahari menyinari bumi. Wahai Daud! Aku ciptakan hati orang yang merindukan-Ku itu dari keredhaan-Ku. Aku pun menganugerahkan hati itu cahaya wajah-Ku. Aku jadikan mereka juru bicara-Ku dan Aku jadikan tubuh mereka tempat Aku memandangi bumi. Aku lukai hati mereka sebagai jalan untuk melihat-Ku sehingga kerinduan mereka terus-menerus bertambah setiap hari.”

(Imam Al-Ghazali dalam Kitab Al-Mahabbah wa asy-Syawq wa al-Uns wa ar-Ridha). Mari lah teman, kita memusatkan tujuan agar hati kita dapat mencintai dan merindui Allah swt dan Rasulullah saw dengan banyak ingat (zikir) kepada Allah dan banyak berselawat kepada Rasulullah saw. Tiadalah dikatakan cinta bagi yang kurang menyebut-yebut dan kurang mengingat kepada yang dicintai (Ustaz Iqbal Zain).

No comments:

Post a Comment