Monday, February 22, 2016

DISANGKA ROTI RUPANYA WANG TUNAI RP40 JUTA

Pada suatu Ahad sore Abuya Dimyathi (Mbah Dim) Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten bercerita di dalam pengajiannya yang dihadiri oleh para jama'ah ulama / kyai dari berbagai wilayah Provinsi Banten, termasuk Tangerang. Sebagaimana biasa tempat duduk saya berada di bahagian paling depan dan pas berhadapan dengan beliau. Saya termasuk jama'ah yang paling muda dan bukan seorang ulama atau kyai.

Beliau bercerita di hadapan para jama'ah dengan penuh kasih sayang dan kharismatik: Pada suatu sore hari saya kedatangan tamu untuk bersilaturrahmi kepada saya sambil membawa sebuah bungkusan kantong plastik berwarna hitam. Kemudian, bungkusan itu diberikan kepada saya tanpa menyebutkan isinya. Alhamdulillah saya sangat senang menerimanya, kerana saya mengira bahwa bungkusan itu berisi roti yang enak (ada kemungkinan itu Sari Roti. WAllahu a'lam bish shawab). Kata beliau: Enak kali ya makan roti yang ada di bungkusan ini untuk buka puasa? Setelah tamu itu pamitan pulang, beliau membuka isi bungkusan itu. Alangkah terkejutnya beliau ketika melihat isi bungkusan itu.Ternyata bungkusan itu berisi uang tunai sebesar Rp 40 juta (diperkirakan kalau dibandingkan uang sekarang sekitar Rp 200 juta). 

Kemudian beliau berujar sambil marah: Saya sudah ditipu oleh tamu itu.
Seketika itu juga beliau memanggil santrinya.
Abuya: Wahai santri, ke sini !
Santri: Ya, ada apa buya?
Abuya: Tolong berikan bungkusan ini kepada tamu yang baru saja silaturrahim kepada saya.
Santri: Memangnya kenapa Buya?
Abuya: Saya sudah ditipu oleh dia.
Santri: Ditipu bagaimana Buya?
Abuya: Dia memberikan bungkusan ini untuk saya. Saya kira bungkusan ini berisi roti untuk buka puasa. Ternyata bungkusan ini berisi uang tunai sebesar Rp 40 juta. Sudah segera kejar tamu itu mumpung belum jauh dan berikan bungkusan yang berisi uang ini kepadanya.
Santri: Baik Buya.

Kemudian, santri mengejar tamu itu dan memberikan bungkusan yang berisi uang itu.
Itulah sifat wara'i dan zuhud yang dimiliki oleh Abuya Dimyathi, yang kesehariannya selalu mempergunakan waktunya untuk taat dan ibadah kepada Allah SWT seperti: mengajar kitab-kitab kepada santri-santrinya dan jama'ah pengajian, puasa shaum ad-dahri, tidak tidur malam dan menghidupkan malam harinya dengan mengerjakan berbagai macam ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, dsb.

بارك الله فينا وفيكم واهلنا واهلكم واهدنا واهدكم الى الصراط المستقيم.

No comments:

Post a Comment