Monday, February 22, 2016

TAKBIRATULIHRAM

1. Bahwa takbir engkau dengan sah lagi jasan yakni yaqin.

2. Bahwa adalah hatimu itu hadir dengan Allah ta’ala yakni ingat kepada Allah ta’ala, maka takbir engkau serta membenarkan Allah ta’ala

3. Takbir engkau itu menjauhi apa yang dilarang Allah swt.

4. Bahwa diwaktu mengangkat takbir itu tempat perhimpunan dari pada “LA ILAHA ILLA Allah” yaitu pandangan kita hanya kepada Allah semata-mata.artinya diri kita itu fana sekali-kali tidak mempunyai, melainkan hanya Ujud Allah jua adanya.

5. Solatmu itu dikerjakan dengan khusyu’ artinya tetap hatimu menghadap kepada Allah ta’ala fan tetap angota jangan bergerak yang sia-sia.

6. Hendaklah sembahyangmu itu ikhlas artinya bersih amal ibadat kita semata-mata kerana Allah ta’ala.

7. Sujud engkau itu, munajat artinya berkata-kata dengan Allah ta’ala didalam solat - pada, rasanya didalam rahsia hatinya, itulah orang munajat dihadirat Allah Ta’ala.

8. Dan Takbir engkau itu, hadir hatimu kepada Allah Ta’ala. Hadir artinya tiada berpaling kepada sesuatu didalam solatnya.

Zat wajibal wujud qadim yang disembah. Harap karunia ampun,rahmat dari pada Allah LA ILAHA ILAllah: Bagi Ruhul Hayat. MUHAMMAD DARRASULULLAH: Bagi Tubuh Insan Kamil.
“Ruhul Hayat itu artinya Allah Ta’ala tajallia kepada Hayat. Tubuh Insan Kamil itu artinya Tubuh Insan yang sempurna atau Tubuh Muhammad yang sempurna. Muhammad itu tiada jua sifat kebesaran,keelokan dan kesempurnaan.Sabda Nabi SAW. Artinya : Barang siapa yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja maka sesungguhnya kafir yang nyata.

Ini adalah keterang dari pada mengenal jalan atau Aqidatun Rajih. Caranya kita hendak mengangkat Takbiratul Ihram yaitu kita tarik nafas kita dengan HU (haqiqatnya Aku (Aku-Besar-Allah) masuk kedalam,setelah itu angkat Takbir”Allahu Akbar” dengan qashad, Ta’aradl dan Ta’ayyin,- (tubuh hati-ruh).

Dan didalam kita mengucapkan Takbir itu,diri kita fana dalam kalimah LA ILAHA “Allah” tidak ada pengakuan kita, artinya fana hanya Allah Ta’ala semata-mata bukan kita,kerana kita ini hamba.

- Tatkala kita mengangkat Takbir ingat akan Zat-Alif.
- Tatkala kita ruku’ ingat akan Sifat-Lam Awwal.
- Tatkala kita I’tidal ingat akan Asma’-Lam Akhir.
- Tatkala kita Sujud ingat akan Af-al-Ha.

Zat-Alif Sifat-Lam Asma’-Lam Af-al-Ha

- Adapun Alif itu,ibarat Zat Allah menjadi Rahsia kepada Muhammad menjadi cahaya kepada kita.

- Adapun Lam Awwal itu,ibarat sifat Allah,menjadi rupa kepada Muhammad menjadi tubuh kepada kita.

- Adapun Lam Akhir itu,ibarat Asma’ Allah,menjadi ilmu kepada Muhammad menjadi iman kepada kita.

- Adapun Ha itu,ibarat Af-al Allah,menjadi kelakuan kepada Muhammad,menjadi hati kepada kita.

Maka Hu itu artinya Akulah Allah.

Zat-Ma’rifat - Adapun Zat itu nyata kepadaMa’rifat. Sifat-Haqiqat - Adapun Sifat itu nyata kepada Haqiqat. Asma’-Tarekat - Adapun Asma itu nyata kepada Tarekat Af-al-Syariat-Adapun Af-al itu nyata kepada Syariat. Adapun Syariat itu nyata pada kelakuan Tubuh Insan. Adapun tarekat itu nyata kepada kelakuan Hati Insan. Adapun Haqiqat itu nyata kepada kelakuan Nyawa Insan
Adapun Ma’rifat itu nyata pada kelakuan Pu’ad (jantung). Zat-Ma’rifat Rahsia (Min-Zat). Sifat-Haqiqat Nyawa ( Ha-Sifat ). Asma’-Tarekat Hati ( Mim-Asma’). Af-al-Syariat Tubuh ( Dal-Af-al )

Yang dinamakan hamba itu,oleh Allah SWT adalah Muhammad, kerana Muhammad itulah yang menpunyai : Tubuh – Hati – Nyawa – rahsia. Muhammad itu hamba, artinya ilmunya :Rahsia Allah.

No comments:

Post a Comment