Saturday, January 16, 2016

HUBUNGAN ZIKIR DENGAN HATI

At Tirmidzi, seorang Sufi dari Termez, Uzbekistan, sebagaimana dikutip oleh Abu Nu'aim Al Ashfahani dalam Kitab Hilyab al-Auliya menggambarkan hubungan zikir dengan ketenteraman hati sebagai berikut:

Dengan mengingat Allah (yang diresapkan ke dalam kalbu), hati seseorang akan menjadi lembut. Sebaliknya, hati yang lupa kepada Allah dan dipenuhi oleh rekaman tentang (berbagai dorongan nafsu) dan kelazatan hidup semata, akan menjadi keras dan kering. Kalbu seseorang tidak berbeza dengan sebatang pohon. Pohon akan segar, rimbun dan penuh dengan dedaunan yang menyejukkan apabila ia menyerap air yang cukup. Apabila sebatang pohon tumbuh di tempat yang tidak berair, maka dahan dan ranting pohon itu akan kering kontang dan dedaunnya pun akan berguguran.

Demikian pula hati kita. Zikir merupakan mata air kehidupan. Hati yang kosong dari zikir kepada Allah berarti kekurangan mata air kehidupan. Hati akan kering, gersang, keras, dan penuh dengan bara hawa nafsu dan syahwat, dan akhirnya menjadi enggan berbakti kepada Allah. Jika terus dibiarkan, hati akan pecah berkeping-keping; yang hanya akan menjadi bara api neraka.

Sebenarnya, kelembutan hati dan ketenteramannya merupakan rahmat Allah. Allah-lah yang memantulkan cahaya kedalam hati seseorang kerana zikir kepada Allah dengan kasih sayangnya.

No comments:

Post a Comment