Saturday, April 2, 2016

JANGAN PERNAH MENENTANG ALLAH

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Betapa hebatnya engkau, jika kau berani marah kepada Allah dan berburuk sangka kepada-Nya, berani menantang-Nya, menganggap-Nya telah lambat dalam memberikan rezeki, kekayaan, menghilangkan kesulitan dan musibah. Berani-beraninya, kau beranggapan seperti itu?!

Apakah engkau tidak tahu bahwa setiap masa itu telah ditentukan dalam buku catatan-Nya? Apakah engkau tidak tahu bahwa setiap bertambahnya ujian dan kesulitan, maka akan semakin tinggi pula tujuanmu dan kemungkinan tercapainya. Ketentuan ini tidak dapat didahulukan atau diakhirkan. Waktu tibanya kesengsaraan tidak dapat dibalik menjadi kesenangan.Keadaan fakir tidak dapat diubah menjadi kaya. Semuanya tidak ditentukan oleh dirimu, tapi hanya Dialah yang Maha Berkuasa.

Maka, berbaikilah tata krama dan adabmu di hadapan-Nya. Bersikaplah diam, ridha, dan muwafaqah (menyesuaikan diri) kepada Allah SWT. Bertobatlah kepada-Nya atas sikap marahmu kepada-Nya dan atas prasangka burukmu terhadap takdir-Nya.

Allah SWT adalah Zat Yang Tunggal, Esa, dan Maha Bersendirian sejak zaman azali, Dia Maha Ada sebelum segala sesuatu ada. Dialah yang menciptakan segala sesuatu, dan menciptakan semua manfaat dan madharat. Dia Yang Mahatahu tentang permulaan perwujudan, penghilangan, penghancuran dan akhir dari segala sesuatu. Allah SWT adalah Zat Yang Maha Bijaksana dalam takdir-Nya dan Mahayaqin dalam semua ciptaan-Nya. Tidak ada penentangan dalam ketentuan-Nya.

Dia tidak menciptakan sesuatu yang tidak ada gunanya, atau tak ada artinya dan juga tidak main-main dalam ketentuan-Nya. Tidak diperbolehkan adanya hal-hal yang bertentangan dan celaan terhadap semua ketentuan-Nya. Maka, tunggulah masa yang lapang, jika engkau tidak mampu untuk muwafaqah (menyesuaikan diri) dengan takdir-Nya, tidak mampu untuk ridha dan tidak merasa cukup atas ketentuan-Nya, hingga datangnya masa yang telah ditentukan Allah. Waktu malam telah habis dan berubah menjadi siang. 

Jika engkau mencari cahaya siang dan cahaya malam di antara waktu Magrib dan Isya, maka pasti tidak akan diberi, karena hanya kegelapan malamlah yang bertambah. Begitu juga jika engkau menginginkan cahaya malam, saat matahari telah terbit, maka permintaanmu pasti tidak akan dikabulkan”. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Futhul Ghuyub). 

No comments:

Post a Comment