Sunday, May 8, 2016

KECINTAAN CAHAYA SYURGA

Hari bahkan detik ini, berlarilah mengejar cahaya surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Berprasangkalah yang baik kepada Allah, karena Allah akan berbuat sebagaimana prasangkamu kepada-Nya. Yakinlah bahwa Dia lebih cepat pengampunannya. Dia sangat sabar menunggumu di pintu-pintu tobat. Bahkan, sebelum nyawa tersedak di tenggorokan, sebelum kaki beku, lidah kelu Allah masih setia menjaga pintu tobat, karena kasih sayang kepada hamba-Nya

Manfaat puasa lainnya adalah membuat seorang hamba dapat memahami dirinya sendiri dan juga kebutuhannya, kelemahan dan kebutuhan dirinyaakan Rabb-nya. Puasa juga mengingatkan diri akan keagungan nikmat Allah yang telah diberikan. Hal ini diperkuat oleh beberapa hadis Rasulullah Saw bersabda: Lakukanlah puasa karena dapat menimbulkan kerehatan dan menghilangkan kesulitan.

Diriwayatkan juga melalui Imam Baqir ada hadis yang menyatakan: Puasa memberikan ketenangan hati.

Agar tubuh kita tidak dikuasai oleh jiwa yang jahat, maka jalan keluarnya adalah selalu mengingat Allah SWT. Dalam sebuah referensi disebutkan, puasa merupakan jalan untuk membangun kekuasaan jiwa, menguatkan serta meneguhkannya untuk melaksanakan risalahnya

Kecintaan terhadap orang-orang saleh bisa mengantarkan seseorang untuk memperoleh syafaat, tapi kecintaan yang hakiki harus ditunjang dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul.

Maka, dalam Quran Surah An Nisa ayat 69, Allah SWT menegaskan: “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan diikutsertakan dengan orang-orang yang telah mendapat nikmat dari Allah, yakni para nabi, para shiddiqin (orang- orang yang sangat jujur dan konsisten memegang agama), para syuhada (para pejuang yang tewas sebagai martir), dan para shalihin (orang-orang yang kaya dengan amal saleh). Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

Itu sebabnya, kendati Rasulullah SAW punya hak untuk meluluskan permintaan pembantunya, beliau tak serta merta mengabulkan, melainkan meminta agar Rabiah berusaha mewujudkan keinginannya dengan amal saleh.

Suatu malam, Rasulullah SAW memanggil pembantunya, Rabiah Kaab Al Aslami, untuk mengambilkan air wudhu dan mengerjakan keperluan lain. Usai Rabiah melaksanakan tugas, tiba-tiba Rasulullah bersabda, Sekian lama engkau mengabdi kepadaku, aku belum sempat membalas jasamu. Sekarang, mintalah yang engkau suka dariku. Setelah berpikir sejenak, Rabiah menjawab, Ya Rasulullah, aku tak berharap balas jasa. Aku cuma mohon satu hal, perkenankan aku meneruskan pengabdian melayani engkau di surga kelak.

Membantu Rosulullah SAW karena Allah, melancarkan perjuangannya, menyebarkan Risalah Allah SWT dalamnya hati seorang yang jujur atas kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Dimana menyalahi tuntunan ini sangat dikhawatirkan menjadi orang Fasiq. Kefasiqan dikarenakan dominannya hati terhadap duniawi, melebihi cintanya kepada Allah SWT. Dan Allah menyebutkan daftar tandingan2nya yang menyebabkan kefasiqan, dan tidak dibimbing kehidupannya kepada hidayah, jalan keselamatan.

(At Taubah :24) Katakanlah: Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu CINTAI dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjuang di jalan-Nya, maka TUNGGULAH sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang FASIK. 

No comments:

Post a Comment