Tuesday, June 14, 2016

KISAH WALI DAN KETURUNAN RASULULLAH

Bila ada salah seorang anak keturunanku, apa tidak ada jalan yang baik untuk membawanya menjadi baik? Sungguh… hancurnya hati anak cucuku itu telah sampai padaku. Ada seorang Waliyullah yang setiap malam bermimpi Rasulullah Saw, dan pada suatu hari dia berjumpa dengan seorang yang dia kenal sebagai anak cucunya Rasulullah Saw. Dia melihat orang itu dalam keadaan mabuk (Anak Cucu Rasul sama seperti umumnya manusia, ia bergaul seperti yang lain).

Dan kemungkinan dalam kisah ini yang dimaksud jauh dari Agama dan bergaul dengan bebas, atau memang mungkin ia sangat tidak mengerti bahwa dirinya adalah Cucu Rasul. Akhirnya si Wali tersebut menegurnya, dan sambil mencaci maki: ”Kamu ini nggak tahu diri jadi cucu Rasul, malah mabok-mabokan bukan nyontohkan yang benar!”. Di jawab oleh orang tersebut: ”Emang apa urusan Bapak dengan saya?”. Belum selesai orang tersebut bicara si Wali dengan kesal menamparnya dan sambil berkata: ”Dasar nggak tahu di untung! Pergi kamu! Biar sadar diri, kamu itu Cucu Rasul gak seharusnya begitu!”. Akhirnya pergilah orang tersebut dengan menahan kesal pada si Wali yang memaki dan menamparnya

Singkatnya, dimalam hari si Wali tidak lagi bermimpi Rasulullah Saw… Hari berganti hari dan terus sampai seminggu lamanya… Yang pada akhirnya si Wali tersebut memohon kepada Allah Swt agar ia bisa mimpi lagi berjumpa dengan Rasul Saw. Dimalam harinya dengan izin Allah si Wali dapat bermimpi Rasulullah Saw lagi dan didalam mimpi itu si Wali berlari dan berusaha ingin mencium Tangan Rasulullah Saw...Tetapi Rasul tidak mengizinkannya. Pada akhirnya si Wali pun bertanya pada Rasul Saw, hal apa yang membuat ia tidak bisa lagi bertemu dengan Rasulullah dalam mimpinya?

Rasulullah Saw menjawab pertanyaan si Wali tersebut: ”Ketahuilah olehmu...Sesungguhnya aku ini enggan untuk berjumpa denganmu dan ini adalah karunia kasih sayang Allah kepadamu agar kita bisa di pertemukan, Aku enggan bertemu denganmu karena kamu telah menyakiti hati anak cucuku, kamu memakinya bahkan kamu berani menamparnya”. Bila ada salah anak keturunanku, apa tidak ada jalan yang baik untuk membawanya menjadi baik… Sesungguhnya hancurnya hati anak cucuku itu telah sampai padaku”. Mendengar jawaban dari Rasulullah Saw si Wali terbangun dari tidurnya dan menangis sejadi-jadinya, menyesali apa yang di perbuatnya dan keesokan harinya ia mencari orang yang masih termasuk anak cucu Rasul yang kemarin dimaki dan ditamparnya untuk meminta maaf padanya.

Akhirnya mereka bertemu dan berjumpa, lalu si Wali meminta maaf pada si anak cucu Rasul itu atas perbuatannya...Terkaget kagetlah cucu Rasul tersebut dan terdiam, tidak lama menangis sejadi-jadinya seraya berkata: ”Kirimkan Salam pada Datukku, aku sudah memafkan kamu dan aku mau merubah diriku mengikuti perjalanan sebagai mana yang digariskan oleh Datukku Rasulullah Saw”. Di kesempatan malam berikutnya si Wali kembali bermimpi Rasulullah yang pada kesempatan tersebut Rasul tersenyum padanya dan memanggil dirinya, dengan rasa senang yang tidak terhingga si Wali itu berlari dan mendekati Rasul lalu mencium tangannya yang mulia sepenuh hatinya, lalu Rasulullah Saw berkata pada si Wali tersebut: ”Ketahuilah olehmu...Andai cucuku itu tidak memaafkan dirimu, sampai kapanpun aku tidak mau bertemu denganmu, bersyukurlah pada Allah yang telah menyelamatkan kamu dari hal tersebut”. Sumber cerita : Al Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf. Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

No comments:

Post a Comment