Sunday, June 19, 2016

MUHIYIDIN DAN MALAIKAT

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir rah maanir rah iim. Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muh ammadin wa 'alaa aalihi wa Shah bihi ajma’iin. Grandsyekh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani QS bercerita tentang Syekh Muhiy-id-Din QS yang melakukan perjalanan dengan sebuah kapal di tengah laut yang mengamuk. Beliau menulis dalam sebuah kertas, “Wahai laut, engkau harus tenang karena “samudra yang luas” ada padamu.”

Kemudian beliau menjatuhkan kertas itu ke dalam laut dan dengan segera laut menjadi tenang. Tiba-tiba seekor ikan yang besar muncul dan berkata, “Wahai Muhiy-id-Din QS, Aku mempunyai sebuah pertanyaan, jika seorang wanita mempunyai suami yang tiba-tiba berubah menjadi batu, apakah ia harus menunggu selama 3 bulan (masa idah dalam perceraian) atau 4 bulan dan 10 hari (masa idah dalam kematian)?” Muhiy-id-Din QS tidak menjawab, tetapi beliau mengerti bahwa pertanyaan itu muncul karena beliau telah menyebut dirinya “Samudra yang Luas”. Segera beliau melakukan sujud dan memohon ampun.

Itu bukanlah ikan biasa, tetapi malaikat yang dikirim Allah SWT untuk mengajarinya bahwa dalam setiap tingkat pengetahuan ada tingkatan yang lebih tinggi lagi dan tidak ada batasnya. Kalian tidak bisa menemukan batasan bagi ilmu pengetahuan. Untuk setiap kesombongan yang kalian lakukan, akan datang sesuatu untuk menunjukkan betapa lemah dirimu. Allah SWT dapat memberi lebih dari yang kalian miliki kepada seseorang. Allah SWT menghinakan dan menghancurkan Namrud dengan seekor nyamuk yang lemah. Rasulullah SAW bersabda, “Mungkin saja seorang yang lusuh dan berdebu yang tidak disukai oleh orang lain, jika ia meminta kepada Allah SWT, doanya akan dikabulkan.” Ini mengajarkan kepada kita agar menjadi orang yang rendah hati terhadap Tuhan kita. Orang yang rendah hati selalu berada dalam keselamatan di dunia dan akhirat.

Jangan tunjukkan kekuasaanmu atau jabatanmu, atau kekayaanmu kepada orang-orang. Mungkin saja semuanya akan diambil dari dirimu dan diberikan kepada orang lain. Jangan memandang rendah orang lain karena Allah SWT akan merendahkan kalian dan menaikkan derajat yang lain. Itu adalah Atribut-Nya, Dia Maha Menaikkan dan Maha Merendahkan.

No comments:

Post a Comment