Saturday, June 25, 2016

RINDU ADALAH KENDERAAN SEORANG SALIK

(Syaikh Abu Madyan al-Maghribi) Suluk. Syaikh Abu Madyan al-Maghribi r.a berkata,”Jika kau kosong dari rasa rindu, kau pasti tertinggal. Jika kau putus asa, pasti kau kehilangan cinta”. “Jika kau kosong dari rasa rindu, niscaya kau tertinggal di jalan ini, karena yang mendorong salik bergerak menuju Allah adalah kerinduan sempurna. Dan jika kau berputus asa di jalan ini, pasti kau kehilangan cinta, karena yang dapat memiliki cinta hanyalah orang mulia yang senantiasa mengharapkan nikmat perjumpaan. Jika kau tidak memiliki rasa rindu, kau akan dijatuhkan tungganganmu. Dan jika kau tak berusaha meraih rindu, tentu kau akan lebih mencintai dunia dibanding Tuhan.

Karena itu, wahai saudaraku, renungkanlah nikmat Tuhan sesering-seringnya agar rasa rindu mendorongmu kepada-Nya, dan kau tidak lagi mencintai dunia. Ketahuilah, segala nikmat yang kau dapatkan, lahir maupun batin, merupakan karunianya. Sementara, setiap nikmat yang luput darimu sesungguhnya merupakan kelembutan dan kebaikan-Nya kepadamu. Allah berfirman, “Semua nikmat yang ada padamu berasal dari Allah.”(QS An-Nahl:53). Syaikh Abu al-hasan al-syadzili r.a. berkata, “Kami adalah kaum yang hanya mencintai Allah.” Seseorang berujar kepadanya, “Nenek moyang kita berkata,’Telah digariskan bahwa hati akan cenderung kepada yang berbuat baik kepadanya.

Syaikh menjawab,”Bagi kami, hanya Allah yang berbuat baik, sehingga hati kami cenderung kepada-Nya. Itulah tauhid yang benar. Orang yang telah hadir bersama Allah tidak akan melihat ada yang berbuat baik kepadanya kecuali Allah Yang Maha Esa, yang tidak lahir dan tidak dilahirkan, dan yang tidak ada satu pun sekutu bagi-Nya.”

Perhatikanlah saudaraku, karunia Allah kepadamu yang diungkapkan dalam surah al-Waqi’ah. Betapa karunia-Nya yang agung dan mulia telah membangkitkanmu. Semoga cahaya cinta kepada-Nya bersinar terang dalam hatimu. Sungguh Allah telah bernurah hati menciptakanmu dari tiada. Kemudian Dia memberikan makanan yang kau butuhkan. Setelah itu, Dia sempurnakan kemurahan-Nya dengan memberikan sesuatu yang bisa menutupi auratmu. Dia lengkapi semua nikmat itu dengan meresapkan kelezatan di dalamnya.

Saudaraku, jika kau menyadari semua ini, bagaimana mungkin masih tersisa kecenderungan dan kecintaan kepada selain Allah?! Jika kau memahaminya, bagaimana mungkin kau tidak menjadikan jiwamu sebagai penjaga karunia ini serta Syaikh-mu sebagai pemandu yang mendukung perjalananmu menuju kesempurnaan?” (*Sumber: Syarh al-Hikam al-Ghawtsiyyah Syekh Abu Madyan al-Maghribi ; Mengaji Al-Hikam Jalan Kalbu Para Perindu Tuhan).

No comments:

Post a Comment