Tuesday, June 21, 2016

SEMBILAN SEMBOYAN WALISONGO DALAM BERDAKWAH

1). Senjoto Kalimosodo: Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT, Kalimosodo: Kalimat Shahadat AHADIAH yaitu DZIKIR Laailahaialloh beserta isi dari kalimah itu yaitu ISMUDZAT (Dzikir Khofi, Dzikir Ruh dan Dzikir sirr)

2). Digdoyo Tanpo Aji: Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan di fitnah tetapi mentalnya teguh, dan tidak pernah sakit hati, justru Walisongo sangat mencintai orang2 yg membencinya, karena yg membencinya itu belum faham juga belum mendapatkan hidayah.Wali songo "Teu medal sila upama kapanah" maksudnya yaitu tidak pernah tersinggung dan marah walau disakiti dan dibenci,selalu berjaya walau tanpa kesaktian,karena mereka hanya berpegang teguh kepada Alloh SWT,aji pasrah lan tawakal billah.

3). Mabur Tanpo Lar /Terbang tanpa Sayap: Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yg nampak,maksudnya secara dzahir adalah setiap pepatah kata2nya selalu jadi buah bibir masyarakat sampai ketempat jauh,berbekas dihati umat. Secara Batin adalah Ruh Qudsy walisongo sukmane urip lan bisa hadir disetiap tempat.

4). Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki: Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yg kelihatan. ITIHAD Manungguling semesta alam, Ana sirra - Ana ingsun, Puser jagat Qutubul Alamin

5). Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo: Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan,tetapi dg membawa kasih sayang yg tulus penuh KELEMBUTAN welas lan asih yg akan diterima oleh setiap orang disetiap daerah.

6). Tarung Tanpo tanding: Selalu mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya sendiri,tidak pernah berdebat, bertengkar atau berselisih faham, tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini yg begitu luwes bil-Ruh,bil-Lisan,bil-Hal.

7). Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan: Tidak pernah merendahkan orang lain, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap berbaik sangka, selalu melihat orang lain dari sisi kebaikannya.

8). Mulyo Tanpo Punggowo: Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama,tidak pernah mesantren dan bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi hanya manusia biasa yg sudah mengenal dirinya dan mengenal Tuhannya (marifat) yang menjadikan dakwah sebagai maksud dan tujuanya untuk menggapai ridha Alloh SWT.

9). Sugih Tanpo Bondo: Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya. (Sumber dari Kitab Babad Tanah Jawi dan Perkembangan islam Di Timur Jauh,Al-Maktab-Al daimi). Semoga kita semuanya bisa meneladani dan mengambil hikmah dari tulisan diatas, Aamiin.

No comments:

Post a Comment