Monday, February 9, 2015

IJAZAH DOKTOR TAFSIR DIAMALKAN SETELAH KHURUJ 3 HARI

Subhanallah asbab adanya dakwah ummat manusia mengenal Allah ta`ala… ana berlatar belakang salafi, dari kecil belajar dari ulama2 salafi, sampai akhirnya ana menemukan hidayah utk mencintai jama`ah tabligh, ana mencoba utk ikut program khuruj 3 hari bersama jama'ah Madinah waktu ana di malaysia, dan subhanallah muskilah2 yg selama ini tersusun rapi dalam pikiran ana tentang jama`ah tabligh terjawab semua... ternyata Rasulullah saw pun pernah mengutus rombongan Khalid bin Walid ra ke Najran utk berdakwah selama 3 hari, kemudian pulang ke markaz madinah dg membawa Tsykilan bani harist bin Ka`ab..

kepada ikhwan2, mohon bantuan do`a dan dukungan utk ana yg masih sangat sedikit memahami usaha dakwah yg dihidupkan kembali oleh Syeikh Muhammad ilyas Al-kandhalawi rah.a... setelah ana ikut program khuruj, ikhwan2 salafi banyak yg menghujani ana dg berbagai pernyataan yg sangat tdk pantas diucapkan, tapi ana bersabar dan ana kembalikan semua kepada Allah ta`ala pemilik kebenaran yg sebenarnya.. jika ikhwan2 yg tergabung di grup ini sering mendengar fatwa2 miring tentang usaha dakwah ini, itu adalah kerjaan oknum yg baru mempunyai sedikit ilmu tp udh takabbur… dan sampaikan permohonan maaf ana kepada ikhwan2 tabligh yg pernah ana usir waktu hendak mengadakan khuruj di masjid yg ana kelola... 

ternyata pengusiran itu berbuah hidayah.. setelah mengusir jama`ah, ana berangkat umroh dan menceritakan kepada guru ana, Syeikh Mokhtar (imam Masjid nabawi), ternyata beliau memarahi tindakan ana yg mengusir jama`ah khuruj 3 hari.. akhirnya ana merenung dan sll terbayang para jama`ah yg ana usir, senyum keikhlasannya terpancar sangat mempesona, dan akhirnya ana putuskan utk meminta restu beberapa Syeikh di masjid nabawi bahwa ana akan mencoba menyelidiki jama`ah tabligh... 

Akhirnya Allah ta`ala pilih malaysia sebagai tempat ana bergabung dg jama`ah tabligh... Sepulang umroh ana satu pesawat dg jama`ah dari madinah yg hendak khuruj 4 bulan, ana sekursi dg Ahmad Moorseed orang yanbu`, dg kelembutan dan kemuliaan akhlaknya beliau banyak cerita2 pengalamannya dalam jama`ah tabligh.. akhirnya sesampai di Sri Petaling, ana diajak menjumpai Mulwi (maulana) hamzah, dari lisan beliau keluar kata2 yg sangat mengetuk hati ana, bahwa yang akan diterima Allah ta`ala bukanlah hujjah yg baik, tapi amal yg baiklah yg akan menjadi ukuran kesuksesan manusia dalam kehidupan setelah mati... 

Ana langsung sujud syukur dan tak henti2nya menangis, teringat saudara2 yg pernah ana usir dari masjid… ana akhirnya diputus oleh musyawarah khuruj bersama jama`ah madinah sekalian bantu tenaga sbgai mutarjim, ana khuruj di kelantan… setelah khuruj 3 hari rasanya subhanallah, ijazah Doktor tafsir yg ana dapatkan dari Jami`ah islamiyyah Madinah baru saja ana amalkan setelah ikut khuruj 3 hari… sekarang ana konsentrasi utk merintis ma'had Tahfidz Al-Qur`an program 7 bln, dan alhamdulillah telah meluluskan santri hafidz 30 juz selama 8 bulan yang sekarang sdg melanjutkan belajar di makkah Al-Mukarromah… jika ikhwan2 di grup ini mendapatkan pertanyaan dari ikhwan2 salafi tentang kesesatan jama`ah tabligh versi mereka, maka dg segala keterbasan ilmu ana siap bantu memberikan jawaban, karena ana pernah lgsg Mulazamah dg Syeikh Bin Bazz selama 3 tahun, jadi ana tahu betul fatwa beliau tentang jama`ah tabligh… demikian sedikit pengalaman ana setelah ana ikut jama`ah dakwah tabligh...

sumber: Abu Nashir Al-Makki. tambahan: penulis pernah belajar di Ma'had Abu Bakar sewaktu di Pakistan.. tambahan penulis: alhamdulillah ulama2 Haramain udh banyak yg mendukung usaha dakwah jama`ah tabligh, waktu musim haji kemaren ana bawa maulana Ahmad Lath utk khususi dg beberapa Imam Masjidil haram, diantara Syeikh Maheer Al-Muaeqly, Alhamdulillah beliau ternyata pernah mendapatkan beberapa sanad hadist dari Deoband, jadi nyambung keilmuannya dg ulama2 dakwah…

No comments:

Post a Comment