Sunday, July 17, 2016

TAUHID

Tauhid Rububiyah: Tauhid ini adalah mengesakan Allah dlm segala perbuatanNya. Tauhid ini diakui oleh org2 kafir pada masa Rasulullah s.a.w. Namun, mereka tidak dimasukkan dlm golongan Islam dan diperangai oleh baginda, dihalalkan darah dan harta benda mrk. Firman Allah s.w.t, artinya, “Katakanlah: ‘Siapakah yg memberimu rizki dari langit dan dari bumi? Siapakah yg memberikan pendengaran dan penglihatan? Siapakah yg mengeluarkan yang hidup dari yg mati dan mengeluarkan yg mati dari yg hidup? Siapakah yg mengatur segala urusan?’. Mereka akan menjawab: ‘Allah’. Sbb itu kata kanlah: ’Mengapakah kamu tidak bertakwa?” (Yunus:31). Ayat2 lain yg senada dgn ini banyak sekali dlm Al-Quran.

Tauhid Uluhiyah: Tauhid ini menjadi ajang perselisihan pada masa dahulu hingga sekarang. Yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan2 hamba, seperti: do’a, nadzar, penyembelihan, berharap, takut, tawakkal (berserah diri), dan berbagai macam ibadah yang ada dasarnya dalam Al-Qur’an.

Tauhid Zat, Asma dan Sifat: Firman Allah s.w.t ,artinya, “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah yang dituju (untuk memohon). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (Al-Ikhlas:1-4). “Hanya milik Allah asma’ husna (nama2 yg maha indah), karena itu memohonlah kpdNya dgn nama2 itu, dan biarkanlah org2 yg menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama2Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan:.(Al-A’raf:180). “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Melihat”. (Asy-Syura:11).

Lawan Tauhid Adalah Syirik: Syirik ada 3 macam, yaitu: Syirik Akbar (besar), Syirik Ashghar (kecil), dan Syirik Khafi (terselubung).

a) Syirik Akbar: Syirik Akbar tidak diampuni oleh Allah, dan amal shaleh yang disertai syirik ini tidak diterima. Firman Allah s.w.t,artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni jika Dia dipersekutukan dgn lainNya dan akan mengampuni (dosa) selain itu bagi siapa yg Dia kehendaki. Barangsiapa yg menyekutu kan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yg besar”(An-Nisa:48).“… padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya org yg mempersekutu kan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempat tinggalnya ialah neraka, dan tidaklah ada bagi org2 zalim itu seorang penolongpun” (Al-Maidah:72). “Dan kami hadapi segala amal yg mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yg berterbangan”.(Al-Furqan: 23). “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk org2 yg merugi”.(Az-Zumar: 65). “.. Seandainya mereka mempersekutukan (Allah), niscaya lenyaplah dari mereka amalan yg telah mereka kerjakan” (Al-An’am:88). Syirik Akbar Ada Empat Macam:

1) Syirik dalam Do’a: Firman Allah s.w.t, artinya, “Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdo’a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; tetapi tatkala Allah memyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”(Al-An-kabut:65).

2) Syirik dalam Niat: Kehendak dan Tujuan. Firman Allah: “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kpd mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dgn sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah org2 yg tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yg telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yg telah mereka kerjakan” (Hud: 15-16).

3) Syirik dalam Ketaatan: Firman Allah s.w.t:  “Mereka menjadikan org2 alim dan pendeta2 mereka sebagai tuhan2 selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”(At-Taubah:31). Pengertan yang jelas dalam ayat ini bahwa tidak diperkenankan taat kepada ulama’ dan manusia pada umumnya dalam hal kemaksiatan, bukan ajakan baik mereka. Sebagaimana Rasulullah s.a.w pernah menerangkan kepada Adi bin Hatim tatkala beliau ditanya, bahwa kita bukan menyembah mereka (ulama’ atau pendeta maupun hamba lainnya), tetapi arti penyembahan itu adalah mentaati mereka dalam kemaksiatan.

4) Syirik dalam Cinta Kasih: Firman Allah, “Dan di antara manusia ada yang menjadikan sekutu-sekutu selain Allah, mereka mencintainya seperti mencintai Allah…”.(Al-Baqarah: 165)

b) Syirik Ashghar: Syirik Ashghar adalah riya’(pamer). (Terdapat sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad, (yg artinya): “Sesungguhnya perkara yg paling aku khawatirkan kpd kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’ (pamer).” (Terdapat sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad, (yg artinya): “Sesungguhnya perkara yg paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’ (pamer)”. Firman Allah: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorgpun dlm beribadah kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi:110).

c) Syirik Khafi (Terselubung): Ada hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim, yang artinya: “Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang merayap di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita. Sekecil-kecilnya syirik adalah apabila menyenangi kezhaliman dan membenci tindak keadilan. Bukankah sesungguhnya agama itu cinta dan benci? Allah berfirman: ‘Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31). (Ada hadits diriwayatkan oleh Al-Hakim, (yang artinya): “Syirik itu lebih samar dari semut hitam yang merayap di atas batu hitam pada waktu malam gelap gulita. Sekecil-kecilnya syirik adalah apabila menyenangi kezhaliman dan membenci tindak keadilan. Bukankah sesungguhnya agama itu cinta dan benci? Allah berfirman: ‘Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi), pasti Allah akan mencintaimu’.” (Ali ‘Imran: 31). Syirik terselubung yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam haditsnya, bahwa ada syirik pada umat ini yang lebih tersembunyi daripada merayapnya semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pada malam gelap gulita. Adapun cara yang diajarkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam menghapus syirik terselubung adalah dengan do’a yang selalu beliau ucapkan:

 اَللّهُمَ إٍنّيِ أَعُوذُبِكَ أَنْ أُشْرِكَ شَيْئًا وَأَناَ أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذَّنبِ الَّذِي لاَ أَعْلَمُ 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari segala perbuatan syirik yang kuketahui, dan aku memohon ampunan-Mu dari dosa yang tidak kuketahui”.

No comments:

Post a Comment