Friday, March 11, 2016

HAKIKAT IMAN RABIAH AL ADHAWIYAH

Dalam kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha, Imam Al-Ghazali menuturkan bahwa Abu Sulaiman berkata, “Siapa saja yang hari ini sibuk dengan dirinya sendiri, maka besok dia juga akan sibuk dengan dirinya sendiri. Siapa saja yang hari ini sibuk dengan Tuhannya, maka besok dia akan sibuk dengan Tuhannya.”

Sofyan Ats-Tsauri suatu ketika bertanya kepada Rabi’ah Al-Adhawiyah, “Apa hakikat imanmu?” Lalu dia menjawab, “Aku tidak menyembah-Nya karena takut neraka atau berharap surga. Aku tidak seperti buruh yang jahat (jika dibayar bahagia, jika tak dibayar bersedih). Aku menyembah-Nya semata-mata karena cinta dan rindu kepada-Nya.” (Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha). 

Menurut Imam Nawawi Al-Bantani, seorang yang bijak pernah berkata: “Barang siapa menduga bahwa ia punya penolong yang lebih utama dan lebih kuat daripada Allah, berarti ia benar-benar belum mengenal Allah dengan baik. Bagi siapa yang menduga bawa dirinya mempunyai musuh yang lebih kuat daripada dorongan nafsunya, berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik.” (Dikutip dari Kitab Nasha'ihul 'Ibad, karya Imam Nawawi Al-Bantani).

No comments:

Post a Comment