Friday, March 11, 2016

MAHAR CINTA UNTUK KEKASIH

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Orang yang yang mencintai akan menjadi orang yang dicintai jika hatinya bersih dari selain Allah SWT, sehinga ia tidak berharap meninggalkan-Nya. Hati akan sampai ke tingkat ini disebabkan karena ia menunaikan berbagai ibadah fardhu, bersabar menghadapi perkara-perkara yang haram dan syubhat, selalu mengonsumsi sesuatu yang mubah dan halal, meninggalkan hawa nafsu dan syahwat, bersikap wara’, serta melakukan kezuhudan secara sempurna, yakni meninggalkan selain-Nya, melakukan perlawanan terhadap hawa nafsu dan setan, serta menyucikan hati dari para makhluk, sampai akhirnya sama baginya antara pujian dan celaan, atau sama keadaanya saat diberi nikmat atau tidak diberi.

Mereka yang berada di maqam ini adalah yang telah mengalami penyaksian Laa ilaha illa Allah (Tiada tuhan selain Allah), hingga merasakan sama antara rumah dan tanah. Orang yang benar hatinya dan bersambung kepada Tuhannya, baginya sama antara rumah dan tanah, pujian dan celaan, sakit dan sehat, kaya dan miskin, serta dunia menghampiri atau membelakanginya. Barangsiapa yang memiliki hal tersebut maka matilah hawa nafsunya, padamlah api tabiatnya, setan tunduk kepadanya, dunia dan para pemiliknya merasa hina di hatinya, kemudian ia berpaling dari semua itu dan menghampiri Allah Yang Maha Penguasa. Hatinya meninggalkan makhluk dan melangkah menghampiri-Nya.

Dalam keadaan seperti ini, dia disebut sebagai seorang yang mulia di seluruh semesta, dan seluruh makhluk berada di bawah kaki hatinya. Mereka berlindung di bawah bayang-bayangnya.” (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Jala Al-Khathir).

No comments:

Post a Comment