Monday, June 13, 2016

AKAL, HATI & NAFSU

Didalam jasad manusia ALLAH telah menjadikan HATI (NURANI), AKAL dan NAFSU. Diantara ketiga-tiganya jasad batin itu mempunyai peranan atau fungsi yang tersendiri dan berbeda di antara satu sama lain. Dalam JASAD manusia selalu berkolaborasi antara NAFSU, AKAL, dan HATI NURANI, dan tidak ada lagi yang lainnya. Manusia tanpa salah satu diantara ketiga hal tersebut, bukan lagi seorang manusia. Dan hal itulah yang menjadi prinsip dasar perbedaan antara manusia dan makhluk hidup lainnya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang selalu mengingat ALLAH sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (sambil berkata), ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS 3:190-191)

Kekayaan yang paling besar adalah AKAL. AKAL (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika AKAL berkuasa. AKAL adalah raja, TABIAT adalah rakyatnya. Jika AKAL lemah untuk mengatur TABIAT itu, maka akan timbul kecacatan padanya. AKAL lebih diutamakan daripada HAWA NAFSU karena AKAL menjadi­kanmu sebagai pemilik zaman, HAWA NAFSU memperbu­dakmu untuk zaman. Makanan pokok Tubuh adalah makanan, Makanan pokok AKAL adalah HIKMAH. Maka, kapan saja hilang salah satu dari kedua­nya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap. Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau teman, AKAL bertemu dengan AKAL. AKAL peranannya berfikir, mengkaji dan menilai untuk menerima ILMU PENGETAHUAN. Tidak ada harta yang lebih berharga daripada AKAL . Pertalian yang paling berharga adalah AKAL yang berpasangan de­ngan kemujuran. ADAB adalah gambaran dari AKAL

Jika AKAL dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh HAWA NAFSU, atau tidak melampaui batas agama, atau tidak fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.  Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah eng­kau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah AKALmu. Jika ALLAH hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-NYA, maka yang pertama kali diubah dari hamba-NYA itu adalah AKALnya. AKAL adalah NALURI, yang mengasuhnya adalah berbagai PENGALAMAN. AKAL adalah buah pikiran clan pengetahuan yang sebelumnya ti­dak diketahui.  RUH adalah kehidupan badan, AKAL adalah kehidupan RUH.

AKAL adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman. RASULmu adalah juru terjemah AKALmu. Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan AKAL yang pe­nuh dengan pemahaman, bukan AKAL yang sekedar hanya meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ILMU banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit sekali. Orang yang berAKAL bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, clan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka-meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.  Orang berAKAL, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut ber­samanya HIKMAH dan NASIHAT. Orang yang paling bijak AKALnya dan yang paling sempurna keuta­maannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan mene­rima kekurangan zaman.

Tidaklah patut bagi orang yang berAKAL kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu :
berada dalam cita-cita yang paling (hubungan individu dengan masyarakat) tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang pa­ling tinggi untuk meninggalkannya. Tidaklah layak bagi seorang yang berAKAL untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak. Orang yang berAKAL adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh diri­nya.  Orang yang berAKAL adalah yang menjadikan pengalaman-peng­alaman (hidup) sebagai nasihat baginya. Sesungguhnya perkataan orang-orang berAKAL , jika benar, maka ia adalah obat namun jika salah, maka ia adalah penyakit. 

Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, clan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya. Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki ba­tas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seorang yang berAKAL hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktu­nya hanya akan menambah kesialannya. Orang yang paling disukai oleh orang berAKAL adalah musuhnya juga berAKAL . Sebab, jika musuhnya itu berAKAL , maka dia akan me­rasa aman dari kejahatannya. Celaan orang-orang yang berAKAL lebih berat daripada hukuman seorang penguasa. Permulaan pendapat orang berAKAL adalah akhir pendapat orang bodoh.

Bagi orang yang berAKAL, hidup dalam kesusahan bersama orang­-orang berAKAL lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh. Yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah HATInya, padahal HATI merupakan sumber hikmah sekaligus lawan kontranya. Jika timbul harapan, maka ia ditundukkan ketamakan, ia akan dibinasakan oleh kekikiran. Jika ia telah dikuasai keputus-asaan, penyesalan akan membunuhnya. Jika ditimpa kemarahan, menjadi keras kepalalah ia. Jika sedang puas, ia alpa menjaganya. Jika dilanda ketakutan, dia disibukkan oleh kehati-hatian. Jika sedang dalam kelapangan (kaya), bangkitlah kesombonganya. Jika mendapatkan harta, kekayaan menjadikannya berbuat sewenang-wenang. Jika kefakiran menimpa, ia tenggelam dalam kesusahan. Jika laparnya menguat, kelemahan menjadikannya tidak mampu berdiri tegak.

Dan jika terlampau kenyang, perutnya akan mengganggu kenyamanannya. HATI peranannya mengenal dan berperasaan.  HATI juga bisa menampung ILMU PENGETAHUAN tanpa belajar jika JIWAnya bersih. Sesungguhnya setiap kekurangan akan membahayakan dan setiap hal yang melampaui batas akan merusak dan membinasakan.  Ada 4 hal yang mematikan HATI, yaitu dosa yang bertumpuk-tumpuk, mendengarkan guyunon orang tolol, banyak bersikap kasar dengan kaum perempuan, duduk bersama orang-orang mati. Mereka bertanya, “Siapakah orang-orang mati itu, wahai Amirul Mu’minin?” Imam ‘Ali, kw, menjawab, “Yaitu setiap hamba yang hidup bergelimang dalam kemewahan”. ”Ketahuilah! Sesungguhnya diantara bencana ada kefakiran, yang lebih berat daripada kefakiran adalah penyakit badan dan yang lebih berat daripada penyakit badan adalah penyakit HATI”. “Ketahuilah! Sesungguhnya di antara kenikmatan adalah banyak harta, yang lebih utama daripada banyak harta adalah kesehatan badan dan yang yang lebih utama daripada kesehatan badan adalah keTAQWAan HATI."

Tanyalah HATI tentang segala perkara karena sesungguhnya ia adalah saksi yang tidak akan menerima suap. Sebaik-baik HATI adalah yang paling WASPADA menjaganya. Nyalakan HATImu dengan ADAB, sebagaimana nyalanya api dengan kayu bakar. Harta simpanan yang paling bemanfaat adalah cinta HATI. Sesungguhnya HATI memiliki keinginan, kepedulian, dan keengganan. Maka, datangilah ia dari arah kesenangan dan kepeduliannya. Sebab jika HATI itu dipaksakan, ia akan buta.  Sesungguhnya HATI mengalami kejemuan, sebagaimana jemunya badan. Maka, berikanlah padanya anekdot-anekdot HIKMAH.  Jika engkau ragu dalam hal kecintaan seseorang, maka tanyakanlah HATImu.

No comments:

Post a Comment