Friday, March 6, 2015

MAULANA ILYAS, MIMPI ORANG SALEH DAN USAHA DAKWAH

Kepada Kaum Muslimin, Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Nahmaduhu wa nusholli 'ala rasulihil kariim. Kaum Salafi Wahabi telah mencoba memberikan pandangan analisa kritis yang berhubungan dengan mimpi yang dialami seorang ulama, Maulana Ilyas Rah, yang berhubungan dengan pemahaman terhadap ayat Ali Imran (3): 110. Yang mana hal ini ada kaitannnya dengan usaha dakwah dan tabligh (orang mengenalnya dengan jama’ah tabligh). Mimpi ini sebenarnya dituliskan balik oleh seorang Ulama setelah mendengarkan perkara ini dari Maulana sendiri dan kami sendiri telah membacanya dengan baik.

Mari sama-sama ungkap dua hal utama dalam perkara mimpi ini, iaitu mimpi sendiri dan juga isi / konten dari mimpi itu sendiri. Kami sendiri mengajak kaum muslimin, terutama teman-teman ahli dakwah dan tabligh, tidak perlu gusar dengan pandangan Kaum Salafi Wahabi. Mungkin saja analisa kritis Kaum Salafi Wahabi ini dapat menjadikan kita sangat gusar karena pandangan Kaum Salafi Wahabi bahawa mimpi-mimpi seperti ini berasal dari Syaithan. Jika Kaum Salafi Wahabi beranggapan seperti itu, maka usaha dakwah dan tabligh sendiri sebagai bahagian dari program syaithan. Sebuah pandangan yang SANGAT CEROBOH.

Kita kaum muslimin perlu berpegang terhadap sebuah hadits Nabi Muhammad SAW dan hal ini diriwiyatkan oleh Imam Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin dan tim): Dari Abdullah Bin Ummar Ra dari Muhammad SAW bersabda: “Orang Muslim adalah orang yang selamat semua orang muslim dari lidahnya dan tangannya dan orang yang hijrah adalah orang meninggalkan dari apa-apa yang Allah swt larang darinya”.

Kita berlindung kepada Allah swt dari ucapan-ucapan dan juga analisa-analisa yang membangkitkan semangat amarah yang tidak pada tempatnya dalam tulisan sebelumnya, kami sudah menunjukkan KETIDAKAKURATAN INFORMASI ASAL Maulana Ilyas, sehingga pandangan-pandangan itu merupakan proses TERGESA-GESA menilai sesuatu dan kami TIDAK MENDAPATKAN KOREKSI INFORMASI YANG DISAMPAIKAN dari penulisnya. Sesuatu yang aneh jika Kaum Salafi Wahabi selalu mendengungkan ILMIYYAH, sedangkan hal kecil TIDAK DAPAT AKURAT. Jika penterjemah melakukan klarifikasi tentang data itu, hal ini tidak dapat dilakukan karena penterjemah tidak dapat melakukan atas nama penulis dUNIA ILMIYYAH seperti BUKAN?

Kami akan mencoba menuliskan sumber-sumber yang dapat dipercaya dan mudah-mudahan Kaum Salafi Wahabi dapat membacanya dengan baik juga, tidak hanya kata gurunya atau juga syeikhnya, tanpa mau membuka juga dan kita harus terima kebenaran itu datangnya darimana saja, meskipun dari Syeithan sekalipun. Kaum Salafi Wahabi telah menulis perkara bahawa kita perlu menerima kebenaran itu darimana saja dan hal ini dituilis dengan jelas dalam blognya, tetapi apakah akan menerima dari kaum muslimin lainnya, itu dipersilahkan kepada Kaum Salafi Sendiri dan juga kaum muslimin lainnya menilai.

Mari kita ungkap bersama yang berhubungan dengan perkara pertama, iaitu mimpi itu sendiri dan nantinya kita ungkap dengan isi mimpi itu sendiri. Yang diperhatikan adalah jika mimpi tersebut memberikan efek terhadap syariat utama lainnya, maka mimpi siapapun PERLU DITINGGALKAN. Misalkan seseorang bermimpi bahawa dia merupakan Nabi Baru sehingga Syariat Islam yang sekarang tidak berlaku, sampai tidak perlu solat, maka jelas mimpi itu perlu PERLU DITINGGALKAN di bawah ini beberapa kisah yang berhubungan denga MIMPI dalam Al-quran, sebagai sumber utama kita.

Kisah Mimpi Yusuf Ketika Masih Masih Kecil

“ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."(QS Yusuf (12): 4-5)

Kisah ini sangat menarik karena mimpi seorang anak, Yusuf ketika belum menjadi Nabi dan ditakwilkan oleh Bapaknya sendiri, Nabi Yaqub As dalam dialog itu sebenarnya terdapat pelajaran yang berharga, dimana kita tidak dapat sembarangan menyampaikan mimpi kita. Mimpi seorang anak kecil tetapi karena memang dibina oleh seorang Bapak yang sholeh, maka mimpinya sendiri mempunyai makna sendiri.

Kisah Mimpi Raja dan Takwil Nabi Yusuf As

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering."Hai orang-orang yang terkemuka: “Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi”. Mereka menjawab: “(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menta’birkan mimpi itu.”

Dan berkatalah orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya: “Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mena’birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)”. Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.”

Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.” Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur."(QS Yusuf: 43-49)

Mimpi seseorang, termasuk mimpi seorang raja dianggap hal yang biasa bagi kebanyakan orang, tetapi ketika ditanyakan kepada Nabi Yusuf As, maka mimpi ini memberikan sebuah makna yang sangat penting bagi negeri yang bersangkutan disini ada sebuah pelajaran yang berharga bagi kita bahawa mimpi seseorang itu dapat mempunyai makna. Oleh karena itu Rasulullah SAW menjelaskannya dengan baik, supaya kita kaum muslimin tidak keliru dengan hal-hal yang berhubungan dengan mimpi. Oleh karena itu, kitab hadits seperti Imam Muslim menjelaskannya dengan cukup baik, termasuk adab-adab yang berhubungan mimpi itu.

Bahagian 2
Kami sampaikan kembali beberapa mimpi yang terdapat dalam al-quran dan kaum muslimin serta Kaum Salafi Wahabi dapat mempelajarinya dengan baik.

Kisah Mimpi Firan dan Takwil Ahli Sihir

Mimpi itu akan menjadi sebuah malapetaka atau cobaan bagi masyarakat tertentu, jika KELIRU menghadapinya. Perhatikan mimpinya Raja Firaun. Al-quran menjelaskan mimpi dengan sangat baik sekali dan kita kaum muslimin perlu mendapatkan pelajaran dalam kisah itu.

Kisah Mimpi Nabi Ibrahim dan Keteguhan Ismail

Mimpi seorang Nabi, seperti Nabi Ibrahim As, dapat memberikan keraguannya, karena mimpi itu berhubungan dengan hal-hal yang sangat fitrah seorang Bapak. Bisa kita bayangkan bagaimana ragunya seorang Bapak untuk melakukan itu dengan adanya KETEGASAN dan KETEGUHAN dari anaknya, Nabi Ismail itu, keputusan Bapaknya dapat dilakukan dengan baik.

Sekian lama beberapa tahun, bukan beberapa bulan atau bukan beberapa hari, meninggalkan KELUARGA untuk Dakwah, bukan untuk DAGANG ataupun bukan untuk LIBURAN, tetapi untuk Dakwah. Tetapi ketika DATANG perlu mengambil keputusan berat itu dan kisah ini akan terus diulang-ulang bagi kaum muslimin dan manusia sampai akhir jaman.

Silahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk sama-sama memperhatikan kisah-kisah mimpi yang dijelaskan dalam Al-quran.

a). Ada mimpi seorang Raja yang ditakwilkan oleh Nabi Yusuf dan akhirnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di jaman itu. Padahal Raja ini bukan seorang Ulama atau Faqih dalam urusan agama.

b). Ada mimpi seorang anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga sholeh dan ditakwilkan oleh Bapaknya sendiri, Nabi Yaqub. Padahal mimpi ini dari seorang anak kecil, yang belum menjadi seorang yang penuh dengan ilmu.

Coba perhatikan dengan baik dua hal di atas saja, mimpi itu memberikan manfaat jika benar penjelasannya, meskipun yang memimpikannya bukan orang yang penuh dengan ilmu. Sama halnya dengan mimpi Maulana Ilyas tersebut, kami persilahkan kepada kaum muslimin dan juga Kaum Salafi Wahabi untuk mempercayainya atau TIDAK. Tetapi kita semua sekarang MELIHAT SENDIRI pertumbuhan ummat Islam di Eropa karena usaha dakwah dan tabligh.

Bahkan kami sendiri menemukan berapa banyak kaum muslimin yang SUDAH LAMA MENINGGALKAN Solat dan kembali mau solat lagi bahkan mau solat berjama’ah dan mengingatkan kaum muslimin lainnya. Malahan kita seharusnya MALU dan SEDIH terlalu lama membiarkan kaum muslimin dalam keadaan BERDOSA dan LUPA, karena kita selalu berkeinginan menyampaikan kalau kita diundang atau juga dijadwal.

Jelas hal ini merupakan taufiq dan hidayah bagi bagi kaum muslimin yang TELAH LUPA. Bukankah Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, menjelaskan dalam satu penjelasannya dari Abi Mas’ud Bin Amru Al-Anshary RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sama dengan yang mengerjakannya"(HR Muslim)

Sama halnya dengan mimpi-mimpi di atas, tidak mungkin diketahui apakah BENAR atau TIDAK perihal MAKNA MIMPI itu kecuali sesudah melewati batas waktu TERTENTU dan mimpi-mimpi yang khas biasanya merupakan proses yang CUKUP PANJANG dari seseorang dan hasilnya bisa MALAPETAKA atau juga ANUGRAH. Perhatikan kisah mimpi Fir’aun ataupun juga mimpi Raja di jaman Nabi Yusuf.

Perhatikan dengan jelas oleh kita semua, termasuk Kaum Salafi Wahabi. Supaya kita TIDAK CEROBOH ketika menyampaikan pandangan analisa kritisnya. Jangan sampai kita semua termasuk ke dalam apa yang disampaikan oleh Nabi kita sendiri dan hal ini diriwiyatkan oleh Imam Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin dan tim):

Dari Abdullah Bin Ummar Ra dari Muhammad SAW bersabda: “Orang Muslim adalah orang yang selamat semua orang muslim dari lidahnya dan tangannya dan orang yang hijrah adalah orang meninggalkan dari apa-apa yang Allah swt larang darinya”.

Oleh karena itu, BEBERAPA ULAMA yang terdahulu selalu mendapatkan penjelasan kadangkala melalui mimpi, bahkan Sahabat RA sendiri, misalkan Bilal RA bermimpi Nabi Muhammad SAW, dimana beliau meminta Bilal RA untuk datang ke Madinah dan ketika Bilal RA tiba di Madinah, beliau bertemu dengan cucu Nabi Muhammad SAW, iaitu Hasan Ra Dan Hasan RA meminta azan dikumandang untuk solat berjama’ah ketika waktunya. Berderai air mata kaum muslimin mendengarnya, karena mereka mengetahui siapa yang azan itu.

Itulah mimip-mimpi yang terdapat dalam Al-quran, oleh karena itu tidak hairan kalau Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, memberikan arahan yang baik terhadap mimpi ini. Hal ini kita jangan sampai CEROBOH dengan perkara mimpi. Karena jika kita keliru terhadap perkara mimpi ini, kita akan dapat memperoleh MALAPETAKA atau ANUGRAH bergantung pada sikap kita dengan mimpi itu. Itulah KEINDAHAN ISLAM, perkara mimpi saja terdapat ARAHANnya dengan cukup detail.

Bahagian 3

Kami perlu sampaikan penjelasan Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang berhubungan dengan mimpi sebagai arahan kepada kita semua dan kami persilahkan kepada Kaum Salafi Wahabi untuk memperhatikannya, apalagi Kaum Salafi Wahabi selalu mendengung-dengungkan untuk kembali kepada Al-quran dan As-Sunnah. Kami akan sampaikan beberapa hadits yang tertulis dalam kitab Shohih Bukhari (susunan ringkasan dari H. Zainuddin Hamidy, H. Fachruddin dan tim).

Dari Anas Bin Malik Ra bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi baik yang dimimpikan orang sholeh, adalah satu bahagian dari empat puluh enam bahagian nubuwah”

Dari Abu Sa’id al-Khudri Ra sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang dari kamu bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka mimpi iitu dari Allah. Maka hendaklah dia memuji Allah karenanya dan boleh diceritakannya kepada orang lain. Tetapi apabila dia bermimpi selain itu, maka mimpi itu dari Syaithan. Sebab itu dia berlindung (kepada Allah) dari bahaya mimpi itu dan tidak usah diceritakannya kepada siapapun, karena mimpi tu tidak akan membahayakannya”.

Dari Abu Hurairah Ra berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Yang tinggal dari Nubuwah hanyalah Mubasysyirat. Mereka bertanya: “Apakah mubasysyirat itu?"Jawab Nabi: “Mimpi Yang Baik”

Dari Anas RA katanya: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang bermimpi melihat aku di waktu tidur, sebenarnya dia melihat aku, karena Syaithan tidak bisa merupakan dirinya serupa aku. Mimpi orang beriman itu satu bahagian dari empat puluh enam bahagian nubuwah”.

Dari Ibnu Ummar Ra, katanya: “Ada seorang lelaki pada masa hidup Rasulullah SAW, apabila dia bermimpi diceritakannya kepada Rasulullah Saw Maka saya mengharap-harap supaya bermimpi pula untuk saya ceritakan kepada Rasulullah Saw Ketika itu aku masih muda dan aku tidur di masjid waktu Rasulullah SAW masih hidup. Pada suatu ketika aku bermimpi, aku melihat dalam mimpiku itu seolah-olah dua malaikat datang kepadaku lalu keduanya membawaku ke neraka.

Di situ ada bangunan seperti sumur, mempunyai dua cabang dan di dalamnya banyak manusia yang saya kenal. Kataku: “Semoga Allah melindungiku dari neraka ini”. Maka datang malaikat yang lain, lalu berkata kepadaku: “Jangan takut!”. Mimpi ini aku ceritakan kepada Hafhah (isteri Rasulullah SAW) lalu Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah Saw Sabda Rasulullah SAW: “Abdullah Ibnu Ummar itu adalah seorang anak yang baik. Saya berharap supaya dia melakukan solat malam”. Semenjak itu Abdullah selalu solat mala. Ia tidur hanya sebentar.

Mimpi merupakan hal biasa untuk seseorang, tetapi akan memberikan semangat ibadah untuk orang tertentu dan ketika yang menjelaskannya adalah orang yang sangat berilmu, salah satunya adalah Abdullah bin Ummar Ra Sama halnya dengan Mimpi Maulana Ilyas itu dan yang mana beliau menjelaskan bahawa mimpi itu bertemu dengan Nabi Muhammad SAW dalam penjelasan itu. Sehingga beliau terus menetapkan gerakannya untuk lebih Istiqomah dengan kerjanya itu. BENAR atau TIDAK sebuah mimpi adalah setelah melewati WAKTU TERTENTU.

Sehingga mimpi seperti ini bagi Maulana Ilyas RH sendiri merupakan sesuatu hal yang perlu menjadi perhatiannya, karena hal ini jelas jarang terjadi bagi beliau sendiri. APALAGI PERKARA Dakwah ini sudah menjadi perhatian beliau bertahun-tahun dalam kajian dan pendalamannya dan yang perlu kita pahami adalah beliau sendiri tidak membuat aturan atau hukum baru dalam Islam, tetapi beliau lebih menekankan kepada METODA atau CARA PENERAPAN dakwah Islam.
Dan beberapa ulama yang banyak berhubungan dengan beliau ini, tidak hanya mengandalkan pada mimpi itu saja. Beberapa KITAB yang dapat memperlihatkan seluk-beluk usaha dakwah ini secara sangat gamblang, iaitu Kitab HAYATUSH SHAHABAH dan Kitab AL-HADITSUL MUNTAKHOBAH yang disusun oleh Maulana Yusuf Rah sendiri, sebagai ulama dan juga pemimpin dakwah ini setelah Maulana Ilyas Rah.

Kami sendiri yang sudah cukup lama berhubungan dengan usaha dakwah ini, tidak PERLU dan HARUS MENGANDALKAN pada mimpi seseorang meskipun Ulama, seperti Maulana Ilyas, karena hal itu sebenarnya merupakan bentuk gambaran sesuatu hal ketika seseorang banyak mendalami atau memfokuskan pada hal yang berhubungan dengan hal tertentu itu. Sehingga kami sendiri LEBIH TERFOKUS pada pendalaman beliau, bukan pada mimpinya. Ini merupakan sesuatu yang lebih ILMIYYAH dan itu yang kami dapatkan dari nasihat Maulana Ilyas sendiri, agar MEMBAWA usaha dakwah ini dengan ILMIYYAH.

Apakah kita hanya terfokus pada kejadian aneh seseorang yang menemukan STETOSKOP, atau alat stetoskopnya itu. Padahal penemuan itu ditemukan secara KEBETULAN, ketika bermain-main dengan anak-anak kecil. Apakah kita hanya terfokus KEJADIAN LUCU ketika ditemukan hukum ARCHIMIDES, atau pada teorinya? Termasuk PROFESSOR KAMI dalam bidang kelisterikan, ketika menemukan formula yang sangat penting saat memasukkan benang pada lubang kancing. Apakah kita memfokuskan pada kejadiannya, atau pada teorinya? Masih banyak kejadian yang unik untuk bidang-bidang yang cukup fundamental disinilah kita harus bijak dan lebih ilmiyyah dalam berpikir.

PERKARA MIMPI sudah kami sampaikan dalam tiga tulisan yang berurutan. Apakah mimpi Maulana Ilyas sebagai Bahagian NUBUWAH yang masih ada sesuai dengan penjelasan hadits-hadist shohih di atas? SEKALI LAGI, kami persilahkan kepada kaum muslimin untuk mempelajarinya dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada dilapangan pergerakan dakwah dan tabligh itu sendiri, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi dan kaum muslimin dapat MENILAI siapa yang KURANG TEPAT dan TERGESA-GESA dalam ANALISAnya apakah KAMI atau KAUM SALAFI WAHABI dan kami serahkan segalanya kepada Allah swt.

Apakah MAKNA ISI MIMPI BELIAU BERTENTANGAN dengan ISLAM? Maka kita dapat pelajari dengan baik melalui kitab-kitab besar kaum muslimin dalam jaman Internet ini, sekarang kaum muslimin terus memberikan kontribusinya. Salah satu yang kami kagumi adalah www.altafsir.com dan kami telah mencoba mengumpulkan hal-hal yang berhubungan dengan usaha dakwah dan tabligh. 

Tentang tafsir Ali Imran (3): 110 kami simpan di dalam blog kami ini. Silahkan kaum muslimin untuk dapat mempelajarinya dengan baik, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi yang telah banyak memberikan pandangan analisa kritisnya terhadap mimpi Maulana Ilyas itu dan juga penafsiran ayat itu.

Apakah perlu kami bahas terhadap ISI MIMPI itu di BENCHMARK dengan kitab-kitab tafsir besar itu? Insya Allah, kami akan bahas dalam topik yang berbeda, agar kaum muslimin mendapatkan wacana baru, termasuk juga Kaum Salafi Wahabi.

No comments:

Post a Comment