Monday, March 9, 2015

SEBERAPA BESAR IMANMU?

Setiap saat kita diberikan nikmat yang sangat besar oleh Sang Pencipta,  Kalau ada yang coba2 mau menghitung nikmat2 yang sudah diberikan oleh Tuhan Seru Sekalian Alam, maka tak ada yang mampu untuk menghitungnya.

Tuhan telah berikan nikmat hidup, nikmat kesehatan, nikmat makan dan minum, nikmat berkeluarga (termasuk nikmat sex didalamnya), nikmat harta benda kepada semua mahluk, termasuk manusia, apakah ia beriman atau tidak, tetap Tuhan berikan nikmat kehidupan didunia ini tanpa pilih kasih.  Bahkan kadang2 Tuhan berikan nikmat dunia ini lebih banyak kepada orang2 yang tidak beriman? Mengapa?

Kerana di mata Tuhan, kenikmatan hidup di dunia ini tak ada artinya, tiada bernilai, bahkan lebih rendah nilainya dibanding sayap nyamuk.  Wallahu alam bi sawwab…  Kalau saja dunia ini ada nilainya, maka setetes air pun tidak akan diberikan kepada orang yang tidak beriman.  Sehirup nafas oksigen pun tak akan diberikan kepada mereka yang tak beriman.  Itulah sifat Tuhan Ar Rahman, diberikan kepada semua mahluk yang ada di dunia dan di seluruh alam.  Bahkan kepada Syaitan dan Iblis yang sangat durhaka pun  juga masih diberikan nikmat2 itu.  Begitu pula kepada Malaikat yang sangat taat.

Pendek kata, semua mahluk yang ada didunia ini sudah dijamin akan dapat nikmat2 itu.  Pengangguran masih dijamin dapat makan, dapat sehat, dapat kawin, dapat anak dapat rejeki dan segala yang diperlukannya.  Pernah suatu saat, Nabi Musa bertanya kepada Tuhan, bagaimana cara Dia memberikan rezeki kepada semua mahluk dimuka bumi ini?  Lalu Tuhan perintahkan Musa untuk membelah sebuah batu besar.  Batu dibelah, ada batu, dibelah lagi ada batu lagi, sampai pada belahan yang ketujuh masih ditemukan batu lagi dan terakhir ketika batu dibelah sekali lagi, ada seekor ulat kecil sedang makan dayn hijau yang segar.  Begitulah cara Tuhan memberi rejeki kepada sesiapa saja yang hidup, ada jaminan untuk dapat bahagian rejeki itu.  Masing2 sudah ada bahagiannya sendiri2.

Beda dengan nikmat iman yang hanya diberikan kepada orang2 tertentu saja.  Beda dengan nikmat keperluan untuk hidup di dunia. Kalau nikmat dunia sudah ada jaminan, maka nikmat iman harus diusahakan, harus dicari, kalau sudah dapat pun harus dijaga, harus dipelihara, jangan sampai terlepas, kerana banyak yang mengintai untuk merampas iman yang sudah kita dapatkan ini.  Termasuklah syaitan, iblis dan konco2nya baik yang berupa manusia atau jin.  Apa ada setan berbentuk manusia?  Ya ada aja.  Mungkin cantik dan ganteng, atau juga jelek dan buruk rupa.

Sedangkan nikmat sex hanya sebahagian kecil saja dari nikmat kehidupan di dunia.  Nikmat hidup di dunia hanya sebentar rata2  60-70 tahun, atau ada yang lamaan sampai 100 tahun atau bahkan lebih.  Nikmat sex hanya sekejap saja, cret…cret…lepas tu sudah… begitu singkat kan…

Nikmat iman akan sampai berterusan hingga kita di kubur, di alam barzakh, di padang mahsyar, di shirat dan di surga. Iman harus diusahakan, ia tak dapat percuma atau gratis begitu saja.  Sama seperti sepiring nasi, harus ada usaha untuk tanam padi, selepas itu padi dipisah tangkainya menjadi gabah, gabah kulitnya dibuang menjadi beras, beras dicuci dan ditanak, baru jadi nasi.

Suatu saat Nabi sedang berada di pekuburan.  Maka datanglah Malaikat Jibril, apa yang kau risaukan wahai Nabi, tanya Jibril kepada Nabi.  Saya risau tentang umat saya yang ada di dalam kubur ini.  Lalu Jibril membangunkan salah seorang yang ada di dalam kubur, maka keluarlah seorang manusia yang ganteng, putih dan bersih, inilah keadaan umatmu yang beriman di dalam kubur.  Lalu Jibril membangunkan lagi seorang dari kubur yang lain dan keluarlah manusia yang buruk dan berbau busuk, inilah keadaan umatmu yang tidak beriman.

Siang dan malam, Nabi mengajak umatnya untuk beriman kepada Allah, agar dapat terselamatkan dari siksa yang pedih.  Siksa yang pedih?  Kok kejam amat sih Tuhan kamu, kok sadis amat sih Tuhan kamu.  Tuhan saya nggak pernah tuh nakut2 in yang kayak begituan.  Ada2 saja deh kamu ini….  Begitu kira2 komentar orang awam kebanyakan dalam surat Ar Rahmaan, Allah berfirman:  Dan Aku ciptakan neraka, maka nikmat Tuhan manakah yang kamu Dustakan? Allah telah ciptakan Neraka, supaya manusia tidak berbuat dosa, supaya pemimpin berlaku adil, supaya memimpin dengan adil, tidak pilih kasih, tidak berat sebelah.

Dengan ancaman Neraka itu, mudah2an orang akan berbuat baik kepada tetangga, pemimpin akan berbuat adil, hukum ditegakkan kepada wong kito atau wong seberhang, sama, tidak pandang bulu. Bagi orang yang beriman , percaya kepada yang gaib, percaya kepada yang gak jelas, maka ia akan berpikir sebelum bertindak melakukan perbuatan tidak adil, perbuatan dosa, perbuatan maksiat. Jadi, begitulah…bahawa penciptaan Neraka itu bukan maksudnya Tuhan mau menyiksa hambaNya, tetapi hambaNya sendiri yang menganiaya diri sendiri, sehingga masuk kedalam Neraka. Penciptaan Neraka supaya orang yang mau diberi peringatan itu bertindak sesuai kemauan Tuhan.  Tidak seenak udelnya sendiri.  Tidak semena2.  Tidak sewenang2.

Bagaimana untuk mendapatkan iman? Bagaimana supaya percaya kepada Tuhan yang tak kelihatan? Bagaimana supaya percaya kepada benda yang gaib dan tidak/ belum jelas juntrungannya?  Bagaimana percaya kepada Malaikat yang juga tak kelihatan? Bagaimana bisa percaya kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, lalu nerakanya mau ditaruh dimana ?  Kalau seluruh langit dan bumi sudah dipenuhi surga, nggak ada neraka lagi dong, kata saudara saya yang nggak percaya kepada neraka. Makanya, lihat seberapa besar otak kita, volumenya saja cuma 600-800 cc.  ilmu yang gaib itu nggak akan sampai tanpa iman.  Dibandingkan Ilmu Nya Allah yang jika dituliskan dengan tinta seluas 7 lautan dengan  pena nya seluruh kayu yang ada di muka bumi, dari jaman Adam hingga akhir jaman, tidak akan habis, tidak akan selesai menuliskan ilmu Nya.

Kata Nabi dulu kepada Sahabatnya, kalau kamu mau ilmu, kamu duduk saja di sini dengan aku di mesjid Nabawi ini.  Tapi kalau kamu mau dapat iman, menyebarlah lah ke seluruh alam, ajak seluruh manusia ke jalan Allah.  Oleh sebab itulah, dari 124.000 sahabat Nabi, hanya 10.000 saja yang kuburannya berada di Mekkah dan Madinah, selebihnya kubur para sahabat itu tersebar di seluruh dunia, ada yang di Afrika, Rusia, Cina dan juga Eropa.

Iman itu seperti sebutir kacang hijau, untuk tumbuh ia perlu lingkungan yang sesuai.  Coba taruh biji kacang hijau itu di dalam kulkas yang sejuk, ia tak akan tumbuh.  Tapi kalau ia ditaruh di lingkungan yang sesuai, dengan suhu dan kelembaban yang optimum, biji kacang hijau akan berkecambah.  Setelah berkecambah ia akan tumbuh, berkembang, berbuah dan bertambah banyak.  Dari sebutir dapat menjadi 100 butir, 700 butir hingga tak terbatas sesuai usaha yang dilakukan terhadap biji kacang hijau itu.

Demikian juga dengan iman, lingkungan yang baik untuk menumbuhkan iman adalah mesjid. Kalau di dalam mesjid, mengapa kita mudah untuk baca Quran, mengapa kita mudah solat sunnat, mengapa kita mudah berzikir. Tetapi rumah juga dapat dijadikan lingkungan seperti mesjid. Rumah yang hingar bingar dengan musik, suara radio, TV, home teater dan lain2, mana boleh menumbuhkan iman di lingkungan seperti itu.

Semoga yang menulisnya diberi kepahaman, yang berkomentar diberi kepahaman dan yang beruntung adalah yang dapat mengamalkan…. Amiiin

No comments:

Post a Comment