Thursday, January 23, 2014

MENGAKU SALAH

Mengaku salah jauh lebih baik dan terhormat daripada berusaha membenarkan yg salah krn kita tidak mampu menjalankannya, atau tidak mau meninggalkannya.

Misalnya ketika anda merasa berat memanjangkan jenggot, atau terpaksa harus mencukurnya sampai habis karena sesuatu hal, maka jangan berusaha mencari pembenaran untuk hal itu. Tapi hendaklah anda mengakui kesalahan itu, agar diri anda terdorong untuk selalu memohon ampun atas kesalahan itu, dan agar pada saatnya nanti anda bisa meninggalkan kesalahan itu.

Syeikh Ali Thontowi rah pernah mengatakan, ketika beliau belum bisa memanjangkan jenggotnya, “Adapun masalah memangkas habis jenggot (yg kulakukan), maka demi Allah aku tidak akan mengumpulkan pada diriku (dua keburukan, yakni) perbuatan buruk dan perkataan buruk, Aku tidak akan menyembunyikan kebenaran karena aku menyelisihinya, aku juga tidak akan berdusta atas nama Allah dan berdusta kepada manusia. 

Aku mengakui bahawa diriku salah dalam hal ini, sungguh aku telah berusaha berkali-kali untuk meninggalkan kesalahan ini, tapi aku kalah oleh nafsu syahwatku dan kekuatan adat (masyarakat). Dan aku terus memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada diriku sehingga aku bisa memanjangkannya. Dan hendaklah kalian juga meminta kepada Allah agar aku bisa memanjangkannya, karena doa seorang mukmin kepada mukmin lainnya (jika dilakukan tanpa sepengetahuannya) tidak akan ditolak insyaAllah”. (Kitab Ma'an Nas, karya: Sy. Ali Thontowi, hal: 177-178).

Dan alhamdulillah di akhir hayatnya, beliau bisa memanjangkan jenggotnya lalu beliau menjelaskan hal itu dalam catatan kaki pada halaman tersebut, beliau mengatakan, “Dan Allah telah memberikan pertolongannya kepadaku (untuk memanjangkannya), maka hanya bagi-Nya segala pujian”. (Ustaz Musyaffa’ Ad Dariny Lc, MA).

No comments:

Post a Comment