Monday, July 25, 2016

KISAH PENCIPTAAN MALAIKAT JIBRAIL A.S

Dikisahkan oleh Rasulullah s.a.w dalam sabdanya: Tatkala Allah s.w.t menciptakan malaikat Jibrail a.s, dipilihlah wujud yang paling rupawan ia dilengkapi dengan 600 sayap, masing-masing sepanjang jarak antara penjuru paling timur dengan penjuru paling barat. Begitu penciptaan selesai, berdirilah malaikat Jibril memandang dirinya yang indah, seraya berkata: 

“Ya Allah ya Tuhanku, adakah Engkau menciptakan makhluk yang lebih indah dari pada diriku?”

Allah menjawab: “Tidak”

Mendengar jawapan Allah seperti itu perasaan Jibrail berbunga2 dan sebagai ungkapan rasa syukurnya yg mendalam ia mengerjakan solat 2 rakaat, yg setiap rakaatnya dilakukan selama 20,000 (dua puluh ribu) tahun. Setelah selesai mengerjakan solat Allah s.w.t berfirman padanya: “Hai Jibrail, begitu bersungguh2 engkau mengerjakan solat. Demikian engkau telah penyembahan kepadaKu dgn penyembahan yang tiada bandingnya. Tetapi ketahuilah hai Jibrail, bahawa pada akhir zaman nanti akan lahir Nabi terhormat yang Aku Sayangi, dia bernama Muhammad. Dia memiliki umat yang lemah yang banyak melakukan dosa. Sekiranya umat yang bergelimang dosa itu mahu mengerjakan solat dua rakaat, sekalipun solatnya banyak kekurangan, waktunya pun tergesa-gesa dan tidak khyusuk, maka demi kemuliaan dan keagunganKu, sungguh solat mereka itu lebih Aku sukai dari pada solatmu kerana solat mereka berdasarkan perintahKu, sedangkan solatmu itu berdasarkan kehendakmu!”

Jibrail bertanya: “Ya Tuhanku lalu apakah balasan yang bakal Engkau berikan atas ibadah mereka?”

Allah berfirman: “Balasan yang bakal Aku berikan adalah syurga Ma’wa”.

Begitu mendengar kata-kata syurga Ma'wa, Jibrail memohon izin kepada Allah agar diperkenankan melihatnya maka Allah pun mengabulkan permohonan Jibrail ini, sehingga dia segera berangkat menuju syurga tersebut, dibentangkan seluruh sayapnya lalu terbang untuk menempuh jarak yang amat jauh tak terperikan. Setiap kali dia membuka sepasang sayapnya maka dia menempuhl jarak sejauh 300 ribu tahun perjalanan. 

Begitu juga setiap menutupkan sayap padahal ia terbang selama tiga ratus ribu tahun serta memiliki sayap tiga ratus pasang sayap atau enam ratus buah. Namun sejauh itu dia belum berhasil mencapai ke hujungnya. Setelah merasa begitu letih diapun beristirahat disebuah pohon raksasa lalu dia bersujud kepada Allah s.w.t seraya bertanya: "Ya Allah, apakah perjalananku telah sampai separuhnya ataukah baru dua pertiga atau bahkan separuhnya?”

Allah s.w.t berfirman kepadanya: “Hai Jibrail walaupun kau mampu terbang tiga ratus ribu tahun dengan sayap-sayapmu yang sudah ada dan Aku tambah lagi enam ratus sayap, nescaya tidak kau mampu mencapai seper seratusnya (1%). Itulah keistimewaan yang akan Ku berikan kepada umat Muhammad yang mau mengerjakan solat!”.

No comments:

Post a Comment