Thursday, June 23, 2016

NASIHAT SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Telah berkata Syeikh Abdul Qadir Al Jilani dalam Kitabnya 'Futuhul Ghaib’: "Janganlah kamu mengira bahwa diri kamu termasuk dalam golongan kerohanian, kecuali jika kamu telah menjadi musuh diri kamu, terpisah dari anggota-anggota badan kamu, kaki dan tangan kamu serta memutuskan hungunganmu dengan wujud kamu, dengan gerak dan diam kamu, dengan pendengaran dan penglihatan kamu, dengan percakapan dan pegangan kamu, dengan usaha dan tindak tanduk kamu dan dengan apa saja yang kamu anggap datang dari diri kamu sendiri. 

Setelah semua itu lenyap, maka barulah wujud kerohanian dihembuskan kepada kamu, kerana semua itu adalah tabir yang menghalangi kamu dengan Tuhan kamu. Apabila ruh kamu telah bersih dan suci, maka rahasia di atas segala rahasia dan yang ghaib dari segala yang ghaib akan terbuka bagi kamu akan dapat membedakan antara musuh dengan sahabat dan yang haq dengan yang batil serta tauhid dengan syirik. Allah SWT berfirman lewat lidah Ibrahim as, “Kerana sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.” (QS 26:77)

Yang dimaksud dengan musuh di sini adalah berhala. Oleh kerana itu anggaplah diri kamu dan seluruh mahluk ini sebagai berhala, dan dengan demikian, janganlah kamu mematuhi dan menuruti semua itu. Hanya dengan itu saja kamu akan dikaruniai rahasia-rahasia dan ilmu-ilmu ketuhanan serta perkara-perkara yang jarang ditemui orang. Kemudian kamu akan diberi kekuasaan untuk menjadikan dan keramat, dan ini adalah suatu macam kekuasaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang percaya kepada Allah dan perkara ghaib. Apabila kamu berada dalam keadaan seperti ini, maka seakan-akan kamu bangkit kembali hidup sesudah mati di hari akhir. 

Jadi, semata-mata kamu adalah manifestasi kekuasaan Allah. Kamu mendengar melalui Allah, melihat melalui Allah, berbicara melalui Allah, memegang melalui Allah, berjalan melalui Allah, mengetahui melalui Allah dan susah serta sentosa melalui Allah. Sehingga kamu buta terhadap apa saja selain Allah dan tuli terhadap apa saja selain Dia. Selagi kamu memperhatikan batas-batas hukum dan mengikuti undang-undang Tuhan, maka tidak ada sesuatupun yang tampak ada oleh pandanganmu, kecuali wujud Allah. Jika ada diantara kehendak-kehendak hukum Allah yang hilang dari dalam diri kamu, maka ketahuilah bahwa kamu sedang diuji dan dipermainkan oleh setan.

Oleh kerana itu, kembalilah untuk mengikuti hukum-hukum Allah, berpegang teguh kepada-Nya dan jauhkan diri kamu dari nafsu kebinatanganmu. Sebab, setiap perkara yang tidak sah menurut hukum-hukum atau undang-undang Allah adalah tidak termasuk dalam iman.

No comments:

Post a Comment