Wednesday, February 3, 2016

BAB SOLAT

Dalam agam Islam tidak dikenal istilah sembahyang. Yang ada ialah Solat. Kata solat ini kita temukan dalam kitab Suci AL QUR’AN dengan kata solat/solati. Sedangkan kata solat menurut ilmu nahu terjamahan kedalam bahas Melayu/Indonesia ialah Sholeh. Solat Agama Islam ialah berkiblat ke Baitullah, Berkiblat disini yang tersirat disini ialah Menghadap ke Baitullah bukannya yang ada bengunannya dinegara Arab, melainkan Baitullah yang ada pada diri manusia . Yang letaknya diatas perut, diujung jantung (QOLBU). Bila masjid terdapat bedug yang dahulunya dibuat dari kulit sapi betina, itu mengikuti bedug yang ada di Baitullah (qolbu) kita. Berasal dari kata QOLB (qolbu). 

Mengapa masjid dinamakan Masjidil Haram? Sehingga ada pertanyaan mengapa kalau haram dimasuki bukan dijauhi? Riwayatnya: Para sahabat Nabi Muhammad SAW, sangat kasihan bila melihat Nabi bersolat dengan kepanasan. Oleh sebab itu lalu dibuatkan sebuah bangunan. Ketika hendak solat, para sahabat lalu mempersilahkan untuk mempergunakan bangunan itu, sekalian diberi nama. Setelah melakukan solat dibangunan hasil karya para sahabat itu, Rasulullah SAW lalu memberinya nama: Masjidil Haram. Maksudnya agar umat Islam tidak mengutamakan atau menilai bahwa dengan bersolat dibangunan semacam itu, pasti solatnya diterima aleh Allah. Tetapi maksud ini tidak dapat dibaca oleh para sahabat. Dan para sahabat pun tidak ada yang menanyakan mengapa Rasulullah SAW menamakannya Masjidil Haram. Itulah sebabnya maka setiap bangunan yang dipergunakan untuk solat umat Islam lalu meniru bentuk Masjidil Haram yang dibangun oleh para sahabat Nabi SAW. Sudah barang tentu bangunan yang sekarang ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan. Baik dalam bentuk maupun bahannya.

Dalam AL QUR’AN ada perintah Allah bahwa umat Islam bila melaksanakan solat yang fardhu wajib melakukannya di BAITULLAH (rumah Allah). Dan dalam sebuah sabda Rasulullah SAW dalam Hadist mengatakan: “SESUNGGUHNYA SEAMPUH-AMPUHNYA SOLAT BILA DILAKUKAN DENGAN TIDAK DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN”. Kalau kita pikirkan selintas antara firman Allah swt dengan Hadist diatas sangat berlawanan. Sebab solat fardhu di BAITULLAH (kalau diartikan masjid) tentunya dengan solat berjamaah. Tetapi Hadist mengatakan Solat yang ampuh bila tidak diketahui oleh orang lain. Tidak diketahui bukan berarti tidak dilihat, Bukan! Dalam kebingungan ini maka sebahagian orang Syari’at menuduh Hadist itu adalah Dho’if (palsu). Padahal sebenarnya Hadist itu benar adanya.

No comments:

Post a Comment