Saturday, February 13, 2016

BID'AH TIDAK SEMUANYA SESAT

Jika seluruh bid'ah dianggap dhalalah (sesat), maka seluruh muslim dimuka bumi sudah tersesat. Pengumpulan al-Qur'an itu bid'ah dan itu pernah didiskusikan oleh Ab Bakr al-Shiddiq dan Zaid ibn Tsabit (yang semula menolak dengan alasan tidak dilakukan dan tidak diperintahkan oleh Raslullah) dengan Umar ibn Khattab yang mengatakan bahwa itu sangat besar manfaatnya. Bukti lain, tarawih berjamaah itu hanya dilakukan oleh Rasul beberapa malam saja. Ketika Umar menjadi khaifah, ia masuk ke mesjid pada malam Ramadhan.

Diihatnya ada serombongan orang lagi tarawih, sedangkan yang lain telah selesai. Sebagian sholat di bagian tertentu mesjid, sebagian lagi dibagian yang lain. Umar berkata, "Alangkah baiknya,kalau shalat tarawih berjamaah". Sahabat yang menyertai Umar setuju. Lalu, diumumkan bahwa "Mulai besok tarawih di mesjid tersebut dilakukan secara berjamaah". Besoknya shalat tarawih dilakukan secara berjamaah. Umar berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini". Apakah benar bahwa bid'ah (inovasi / innovation) itu sesat. Kalau seluruh bid'ah itu sesat, maka Abu Bakr al-Shiddiq, Umar ibn al-Khaththab, dan Zayd ibn Tsabit termasuk penghuni Neraka karena telah berbuat bid'ah. 

Apakah tidak aneh, kalau ada yang mengaku salafi, dan membuat aturan dalam sesat tidaknya orang sehingga termasuk pula yang disesatkannya itu sahabat-hahabat Rasulullah yang begitu banyak hadits mejelaskan bahwa mereka adalah AHLI SURGA. Lalu, apakah hadits itu telah ditakhrijkan juga dan menyatakannya sebagai hadits Mawdhu' atau Dha'if, atau Munkar. 

Sungguh PENISTAAN DAN PENGHINAAN YANG LUAR BIASA BESAR DOSANYA. 

No comments:

Post a Comment