Saturday, February 13, 2016

TINGKATAN GURU

Guru itu bertingkat-tingkat, Sayidina Ali berkata, barang siapa yg mengajarkanmu walau satu ayat dialah salah satu gurumu.

Pertama Guru sang maha guru itu ialah Allah sendiri, dgn namaNya yg di sebut Al-alim sumber ilmu dr sgala ilmu, dgn namaNya jg Al-Hadi yg maha memberi petunjuk dan aturan jalan hidup kpd makhlukNya, yg bersifat universal dr sifat Ar-rahmanNya, sekalipun kpd rumput, bahkan makhluk terkecil sekalipun, lihatlah siapa yg memberi instink itik ayam yg berusaha mematuk-matuk cangkang di dalam telur si ayam sampai ia keluar dr dalam telur, siapa jg yg mengajarkan laba-laba membuat sarang yg bgt rapi, siapa jg yg mengajarkan lebah membuat lubang2 sarang persegi enam yg bgt tersusun rapi? Di sinilah tanda Allah memberi petunjuk ilmu/nur/panduan hidup kpd makhlukNya dan membuat batasan2 dan jatahnya masing2, dimana ikan hanya ada di air, manusia ada di atas bumi, semua itu maha adil atas ilmuNya yg maha bijaksana dan tak melampaui batas.

Guru kedua ialah malaikat jibril, dimana di alam rahim kita di ajarkan dan di beri petunjuk bagi kehidupan manusia, dr jalan hidupnya, jatah hidupnya baik rizky dan jodohnya sampai manusia menutup mata dan manusia saat di pasang master ilmuNya saat penyaksian wujudNya dan Allah berkata “alastubirabbikum di hadapkan sifat jamal dan jalalNya, saat itu ruh manusia bagai chip softwere dimana manusia tak bisa keluar atas sgala ketetapan2 dlm kemampuan yg sudah terpasang dan tertanam kuat sifat2 tuhan dr asalnya sblm menginjak bumi ini, namun rahsiaNya ia pasang di dya bahagian terdalam rasa dan rasio manusia, sifat jalal yg condong kpd alam kasar Dia tanam di otak manusia,dan sifat jamal yg bgt rahsia ia tanam di dalam dada manusia, masih bgt panjang membahas bab ini.

Guru ketiga adalah alam raya ini dimana tuhan membuat simbol2 ilmuNya kpd alam, alam adalah bahasa simbol yg tak berhuruf dan bersuara, semua bertujuan agar ilmuNya bisa tergosok oleh rasa dan rasio manusia, inilah yg di sebut kitab basah, ke empat ialah manusia itu sendiri, dimana tuhan memaujudkan dr golongan manusia untuk Mengajarkan manusia secara langsung dg bahasa manusia, para nabi dan rasul, orang tua lahir, guru di sekolah, sahabat, orang tua batin (mursyd lahiriah), mereka adalah sosok jembatan bagi manusia untuk saling bercermin dan saling mengenal diri.

Yang terakhir ialah golongan para ghaib, dr ghaibul guyub, ghaibul ghaib, dan ghaibullah, manusia mencapai guru ini jika sudah menempu proses penyucian jiwa, guru2 itu berasal dr para orang2 suci yg tak pernah mati dan sudah mencapai kesempurnaan hidup, beliau2 saling estafet memberi amanah ilmu2 rahsiaNya kpd hamba2 pilihan, yg menghantarkan para hamba menemui guru sejati di dlm diri, sblm ia bertemu ruh Al-qudsi hamba akan di pertemukan dg ruh2 para nabi stelah hamba2 suci, lalu di pertemukan dgn khidir, yg menjembatani dan mengajarkan ilmu sejati/laduni, sampai kpd nurullah atau ruh Al-qudsi yg pernah di tanam kepada manuisa saat di tiupkan ruhNya, karna ruh itu bukan makhluk, karna proses ruh itu bukanlah di ciptakan tp di tiupkan langsung dr Nya, berbeda dg bahan jasad yg mengalami sebuah proses penciptaan, disana ruh Al-qudsi di ajarkan oleh jibril dg gelar ruh qudus layaknya ahmad bin abdillah, sampai ruh Al-qudsi itu sendiri yg menemui sumber asalNya, inilah yg dinamakan miraj di namakan marifat, hanya Allah yg mengenal Allah, hanya yg suci yg boleh bertemu dg yg suci, melalui Allah, oleh Allah, karna Allah.

Fahamilah laduni itu tdk bisa di tempuh dg keinginan dan obsesi kita, ia akan muncul scara natural stelah kita menjalankan amal perbuatan dg ikhlas, karna tergantung bagaimana kehendak hak jaiz Allah saja, fahamlah sudah bahwa laduni bukan ilmu yg bisa di teorikan dan di metodekan, karna sangat2lah rahsia, berhubungan rahsia antara hanya Sang hamba dg sang khaliq saja, kita hanya bisa berbuat dan berbuat saja.

"Barang siapa yg mengharap perjumpaan dg Ku, perbanyaklah Amal saleh dan jangan sekali-kali menyekutukan-Ku”, "manusia adalah rahsia-Ku,rahsia-Ku ada pada manusia”, "barang siapa yg mencintai-Ku, maka akan Aku bunuh, setelah Aku bunuh maka akan Aku hidupkan kembali, setelah itu ia akan hidup bersama-Ku”, "Barang siapa yg memusuhi kekasih-Ku, maka siap2lah berperang dengan-Ku”, "Aku cinta kpd hambaku, hambaku cinta kpd Ku, dimana matanya menjadi pengihatanKu, telinganya menjadi pendengaranKu, mulutnya menjadi kata2Ku, nafasnya menjadi hidupKu, perbuatannya menjadi perbuatanKu”.

No comments:

Post a Comment