Thursday, March 24, 2016

IKUTI RASULULLAH LAHIR DAN BATIN

Syekh Ibnu Atha'illah mengatakan: "Engkau akan diremehkan jika tidak mengikuti Rasulullah SAW. Sebaliknya, engkau akan memperoleh kedudukan mulia dan tinggi di sisi Allah jika mengikuti Sunnah Nabi SAW. Dan, mengikuti Nabi terwujud dalam dua perkara; lahiriah dan batiniah.” Menurut Dr. Muhammad Najdat, perkara-perkara lahiriah yang dimaksud oleh Syekh Ibnu Atha'illah meliputi pelaksanaan syariat seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Sedangkan perkara batin meliputi keyakinan akan pertemuan dengan Allah dalam shalat disertai perenungan dan pemahaman tentang makna bacaan dan gerakkan dalam shalat.

Jika pada saat shalat atau membaca Al-Quran kita tidak bisa merasakan kehadiran Allah dan tidak mampu merenungkannya, berarti kita telah terjangkit penyakit batin, seperti penyakit sombong, lalai, ujub dan sejenisnya. Allah SWT berfirman, "Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar." (QS Al-'Araf (7): 146). Bukti bahwa kita mencintai Allah adalah dengan mentaati-Nya dan mengikuti nabi-Nya. Allah SWT berfirman, "Katakanlah, 'Jika kau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (QS Ali Imran (3): 31)

Jalan yang benar dan lurus adalah mengikuti dan meledani pemilik syafaat. Keadaan spiritual nabi adalah jalan kesempurnaan. Lalu, secara turun-temurun kita mengikuti jejak sahabat, tabiin, tabi tabiin, dan para ulama pewaris nabi yang keilmuaan dan kesalehannya mengikuti jejak nabi. Mengikuti Nabi SAW secara zahir dan batin adalah dengan menunaikan berbagai kewajiban (zahir) dan mengikhlaskan amal hanya untuk Allah semata (batin). Sikap inilah yang akan meneguhkan hubungan dengan Allah dan dengan Rasulullah SAW. (Disarikan dari kitab Taj Al-'Arus karya Syekh Ibnu Atha'illah, dengan syarah Dr. Muhammad Najdat).

No comments:

Post a Comment