Wednesday, March 9, 2016

INGAT APA BEKAL AKHIRATMU?

Syekh Ibnu Atha'illah mengatakan: "Orang yang merisaukan urusan dunia dan lupa bekal untuk akhiratnya seperti orang yang diserang seekor singa. Singa buas itu nyaris memangsanya, namun ketika lalat hinggap di tubuhnya, ia sibuk mengurusi lalat itu dan lupa melindungi dirinya dari singa.

Dia layak disebut sebagai orang dungu tak berakal. Jika punya akal, pasti ia berusaha agar terhindar dari terkaman singa dan tidak akan memikirkan seekor lalat yang menghinggapinya. Sedangkan perumpamaan orang yang bekerja dan mendapat rezeki dari kerjanya adalah seperti seorang budak yang diperintah oleh majikannya, "Bekerjalah! Dan, makanlah dari hasil kerjamu!"

Lalu, perumpamaan orang yang sibuk beribadah adalah seperti budak yang diperintahkan oleh majikannya, "Mengabdilah kepadaku! Maka Aku akan memberimu karunia!” (Syekh Ibnu 'Atha'illah dalam At-Tanwir fi Isqath at-Tadbir). 

MEMAHAMI KEINDAHAN CINTA

Syekh Al-Buthy menjelaskan bahwa keindahan cinta seorang hamba kepada Tuhannya sebenarnya melebihi keindahan yang hanya dirasakan oleh indra. Allah memberi namanya dengan Al-Jamil (Yang Mahaindah). Maka benarlah jika dikatakan, "Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan mencintai keindahan." Keindahan itu dicintai dalam segala aspeknya, baik indrawi maupun maknawi.Keindahan Allah itu mencakup seluruh bentuk keindahan.

Keindahan bunga itu sejatinya adalah keindahan Allah SWT, sebab Dia yang menciptakan keindahan.Jika seseorang melihat keindahan dengan penglihatan mata dan hati, niscaya penglihatannya sampai pada Zat yang menciptakan keindahan itu. Matanya melihat keindahan bentuk dan gambar, sedangkan akal akan larut dalam tafakur untuk menemukan Zat Yang Mahaindah, Sang Pencipta segala keindahan.

Jadi, indra manusia juga mempunyai peran dalam mengetahui keindahan Allah SWT. Orang yang mencintai Allah tentu akan mencintai-Nya dengan penglihatan mata dan hatinya. (Dikutip dari Al-Hubb fil-Qur'an wa Dawrul Hubb fil Hayatil Insan karya Al-Buthy). 

No comments:

Post a Comment