Sunday, April 3, 2016

OBROLAN MALAM SOR-BAUJAN

Pembicaraan tingkat tinggi antara Salik dan Matin di sor baujan (bawah pohon trembesi). Bila tak suka jangan dibaca, bila suka sebarkan pada yang lain.
Salik (S): Bro, kapan kita tak perlu berzikir? Saya capek mengikuti nasihatmu. Zikir lagi...zikir lagi, gak selesai-selesai!

Matin (M): Kalau nggak mau berzikir lagi, mati saja!
S: Oo. Jangan marah.
M: Huh... siapa marah?!
S: Ciyus?
M: Ciyus...

S: Mi apa?
M: Mikirin kamu yang gak paham-paham. Berzikir kepada Allah itu memang batasnya sampai kita mati. Di akhirat tak perlu zikir, tak perlu shalat.
S: OK. Kalau begitu ke kamar mandi juga kita berzikir?
M: Ya. Harus!

S: Heh...! Hati-hati ngomong! Ini ajaran apa?
M: Ajaran agama kita lah! Yang gak boleh dan tidak sopan itu kalau kamu zikir keras-keras di kamar mandi. Zikir itu kan menghidupkan hati untuk terus mengingat Allah kapan pun dan dimana pun. Masak baru dapat nikmat ngeden saja, kamu sudah lupa Tuhan?!
S: Hahahaha. Lucu juga lo!
M: Kita bisa berzikir sambil berjalan, naik mobil, nyetir motor, nyangkul, pokoknya kapan pun. Hidupkan hati dengan asma Allah dengan cipta rasamu. Ini salah satu olah batin, ini namanya riyadhah!

S: OK. Saya paham. Tapi, boleh tanya yang agak jorok gak? Hehehe
M: Silahkan! Keluarkan kotoran dari otakmu itu sekarang!
S: Kalau sambil bersetubuh dengan istri berzikir juga?
M: Harus dong! Rasul saja menyuruh kita untuk berdoa dulu sebelum memulai, itu artinya pekerjaan tersebut harus dijaga, jangan sampai kemasukan setan. Hubungan seks dengan istri adalah ibadah. Masak saat mendapat kenikmatan kamu sudah tidak ingat Tuhan.

S: Waktu sedang begituan harus zikir?
M: Itu tambah enak. Jangan sebut nama selain Tuhan, sebab bisa kemasukan setan. Malah seks adalah salah satu kenikmatan terbesar yang diberikan Tuhan di dunia. Itu kata Syekh Ibnu Arabi.
S: Terus?
M: Jadi, kalau kita dapat menyatukan cipta rasa ragawi dan batiniah untuk mengingat dan mengabdi kepada Allah, maka hubungan seks antara suami-istri akan semakin nikmat dan nikmat.

S: Mengapa menjadi bertambah nikmatnya?
M: Jelas bertambah. Sebab, saat orgasme seluruh tubuh kita terangsang, pikiran, perasaan bergelora, jika pada saat itu disatukan dengan batin kita yang tertuju pada rasa syukur, niat ibadah, memuji dan mengagungkan-Nya, maka pasti terasa nikmat.
S: hebat! Hebat! (Sambil pergi meninggalkan sor baujan)
M: Heh, kemana lo?

S: Saya pulang dulu, Bro. Kasihan istri di rumah, belum dinafkahi.

No comments:

Post a Comment