Tuesday, May 31, 2016

AJARAN SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Pada kesempatan kali ini akan dipaparkan perkataan Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang tersebar dalam buku-bukunya.Untuk menambah perbendaharaan pengetahuan kita tentang kebatinan Islam (tasawuf). Akan kami mulai dengan biografi dilanjuntukan dengan perkataan beliau di dalam buku “Futuh Al Ghaib”.

BIOGRAFI SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Rahimahullah, (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qadir ibn Abi Shalih Al-Jailani). Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M kota Baghdad sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani. Biografi beliau dimuat dalam Kitab الذيل على طبق الحنابلة Adz Dzail ‘Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali. Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M. Bila dirunut ke atas dari nasabnya, beliau masih keturunan Rasulallah Muhammad SAW dari Hasan bin Ali ra, yaitu Abu Shalih Sayidi Muhammad Abdul Qadir bin Musa bin Abdullah bin Yahya Az-zahid bin Muhammad bin Dawud bin Musa Al-Jun bin Abdullah Al-Mahdi bin Hasan Al-Mutsana bin Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra.

MASA MUDA SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al Muharrimi. Belaiu menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa’ad al Mukharrimi yang membangun sekolah kecil-kecilan di daerah Babul Azaj menyerahkan pengelolaan sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Ia mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut. Banyak orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak pula orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang menimba ilmu di sekolah beliau hingga sekolah itu tidak mampu menampung lagi.

MURID-MURID SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti al Hafidz Abdul Ghani yang menyusun kitab Umdatul Ahkam Fi Kalami Khairil Anam, Syeikh Qudamah, penyusun kitab fiqh terkenal al Mughni.

PERKATAAN ULAMA TENTANG SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Syeikh Ibnu Qudamah sempat tinggal bersama beliau selama satu bulan sembilan hari. Kesempatan ini digunakan untuk belajar kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani sampai beliau meninggal dunia. (Siyar A’lamin Nubala XX/442).

Syeikh Ibnu Qudamah ketika ditanya tentang Syeikh Abdul Qadir menjawab, ”Kami sempat berjumpa dengan beliau di akhir masa kehidupannya. Ia menempatkan kami di sekolahnya. Ia sangat perhatian terhadap kami. Kadang beliau mengutus putra beliau yang bernama Yahya untuk menyalakan lampu buat kami. Ia sentiasa menjadi imam dalam solat fardhu.”

Beliau adalah seorang yang berilmu, beraqidah Ahlu Sunnah, dan mengikuti jalan Salaf al Shalih. Belaiau dikenal pula banyak memiliki karamah. Tetapi, banyak (pula) orang yang membuat-buat kedustaan atas nama beliau. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, tariqah (tarekat/jalan) yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Di antaranya dapat diketahui dari pendapat Imam Ibnu Rajab.

KARAMAH SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syeikh, ulama, dan ahli zuhud. Ia banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi, ada seorang yang bernama al Muqri’ Abul Hasan asy Syathnufi al Mishri (nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir al Lakhmi asy Syathnufi) yang mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dalam tiga jilid kitab. Al Muqri’ lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya).

“Cukuplah seorang itu berdusta, jika dia menceritakan yang dia dengar”, demikian kata Imam Ibnu Rajab. “Aku telah melihat sebagian kitab ini, tetapi hatiku tidak tentram untuk berpegang dengannya, sehingga aku tidak meriwayatkan apa yang ada di dalamnya. Kecuali kisah-kisah yang telah masyhur dan terkenal dari selain kitab ini. Karena kitab ini banyak berisi riwayat dari orang-orang yang tidak dikenal. Juga terdapat perkara-perkara yang jauh dari agama dan akal, kesesatan-kesesatan, dakwaan-dakwaan dan perkataan yang batil tidak berbatas, seperti kisah Syeikh Abdul Qadir menghidupkan ayam yang telah mati, dan sebagainya. Semua itu tidak pantas dinisbatkan kepada Syeikh Abdul Qadir al Jailani rahimahullah.”

Kemudian didapatkan pula bahwa al Kamal Ja’far al Adfwi (nama lengkapnya Ja’far bin Tsa’lab bin Ja’far bin Ali bin Muthahhar bin Naufal al Adfawi), seorang ulama bermadzhab Syafi’i. Ia dilahirkan pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 685 H dan wafat tahun 748 H di Kairo. Biografi beliau dimuat oleh al Hafidz di dalam kitab Ad Durarul Kaminah, biografi nomor 1452. al Kamal menyebutkan bahwa asy Syathnufi sendiri tertuduh berdusta atas kisah-kisah yang diriwayatkannya dalam kitab ini.(Dinukil dari kitab At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah as Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.).

KARYA SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Imam Ibnu Rajab juga berkata, ”Syeikh Abdul Qadir al Jailani Rahimahullah memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah.”

Karya beliau, antara lain :
al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq,
Futuhul Ghaib.

Murid-muridanya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Ia membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.

AJARAN SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Ia seorang Imam bermadzhab Hambali. Menjadi guru besar madzhab ini pada masa hidup beliau.” Imam Adz Dzahabi menyebutkan biografi Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam Siyar A’lamin Nubala, dan menukilkan perkataan Syeikh sebagai berikut,”Lebih dari lima ratus orang masuk Islam lewat tanganku, dan lebih dari seratus ribu orang telah bertaubat.”

Imam Adz Dzahabi menukilkan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Syeikh Abdul Qadir yang aneh-aneh sehingga memberikan kesan seakan-akan beliau mengetahui hal-hal yang ghaib. Kemudian mengakhiri perkataan, ”Intinya Syeikh Abdul Qadir memiliki kedudukan yang agung. Tetapi terdapat kritikan-kritikan terhadap sebagian perkataannya dan Allah menjanjikan (ampunan atas kesalahan-kesalahan orang beriman ). Namun sebagian perkataannya merupakan kedustaan atas nama beliau.”( Siyar XX/451 ). Imam Adz Dzahabi juga berkata, ” Tidak ada seorangpun para kibar masyasyeikh yang riwayat hidup dan karamahnya lebih banyak kisah hikayat, selain Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan banyak di antara riwayat-riwayat itu yang tidak benar bahkan ada yang mustahil terjadi“.

Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata dalam kitabnya, Al Haddul Fashil,hal.136, ” Aku telah mendapatkan aqidah beliau ( Syeikh Abdul Qadir Al Jaelani ) di dalam kitabnya yang bernama Al Ghunyah. (Lihat kitab Al-Ghunyah I/83-94) Maka aku mengetahui bahwa dia sebagai seorang Salafi. Ia menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Ia juga membantah kelompok-kelompok Syi’ah, Rafidhah, Jahmiyyah, Jabariyyah, Salimiyah, dan kelompok lainnya dengan manhaj Salaf.” (At Tashawwuf Fii Mizanil Bahtsi Wat Tahqiq, hal. 509, karya Syeikh Abdul Qadir bin Habibullah As Sindi, Penerbit Darul Manar, Cet. II, 8 Dzulqa’dah 1415 H / 8 April 1995 M.)

Inilah tentang beliau secara ringkas. Seorang ‘alim Salafi, Sunni, tetapi banyak orang yang menyanjung dan membuat kedustaan atas nama beliau. Sedangkan beliau berlepas diri dari semua kebohongan itu. Wallahu a’lam bishshawwab.

AWAL KEMASYHURAN SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Al-Jaba’i berkata bahwa Syeikh Abdul Qadir pernah berkata kepadanya, “Tidur dan bangunku sudah diatur. Pada suatu saat dalam dadaku timbul keinginan yang kuat untuk berbicara. Begitu kuatnya sampai aku merasa tercekik jika tidak berbicara. Dan ketika berbicara, aku tidak dapat menghentikannya. Pada saat itu ada dua atau tiga orang yang mendengarkan perkataanku. Kemudian mereka mengabarkan apa yang aku ucapkan kepada orang-orang, dan merekapun berduyun-duyun mendatangiku di masjid Bab Al-Halbah. Karena tidak memungkinkan lagi, aku dipindahkan ke tengah kota dan dikelilingi dengan lampu. Orang-orang tetap datang di malam hari dengan membawa lilin dan obor hingga memenuhi tempat tersebut. Kemudian, aku dibawa ke luar kota dan ditempatkan di sebuah mushalla. Namun, orang-orang tetap datang kepadaku, dengan mengendarai kuda, unta bahkan keledai dan menempati tempat di sekelilingku. Saat itu hadir sekitar 70 orang para wali radhiallahu ‘anhum.

Kemudian, Syeikh Abdul Qadir melanjutkan, “Aku melihat Rasulallah SAW sebelum dzuhur, beliau berkata kepadaku, “anakku, mengapa engkau tidak berbicara?”. Aku menjawab, “Ayahku, bagaimana aku yang non arab ini berbicara di depan orang-orang fasih dari Baghdad?”. Ia berkata, “buka mulutmu”. Lalu, beliau meniup 7 kali ke dalam muluntuku kemudian berkata, ”bicaralah dan ajak mereka ke jalan Allah dengan hikmah dan peringatan yang baik”. Setelah itu, aku solat dzuhur dan duduk serta mendapati jumlah yang sangat luar biasa banyaknya sehingga membuatku gemetar. Kemudian aku melihat Ali r.a. datang dan berkata, “buka mulutmu”. Ia lalu meniup 6 kali ke dalam muluntuku dan ketika aku bertanya kepadanya mengapa beliau tidak meniup 7 kali seperti yang dilakukan Rasulallah SAW, beliau menjawab bahwa beliau melakukan itu karena rasa hormat beliau kepada Rasulallah SAW. Kemudian, aku berkata, “Pikiran, sang penyelam yang mencari mutiara ma’rifah dengan menyelami laut hati, mencampakkannya ke pantai dada , dilelang oleh lidah sang calo, kemudian dibeli dengan permata ketaatan dalam rumah yang diizinkan Allah untuk diangkat”. Ia kemudian menyitir, “Dan untuk wanita seperti Laila, seorang pria dapat membunuh dirinya dan menjadikan maut dan siksaan sebagai sesuatu yang manis.”

Dalam beberapa manuskrip didapatkan bahwa Syeikh Abdul Qadir berkata, ”Sebuah suara berkata kepadaku saat aku berada di pengasingan diri, “kembali ke Baghdad dan ceramahilah orang-orang”. Aku pun ke Baghdad dan menemukan para penduduknya dalam kondisi yang tidak aku sukai dan karena itulah aku tidak jadi mengikuti mereka”. “Sesungguhnya” kata suara tersebut, “Mereka akan mendapatkan manfaat dari keberadaan dirimu”. “Apa hubungan mereka dengan keselamatan agamaku/keyakinanku” tanyaku. “Kembali (ke Baghdad) dan engkau akan mendapatkan keselamatan agamamu” jawab suara itu.

Aku pun membuat 70 perjanjian dengan Allah. Di antaranya adalah tidak ada seorang pun yang menentangku dan tidak ada seorang muridku yang meninggal kecuali dalam keadaan bertaubat. Setelah itu, aku kembali ke Baghdad dan mulai berceramah.

KEJADIAN PENTING SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Suatu ketika, saat aku berceramah aku melihat sebuah cahaya terang benderang mendatangi aku. “Apa ini dan ada apa?” tanyaku. “Rasulallah SAW akan datang menemuimu untuk memberikan selamat” jawab sebuah suara. Sinar tersebut semakin membesar dan aku mulai masuk dalam kondisi spiritual yang membuatku setengah sadar. Lalu, aku melihat Rasulallah SAW di depan mimbar, mengambang di udara dan memanggilku, “Wahai Abdul Qadir”. Begitu gembiranya aku dengan kedatangan Rasalullah SAW, aku melangkah naik ke udara menghampirinya. Ia meniup ke dalam muluntuku 7 kali. Kemudian Ali datang dan meniup ke dalam muluntuku 3 kali. “Mengapa engkau tidak melakukan seperti yang dilakukan Rasulallah SAW?” tanyaku kepadanya. “Sebagai rasa hormatku kepada Rasalullah SAW” jawab beliau.

Rasulallah SAW kemudian memakaikan jubah kehormatan kepadaku. “apa ini?” tanyaku. “Ini” jawab Rasulallah, “adalah jubah kewalianmu dan dikhususkan kepada orang-orang yang mendapat derajad Qutb dalam jenjang kewalian”. Setelah itu, aku pun tercerahkan dan mulai berceramah.

Saat Nabi Khidir As. Datang hendak mengujiku dengan ujian yang diberikan kepada para wali sebelumku, Allah membukakan rahasianya dan apa yang akan dikatakannya kepadaku. Aku berkata kepadanya, ”Wahai Khidir, apabila engkau berkata kepadaku, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”, aku akan berkata kepadamu, “Engkau tidak akan sabar kepadaku”. “Wahai Khidir, Engkau termasuk golongan Israel sedangkan aku termasuk golongan Muhammad, inilah aku dan engkau. Aku dan engkau seperti sebuah bola dan lapangan, yang ini Muhammad dan yang ini ar Rahman, ini kuda berpelana, busur terentang dan pedang terhunus.”

Al-Khattab pelayan Syeikh Abdul Qadir meriwayatkan bahwa suatu hari ketika beliau sedang berceramah tiba-tiba beliau berjalan naik ke udara dan berkata, “Hai orang Israel, dengarkan apa yang dikatakan oleh kaum Muhammad” lalu kembali ke tempatnya. Saat ditanya mengenai hal tersebut beliau menjawab, ”Tadi Abu Abbas Al-Khidir As lewat dan aku pun berbicara kepadanya seperti yang kalian dengar tadi dan ia berhenti”.

Hubungan Guru dan Murid

Guru dan teladan kita Syeikh Abdul Qadir berkata, ”Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.

1. Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar (menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).
2. Dua karakter dari Rasulullah SAW yaitu penyayang dan lembut.
3. Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.
4. Dua karakter dari Umar yaitu amar ma’ruf nahi munkar.
5. Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.
6. Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.

Masih berkenaan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang dinisbatkan kepada beliau dikatakan:

Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syeikh maka ia adalah Dajjal yang mengajak kepada kesesatan.

Dia harus sangat mengetahui hukum-hukum syariat dzahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat dan ramah kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridanya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah.

Syeikh Abdul Qadir juga menyatakan bahwa Syeikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunnah kepada kita untuk menilai seorang syeikh. Apabila ia tidak hafal al Quran, tidak menulis dan menghafal Hadits, dia tidak pantas untuk diikuti.

Menurut saya (penulis buku) yang harus dimiliki seorang syeikh ketika mendidik seseorang adalah dia menerima si murid untuk Allah, bukan untuk dirinya atau alasan lainnya. Selalu menasihati muridanya, mengawasi muridanya dengan pandangan kasih. Lemah lembut kepada muridanya saat sang murid tidak mampu menyelesaikan riyadhah. Dia juga harus mendidik si murid bagaikan anak sendiri dan orang tua penuh dengan kasih dan kelemahlembutan dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu, dia selalu memberikan yang paling mudah kepada si murid dan tidak membebaninya dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya. Dan setelah sang murid bersumpah untuk bertobat dan selalu taat kepada Allah baru sang syaikh memberikan yang lebih berat kepadanya. Sesungguhnya bai’at bersumber dari hadits Rasulullah SAW ketika beliau mengambil bai’at para sahabatnya.

Kemudian dia harus mentalqin si murid dengan zikir lengkap dengan silsilanya. Sesungguhnya Ali ra. bertanya kepada Rasulallah SAW, “Wahai Rasulallah, jalan manakah yang terdekat untuk sampai kepada Allah, paling mudah bagi hambanya dan paling afdhal di sisi-Nya. Rasulallah berkata, “Ali, hendaknya jangan putus berzikir (mengingat) kepada Allah dalam khalwat (kontemplasinya)”. Kemudian, Ali ra. kembali berkata, “Hanya demikiankah fadhilah zikir, sedangkan semua orang berzikir”. Rasulullah berkata, “Tidak hanya itu wahai Ali, kiamat tidak akan terjadi di muka bumi ini selama masih ada orang yang mengucapkan ‘Allah’, ‘Allah’. “Bagaimana aku berzikir?” tanya Ali. Rasulallah bersabda, “Dengarkan apa yang aku ucapkan. Aku akan mengucapkannya sebanyak tiga kali dan aku akan mendengarkan engkau mengulanginya sebanyak tiga kali pula”. Lalu, Rasulallah berkata, “Laa Ilaaha Illallah” sebanyak tiga kali dengan mata terpejam dan suara keras. Ucapan tersebut di ulang oleh Ali dengan cara yang sama seperti yang Rasulullah lakukan. Inilah asal talqin kalimat Laa Ilaaha Illallah. Semoga Allah memberikan taufiknya kepada kita dengan kalimat tersebut.

Syeikh Abdul Qadir berkata, ”Kalimat tauhid akan sulit hadir pada seorang individu yang belum di talqin dengan zikir bersilsila kepada Rasullullah oleh mursyidanya saat menghadapi sakaratul maut”.

Karena itulah Syeikh Abdul Qadir selalu mengulang-ulang syair yang berbunyi: Wahai yang enak diulang dan diucapkan (kalimat tauhid) jangan engkau lupakan aku saat perpisahan (maut).

Lain-Lain

Kesimpulannya beliau adalah seorang ‘ulama besar. Apabila sekarang ini banyak kaum muslimin menyanjung-nyanjungnya dan mencintainya, maka itu adalah suatu kewajaran. Bahkan suatu keharusan. Akan tetapi kalau meninggi-ninggikan derajat beliau di atas Rasulullah shollallahu’alaihi wasalam, maka hal ini merupakan kekeliruan yang fatal. Karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam adalah rasul yang paling mulia di antara para nabi dan rasul. Derajatnya tidak akan terkalahkan di sisi Allah oleh manusia manapun. Adapun sebagian kaum muslimin yang menjadikan Syeikh Abdul Qadir sebagai wasila (perantara) dalam do’a mereka, berkeyakinan bahwa do’a seseorang tidak akan dikabulkan oleh Allah, kecuali dengan perantaranya. Ini juga merupakan kesesatan. Menjadikan orang yang meninggal sebagai perantara, maka tidak ada syari’atnya dan ini diharamkan. Apalagi kalau ada orang yang berdo’a kepada beliau. Ini adalah sebuah kesyirikan besar. Sebab do’a merupakan salah satu bentuk ibadah yang tidak diberikan kepada selain Allah. Allah melarang mahluknya berdo’a kepada selain Allah. “Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (QS. Al-Jin: 18)”

Jadi sudah menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk memperlakukan para ‘ulama dengan sebaik mungkin, namun tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan syari’ah. Akhirnya mudah-mudahan Allah sentiasa memberikan petunjuk kepada kita sehingga tidak tersesat dalam kehidupan yang penuh dengan fitnah ini.

Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syeikh Abdul Qadir menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di Padang Pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Syeikh Abdul Qadir, Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H/1258 M.

Syeikh Abdul Qadir juga dikenal sebagai pendiri sekaligus penyebar salah satu tarekat terbesar didunia bernama Tarekat Qodiriyah. (sumber: wikipedia)

FUTUH AL-GHAIB (WAHYU YANG GHAIB)

WACANA KETUJUH FUTUH AL-GHAIB

“Menghapus peduli dari hati/qalb”

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Langkah keluar dari diri Anda sendiri dan menjaga jarak darinya. Praktek lepas dari posesif Anda, dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Menjadi penjaga pintu-Nya di pintu hati Anda, mematuhi perintah-Nya dengan mengakui orang-orang Dia menginstruksikan Anda untuk mengakui, dan menghormati larangan-Nya dengan menutup keluar yang Dia menginstruksikan Anda untuk berpaling, sehingga Anda tidak membiarkan semangat kembali ke dalam hatimu setelah telah diusir. Gairah adalah diusir dari jantung oleh perlawanan untuk itu dan penolakan untuk mengikuti dorongan tersebut, apa pun keadaan, sementara kepatuhan dan persetujuan memungkinkan untuk mendapatkan entri. Jadi jangan menggunakan apapun akan terlepas dari kehendak-Nya, untuk yang lain adalah keinginan Anda sendiri, dan bahwa adalah Lembah pondok, di mana kematian dan kehancuran menanti Anda, dan jatuh dari pandangan Allah dan menjadi terpencil dari-Nya. Selalu menjaga perintah-Nya, selalu menghormati larangan-Nya, dan selalu tunduk kepada apa yang telah Dia tetapkan. Jangan persekutukan Dia dengan bagian manapun dari ciptaan-Nya. Anda akan, gairah hidup Anda dan selera duniawi milik Anda semua ciptaan-Nya, sehingga menahan diri dari memanjakan salah satu dari mereka agar Anda menjadi seorang politeis. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Siapa yang mengharapkan untuk bertemu Tuhannya, biarkan dia melakukan pekerjaan orang benar, dan membuat pengikut tidak ada dalam menyembah kepada Tuhan haknya. (18:110)

Politeisme [syirik] bukan hanya penyembahan berhala. Hal ini juga politeisme keinginan untuk menghasilkan gairah Anda sendiri, dan untuk menyamakan Tuhan dengan sesuatu apapun selain Allah Anda, baik itu di dunia ini dan isinya atau di akhirat dan apa yang terkandung di dalamnya. Apa yang selain Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah selain Dia, sehingga ketika Anda mengandalkan apapun selain Dia Anda mengasosiasikan sesuatu yang lain dengan-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia). Oleh karena itu berhati-hati dan tidak santai menjaga Anda, menjadi takut dan tidak mengembangkan rasa aman, dan menjaga akal Anda tentang Anda sehingga Anda tidak menjadi ceroboh dan puas.

Jangan atribut negara bagian atau stasiun kepada diri sendiri, dan tidak memiliki pretensi ke hal-hal seperti itu. Jika Anda diberi keadaan khusus, atau meningkat ke stasiun tertentu, tidak menjadi diidentifikasi dengan cara apapun sama sekali, karena Allah setiap hari tentang bisnis tertentu, mempengaruhi perubahan dan transformasi. Dia mungkin campur antara manusia dan hatinya, sehingga memisahkan Anda dari apa yang Anda telah mengaku menjadi sendiri, dan membuat Anda berbeda dari apa yang telah dibayangkan kondisi Anda tetap dan permanen. Anda kemudian akan malu di hadapan orang-orang yang Anda membuat klaim seperti itu, sehingga Anda lebih baik menjaga hal-hal untuk diri sendiri dan tidak menyampaikan kepada orang lain. Jika sesuatu tidak membuktikan stabil dan abadi, mengakui itu sebagai hadiah, berdoa untuk kasih karunia yang akan bersyukur, dan tetap tak terlihat. Tapi bahkan jika ternyata sebaliknya, ia masih akan membawa kemajuan dalam pengetahuan dan pemahaman, pencerahan, kewaspadaan dan disiplin. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan:

Seperti ayat-ayat Kami sebagaimana Kami telah membatalkan atau menyebabkan dilupakan, Kami ganti dengan yang lebih baik atau sebagai yang baik. Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (2:106)

Jadi, jangan meremehkan tingkat kekuasaan Allah, tidak memiliki keraguan tentang perencanaan-Nya dan manajemen-Nya, dan tidak pernah meragukan janji-Nya. Ambil sebagai model Anda contoh baik yang ditetapkan oleh Rasulullah (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian). Dia mengalami pembatalan ayat dan bab wahyukan kepadanya, diadopsi dalam praktek, dibacakan dalam relung [masjid], dan ditulis dalam buku-buku, seperti mereka telah ditarik dan diubah dan diganti oleh orang lain, Nabi diberkati dipindahkan untuk menerima wahyu baru. Ini berlaku untuk dispensasi luar hukum. Adapun aspek batin, pengetahuan dan keadaan rohani yang berpengalaman dalam hubungan sendiri dengan Allah, ia biasa berkata: “Hatiku akan dilapisi dengan karat, jadi aku mohon ampun kepada Allah tujuh puluh kali setiap hari” (“seratus kali,” menurut untuk laporan lain).

Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) akan pindah dari satu negara menjadi lain, dan dibuat untuk melintasi stasiun kedekatan ilahi dan lingkup yang ghaib. Jubah cahaya dianugerahkan kepadanya sudah diubah sebagai ia berkembang, sehingga setiap tahap baru akan membuat sebelumnya tampak gelap, dirusak oleh kekurangan dan penghormatannya tidak memadai pedoman. Dengan demikian, ia dilatih untuk praktek berdoa untuk pengampunan, karena itu adalah keadaan terbaik untuk melayani dan pertobatan konstan, karena ini melibatkan pengakuan dosa dan kekurangan sifat-sifat manusia yang diwariskan dari Adam (saw), ayah dari manusia.

Ketika kemurnian keadaan rohani Adam diwarnai dengan melupakan janji dan perjanjian, ia ingin tinggal selamanya di tempat tinggal perdamaian, di sekitar Tuhan Yang Maha Pemurah dan Pemurah Teman, dikunjungi oleh para malaikat yang mulia dengan ucapan dan salam, tapi dirinya-akan datang untuk dihubungkan dengan kehendak Kebenaran. Itu kehendak-Nya karena itu rusak, bahwa negara menghilang, bahwa keintiman menjadi remote, stasiun yang rusak, lampu-lampu yang redup, dan kemurnian yang manja. Lalu ini memilih salah satu Tuhan Yang Maha Pemurah pulih kesadarannya dan mengingatkan. Setelah diperintahkan dalam pengakuan dosa dan lupa, dan dilatih dalam pengakuan, ia berkata: “Ya Tuhan kami Kami telah menganiaya diri kita sendiri.! Jika Anda tidak mengampuni kami, dan kasihanilah kami, kami akan pasti diantara mereka yang terhilang!” (7:23).

Kemudian datang kepadanya cahaya pedoman, pengetahuan dan pemahaman dalam pertobatan dan manfaat yang tersembunyi, tapi untuk yang sesuatu yang sebelumnya misterius tidak akan menjadi nyata. Itu akan lama digantikan dengan yang berbeda, dan negara asli oleh lain. Ia menerima konsekrasi tertinggi, dan istirahat di dunia ini dan kemudian di akhirat, karena dunia ini menjadi rumah untuk dia dan keturunannya, dan akhirat mereka berlindung dan tempat istirahat kekal.

Dalam Rasulullah dan sahabat favorit, karena itu, seperti ayahnya Adam, Terpilih Allah, nenek moyang semua penuh kasih sayang dan teman-teman, Anda memiliki contoh untuk mengikuti mengakui kesalahan dan berdoa untuk pengampunan dalam semua keadaan.

WACANA KEDELAPAN FUTUH AL-GHAIB

Gambaran dekat kepada Allah

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Bila Anda berada dalam kondisi tertentu, jangan berusaha untuk pertukaran lain, entah lebih tinggi atau lebih rendah. Jika Anda berada di pintu gerbang istana Raja, oleh karena itu, tidak mencari pengakuan ke istana itu sendiri sampai Anda diwajibkan untuk memasukkan, karena paksaan dan bukan atas kemauannya sendiri. Dengan keharusan Maksudku perintah, keras-menerus diulang. Jangan puas diri dengan izin hanya untuk masuk, karena ini mungkin hanya trik dan penipuan pada bagian Raja. Anda bukan harus menunggu dengan sabar sampai Anda dipaksa untuk masuk, sehingga masuk ke dalam istana akan melalui paksaan murni dan nikmat karunia dari Raja. Kemudian, karena tindakan itu sendiri Raja, Dia tidak akan menghukum Anda untuk itu. Jika hukuman apapun dijatuhkan kepada Anda, hanya akan terjadi karena motivasi yang salah Anda, keserakahan, ketidaksabaran, uncouthness dan ketidakpuasan dengan situasi di mana Anda telah ditempatkan. Ketika Anda memperoleh hak masuk ke istana, karena itu Anda harus menundukkan kepala Anda dalam keheningan, mata Anda tetap tertunduk rendah hati dan pikiran perilaku Anda saat Anda melakukan tugas dan layanan diberikan kepada Anda, tanpa mencari promosi ke puncak tertinggi. Perhatikan kata Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia):

Strain tidak mata Anda terhadap apa yang telah Kami berikan untuk beberapa pasangan antara mereka untuk menikmati-bunga kehidupan dunia ini, bahwa Kami sehingga dapat menempatkan mereka untuk menguji. Ketentuan Tuhan Anda adalah lebih baik dan lebih kekal. (20:131)

Ini adalah peringatan oleh yang dipilih-Nya Ia memerintahkan Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) tentang perhatian ke kondisi saat seseorang dan kepuasan dengan hadiah yang diterima. Mengutip kata-Nya, “Tuhan penyediaan Anda adalah lebih baik dan lebih kekal,” Ia berkata: “Apa yang saya berikan kepada Anda di jalan kabar baik, kenabian, pengetahuan, kepuasan, kesabaran, perwalian agama dan dukungan kuat di dalamnya -semua ini adalah lebih pas dan tepat dari apa yang telah saya berikan [kepada orang lain]. “

Jadi, semua terletak baik dalam memperhatikan kondisi yang ada seseorang, dalam konten yang dengan itu dan berhenti mendambakan setelah alternatif, untuk itu hanya dapat bahwa sesuatu adalah milikmu oleh banyak atau diperuntukkan untuk yang lain, kecuali milik siapa-siapa dan Allah telah menciptakan hanya sebagai percobaan. Jika diperuntukkan bagi Anda, itu akan datang kepada Anda, suka atau tidak. Setiap menampilkan perilaku tidak pantas dan keserakahan dalam mengejar karenanya akan tidak tepat pada bagian Anda, dengan tidak ada dalam pengetahuan atau alasan untuk memuji itu. Jika ditakdirkan untuk orang lain, cadangan sendiri upaya sia-sia mengejar sesuatu yang tidak bisa dan yang tidak akan pernah datang kepada Anda. Jika hanya cobaan, tidak ditakdirkan menjadi milik siapa pun, bagaimana mungkin orang yang cerdas merasa berharga untuk melanjutkan hal seperti itu dan berusaha mendapatkan untuk dirinya sendiri? Jadi, terbukti bahwa semua yang baik dan keselamatan terletak pada benar menghadiri ke kondisi saat seseorang.

Bila Anda dipromosikan ke ruang atas, dan kemudian ke atap, Anda harus mengamati semua sopan santun perilaku yang tenang dan sopan yang telah disebutkan. Bahkan Anda harus melipatgandakan usaha Anda dalam hal tersebut, karena Anda sekarang lebih dekat dengan Raja dan lebih dekat dengan bahaya. Jadi, jangan berharap untuk suatu perubahan keadaan baik oleh promosi atau penurunan pangkat, dan keinginan tidak permanen dan kontinuitas maupun perubahan dalam kondisi yang ada. Anda seharusnya tidak memiliki pilihan degil apapun, karena yang akan berjumlah tidak bersyukur untuk berkat-berkat ini, dan tidak berterima kasih kepadanya membawa aib yang bersalah padanya, di dunia dan akhirat.

Biarkan tindakan Anda selalu seperti yang telah kita katakan kepada Anda, sampai Anda dipromosikan ke posisi yang akan menjadi stasiun permanen untuk Anda, dari mana Anda tidak akan terhapus. Anda kemudian akan mengenalinya sebagai hadiah, jelas dan jelas, sehingga menempel untuk itu dan jangan lepaskan. ] Orang-orang kudus Biasa awliya [‘telah menyatakan berubah, sedangkan stasiun permanen milik Abdal.

Allah bertanggung jawab atas bimbingan Anda!

WACANA KESEPULUH FUTUH AL-GHAIB

Pada diri dan negara nya

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Ada Allah, dan ada diri Anda sendiri [nafsuka], dan Anda harus mengatasi situasi. Diri adalah lawan dan musuh Allah. Segala sesuatu tunduk kepada Allah, dan benar-benar milik diri-Nya sebagai makhluk dan milik, tetapi menghibur diri praduga dan aspirasi terikat dengan selera keinginan duniawi dan sensual. Jadi, jika Anda sekutu diri dengan kebenaran ilahi dalam oposisi dan permusuhan terhadap diri sendiri, Anda akan demi Allah musuh untuk diri Anda sendiri. Sebagaimana Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) berkata kepada Daud (saw): “Hai Daud, aku mendukung sangat diperlukan Anda, sehingga berpegang teguh untuk mendukung Anda Benar perbudakan berarti musuh untuk diri Anda sendiri..”

Saat itulah persahabatan dan penghambaan kepada Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) akan dikonfirmasi dalam realitas. Semua yang disediakan untuk Anda kemudian akan datang kepada Anda untuk kesenangan dan kesenangan. Anda akan diselenggarakan untuk menghormati dan menghargai, dan segala sesuatu akan siap melayani Anda dengan martabat dan rasa hormat, karena mereka semua tunduk kepada Tuhan mereka dan sesuai dengan Dia, karena Dia adalah Pencipta mereka dan Originator dan mereka mengakui perbudakan mereka untuk Nya. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Tidak ada hal yang tidak merayakan memuji-Nya, tetapi Anda tidak mengerti perayaan mereka. (17:44)

[Lalu Dia berbalik ke langit ketika] asap dan berkata kepada pohon itu dan bumi: “Datanglah kamu berdua dengan sukarela atau terpaksa.” Mereka berkata: “Kami datang, patuh.” (41:11)

Jadi semua perbudakan-perbudakan-terdiri dalam menentang diri Anda sendiri. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Ikuti tidak menginginkan, jangan sampai menyesatkanmu dari jalan Allah. (38:26)

Untuk Daud (damai padanya) Dia berkata:

Melepaskan hasrat gairah Anda, karena itu adalah menjengkelkan.

Ada juga kisah terkenal Abu Yazid Al-Bistamii (semoga Allah kasihanilah dia). Ketika ia melihat Tuhan Yang Maha Esa dalam mimpi, ia bertanya kepada-Nya: “Bagaimana saya dapat menemukan cara untuk Anda?” Tuhan berkata: “Abaikan diri Anda dan datang ke sini!” Sebagai tanggapan, Saint memberitahu kita: “Aku menumpahkan saya sendiri sebagai sloughs ular dari kulitnya.”

Jadi, semua yang baik terletak pada melancarkan perang total melawan diri dalam semua keadaan. Jika Anda berada dalam keadaan pengabdian benar, karena itu, Anda harus menentang diri dengan tidak terlibat dengan orang, apakah perilaku mereka melanggar hukum, hanya meragukan atau bahkan bermaksud baik, tidak tergantung atau bergantung pada mereka, tidak takut mereka dan tidak menjepit ada harapan pada mereka, dan tidak mengingini apapun keuntungan duniawi mereka dapat menikmati. Jangan meminta hadiah dari mereka dalam bentuk hadiah, dari sedekah atau amal, atau persembahan nazar. Singkirkan semua kepentingan mereka dan dalam masalah materi ke titik di mana, jika Anda memiliki relatif kaya, Anda tidak akan ingin dia mati sehingga Anda dapat mewarisi kekayaannya. Memisahkan diri dari makhluk dalam kesungguhan semua. Menganggap mereka sebagai pintu yang berayun terbuka dan menutup, atau pohon yang kadang berbuah dan pada waktu lain adalah tandus, semua sesuai dengan tindakan seorang Pelaku dan manajemen dari suatu Perencana, yaitu Allah (Agung dan Maha Suci Allah ), sehingga Anda mungkin salah satu yang menegaskan Kesatuan Tuhan.

Pada saat yang sama, namun, kami tidak boleh melupakan peran yang tepat usaha manusia, untuk menghindari berlangganan dengan ajaran fatalistik dari Jabariyya. Percayalah bahwa tidak ada tindakan manusia tercapai tanpa Allah. Jangan menyembah makhluk-Nya dan melupakan Allah, dan tidak mempertahankan bahwa tindakan kita yang independen terhadap Allah, untuk itu akan membuat Anda kafir, pelanggan dengan doktrin ekstrim [bebas-akan dari Qadariyya] .* Anda lebih harus menegaskan bahwa tindakan kita milik Allah dalam titik penciptaan, dan untuk hamba-Nya di titik ‘akuisisi’] kasb [, ini menjadi pernyataan Islam tradisional pada subyek balasan dengan pahala atau hukuman.

Taatilah perintah Allah dalam berurusan dengan sesama makhluk. Jauhkan dari mereka apa yang saham dialokasikan Anda dengan perintah-Nya, tapi jangan melampaui batas ini. keputusan Allah dalam hal ini akan dikenakan pada Anda dan pada mereka, jadi jangan menjadi hakim sendiri. Anda bersama mereka adalah Keputusan takdir, dan takdir yang terselubung dalam kegelapan, sehingga kegelapan yang mengekspos ke Lampu, arti Kitab Allah dan praktik teladan [Sunnah] dari Rasul-Nya (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian). Jangan melangkah keluar kedua. Jika ide beberapa terjadi kepada Anda, atau jika Anda menerima inspirasi, periksa terhadap Kitab dan Sunnah.

Dengan kriteria ini, Anda mungkin menemukan bahwa ide atau gagasan terinspirasi dinyatakan melanggar hukum. Anggaplah, misalnya, Anda telah menerima indikasi untuk berzina, untuk praktek riba, mendampingi dengan karakter bermoral dan tidak bermoral, atau berperilaku dalam beberapa cara lain berdosa. Ini, Anda harus menolak, menolak, menolak untuk menerima dan menahan diri dari bertindak keluar. Jadilah yakin bahwa itu adalah dari setan yang terkutuk.

Mungkin apa yang Anda temukan akan ada lisensi, seperti yang diberikan kepada selera normal untuk makanan, minuman, pakaian atau perkawinan. Ini Anda juga harus menolak dan menolak untuk menerima, mengakui bahwa usulan itu berasal dari diri yang lebih rendah dan cravings hewan, yang Anda berada di bawah perintah untuk menentang dan memerangi.

Bisa juga terjadi bahwa Anda menemukan apa pun di Buku dan Sunnah untuk menunjukkan bahwa apa yang telah terjadi kepada Anda adalah dengan salah satu larangan atau lisensi. Mungkin itu adalah sesuatu yang Anda bingung untuk memahami, seperti dorongan mendorong Anda untuk pergi ke anu tempat untuk bertemu dengan orang baik tertentu, meskipun Anda punya apa-apa untuk mendapatkan sana atau dari orang baik yang bersangkutan, karena Anda kebutuhan sudah diurus melalui pengetahuan dan hikmat Allah telah berikan kepada Anda dengan ramah. Dalam kasus seperti ini, Anda harus berhenti dan tidak bereaksi segera. Alih-alih mengatakan, “Ini merupakan inspirasi dari Kebenaran [al-Haqq] (Agung dan Maha Suci Allah), jadi saya harus bertindak atasnya,” lebih memilih untuk menunggu untuk kepentingan potensi penuh. Kebenaran ilahi bekerja sedemikian rupa sehingga] [inspirasi Ilham akan diperjelas melalui pengulangan, dan Anda akan diberi tahu apa langkah yang harus diambil. Untuk orang dengan [pengetahuan ‘ilm] Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), tanda akan menyatakan dirinya, dimengerti hanya untuk orang-orang kudus pemahaman matang dan dikonfirmasi Abdal.

Alasan untuk tidak terburu-buru untuk bertindak adalah bahwa Anda tidak tahu konsekuensi dan tujuan akhir urusan, maupun jerat dan jebakan itu berisi, dengan cerdik tes yang dibuat oleh Allah. Jadi pasien sampai Dia adalah salah satu bekerja di dalam Anda. Bila tindakan yang benar-benar dilucuti diri, dan Anda ditanggung menuju tujuan itu, Anda akan dilakukan dengan aman melalui persidangan yang masih mungkin Anda hadapi, karena Allah (Maha Suci Allah) tidak akan menghukum Anda untuk melakukan sendiri; hukuman tidak dapat berlaku bagi Anda, kecuali Anda terlibat secara pribadi.

Jika Anda berada dalam keadaan realitas [Haqiqa], yang merupakan keadaan kesucian [] wilaya, Anda harus menentang gairah hidup Anda dan mematuhi perintah-perintah secara keseluruhan. Patuh akan perintahNya adalah dua macam:

Salah satu jenis yang cukup berarti mengambil dari dunia ini untuk memenuhi kebutuhan pribadi asli, meninggalkan kegemaran berlebihan, melaksanakan kewajiban agama, dan membuat upaya untuk menyingkirkan dosa-dosa Anda, baik lahir dan batin.

Jenis kedua adalah kepatuhan kepada perintah batin, salah satu yang dipakai Tuhan Kebenaran (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) perintah atau melarang hamba-Nya untuk melakukan sesuatu. perintah tersebut hanya berlaku dalam lingkup ‘netral’ hal-hal, yang tidak termasuk dalam setiap perintah positif dalam hukum Islam, dalam arti bahwa mereka tidak termasuk ke dalam kategori hal-hal yang dilarang, atau ke kategori hal-hal yang wajib; sejak mereka secara hukum acuh tak acuh, hamba berada di kebebasan untuk menangani mereka sesuai dengan kebijakannya sendiri, mereka disebut [Mubah netral / tidak peduli /] diperbolehkan. Ketimbang mengambil inisiatif apapun di daerah ini, hamba harus menunggu untuk menerima petunjuk, maka taatilah perintahku ketika datang. Dengan demikian ia akan bersama dengan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) di semua inikah tindakan-Nya, baik dalam gerakan atau istirahat, melalui rasa hormatnya untuk aturan-aturan hukum agama mana mereka menerapkan, dan bahwa perintah batin dalam kasus lain. Pada tahap ini dia benar-benar milik antara ahli [Realita ahl al-Haqiqa].

Dengan tidak adanya perintah ini bahkan batin, tidak ada untuk itu tetapi tindakan spontan dalam keadaan menyerah. Jika Anda berhubungan dengan kebenaran kebenaran, ini adalah keadaan penghapusan [mahw] dan pemusnahan fana [‘], keadaan Abdal yang patah hati karena-Nya, keadaan monoteis murni, orang tercerahkan kebijaksanaan, dikaruniai dengan pengetahuan dan kekuatan pemahaman, itu, komandan-di-kepala sipir dan penjaga manusia, yang vicegerents dari Tuhan Yang Maha Pemurah, dan rekan-rekan-Nya dan pembantu dan teman-teman, damai mereka.

Untuk mematuhi perintah dalam hal-hal seperti itu berarti akan melawan diri Anda sendiri, mengosongkan dari setiap kekuasaan atau kekuatan, sama sekali tidak memiliki semua akan dan ambisi untuk apa ini dunia atau akhirat. Anda datang untuk menjadi pelayan Raja, bukan Kerajaan, dari perintah-Nya dan bukan kehendak dan gairah. Kau datang menyerupai seorang bayi pada payudara perawat nya, mayat menerima mencuci ritualnya, pasien berbaring telentang untuk pengobatan oleh dokter, dalam segala hal yang tidak tunduk pada perintah dan larangan [ditetapkan dalam] hukum agama.

Hanya Allah Maha Mengetahui!

WACANA KETIGA BELAS DARI FUTUH AL-GHAIB

Ketika diserahkan kepada perintah Allah

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Jangan memaksakan diri untuk menarik kemakmuran atau untuk mencegah kemalangan. Kesejahteraan akan datang kepada Anda jika banyak Anda, apakah Anda mencari untuk mendapatkan atau melihatnya dengan jijik. Nasib sial juga akan menyusul Anda jika dimaksudkan untuk Anda oleh SK takdir itu, apakah Anda akan menolak untuk itu, atau berdoa untuk itu untuk pergi, atau menghadapinya dengan kesabaran dan ketabahan untuk menyenangkan Tuhan.

Satu-satunya resor adalah penyerahan total, memungkinkan proses untuk bekerja dalam diri Anda. Jika pengalaman yang akan membuktikan satu bahagia, Anda harus berusaha untuk menunjukkan rasa terima kasih. Apakah harus siksaan, Anda harus latihan kesabaran dan ketekunan, cobalah untuk menerimanya dengan rahmat yang baik, atau kehilangan diri Anda di dalamnya dan menjadi terpisah berdasarkan negara rohani [] halat Anda diberikan kepada traverse, dan stasiun-stasiun [] manazil untuk yang dibuat untuk perjalanan di jalan Tuhan, yang Anda diperintahkan untuk taat dan bersahabat, yang mungkin Anda bisa bertemu Sahabat Yang Maha Tinggi.

Anda kemudian akan diinstal dalam posisi di mana para pendahulu Anda adalah pejuang kebenaran, para martir dan orang-orang benar, sehingga Anda dapat melihat dengan mata sendiri semua orang yang telah pergi sebelum Anda untuk mencapai Raja, yang telah diambil dekat Dia dan ditemukan di hadirat-Nya setiap kenikmatan yang sangat indah, sukacita dan keamanan, kehormatan dan kebahagiaan.

Mari kesusahan mengunjungi Anda. Memungkinkan untuk mengambil kursus nya, dan jangan khawatir tentang timbulnya dan pendekatan, untuk api yang tidak lebih buruk dari api neraka dan neraka yang menyala-nyala. Menurut tradisi terpercaya dinisbahkan kepada manusia terbaik, yang terbaik dari yang pernah dilakukan oleh bumi dan terlindung oleh langit, Muhammad Yang Terpilih (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian), ia berkata: “Api neraka akan berkata beriman, ‘Teruskan, percaya! cahaya Anda telah memadamkan api saya! ” “

Apakah cahaya orang percaya yang menempatkan keluar api neraka yang lain daripada yang escort dia di dunia, sementara orang-orang berdosa tidak patuh pergi terarah dengan itu? Biarkan cahaya yang sama memadamkan api kemalangan, dan biarkan kesejukan kesabaran Anda dan harmoni Anda dengan Tuhan mengambil panas dari penderitaan Anda harus menjalani. penderitaan kemudian akan datang bukan untuk menghancurkan Anda, tapi Anda dan mencoba untuk mengkonfirmasi kesehatan iman Anda, untuk mengkonsolidasikan kekuatan keyakinan Anda, dan memberikan Anda hati kabar baik dari Tuhanmu bahwa Dia adalah bangga padamu. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Sesungguhnya Kami akan menguji kamu sampai Kami tahu orang-orang di antara kamu yang berusaha keras dan bertekun dalam kesabaran, dan sampai Kami menguji catatan Anda. (47:31)

Ketika iman Anda telah dibentuk dengan Tuhan Kebenaran, dan Anda sudah sesuai untuk pekerjaan-Nya dengan penuh keyakinan, semua melalui pertolongan-Nya dan rahmat, Anda kemudian harus pernah sabar, sesuai dan tunduk. Membiarkan apa pun terjadi dalam diri Anda atau orang lain yang bertentangan dengan perintah-perintah atau larangan Tuhan. Kemudian, ketika order diterima dari-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), berikan perhatian penuh dan cepat untuk merespon. Dapatkan bergerak dan tidak duduk-duduk. Jauh dari yang pasif mengundurkan diri untuk keputusan ilahi dan perbuatan, Anda harus mengerahkan kemampuan Anda dan melakukan segala upaya untuk menjalankan perintah.

Jika Anda tidak mampu ini, Anda harus segera berlindung dengan Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Resort kepada-Nya dan mohon ampun. Mencari penyebab ketidakmampuan untuk menjalankan perintah-Nya, dan untuk apa menghambat kecenderungan Anda untuk mentaatiNya. Masalahnya mungkin karena meminta Anda untuk masalah dan berperilaku dengan rahmat yang buruk dalam pelayanan-Nya, untuk sikap sembrono dan keyakinan pada kemampuan dan kekuatan sendiri, untuk kebanggaan sombong Anda dalam pengetahuan Anda sendiri, atau Anda menghubungkan diri Anda sendiri dan Nya makhluk dengan-Nya. Akibatnya, Dia telah melarang kamu dari pintu-Nya, Anda diberhentikan dari layanan taat-Nya, Anda kehilangan dukungan dari bimbingan membantu-Nya, berpaling wajah ramah-Nya menjauh dari Anda, memperlakukan Anda dengan jijik dan kebencian, dan meninggalkan Anda asyik dengan Anda kekhawatiran duniawi, nafsu, akan diri dan keinginan.

Apakah Anda tidak menyadari bahwa semua ini mengalihkan perhatian Anda dari tujuan Anda, dan menjaga Anda dari melihat Dia yang telah menciptakan kamu, gizi Anda, memberkati Anda dengan banyak hadiah, dan terus hidup Anda?

Hati-hati yang dialihkan dari Tuhanmu demi selain Tuhanmu. Semuanya selain Tuhanmu adalah selain Dia, sehingga menerima apa-apa lagi di preferensi kepada-Nya, karena Dia telah menciptakan kamu demi-Nya sendiri. Jangan salah jiwa Anda sendiri dengan menjadi sibuk dengan hal-hal lain untuk mengabaikan perintah-perintah-Nya, untuk itu akan menyebabkan Anda untuk memasukkan “Api, yang bahan bakar adalah manusia dan batu” (2:24). Anda akan menyesal, tetapi kesedihan Anda tidak akan sia-sia Anda. Anda akan membuat alasan, tetapi alasan akan diterima. Anda akan membela kesempatan lain, namun permohonan Anda tidak akan diberikan. Anda akan berusaha untuk kembali ke dunia ini untuk menebus kesalahan dan menempatkan hal yang benar, tetapi Anda tidak akan diizinkan untuk kembali.

Kasihanilah jiwa Anda dan semacam itu. Manfaatkan alat dan instrumen Anda telah diberikan, dengan mendedikasikan kecerdasan Anda, iman, kesadaran batin dan pengetahuan untuk melayani Tuhanmu. Biarkan mereka memberikan iluminasi cahaya di tengah kegelapan takdir. Berpegang teguh pada perintah ilahi dan larangan, menggunakannya sebagai pedoman di jalan Tuhanmu, dan membiarkan sisanya untuk penyimpanan yang Satu yang menciptakan kamu dan membawa kamu ke menjadi. Jangan berterima kasih kepada Dia yang menciptakan kamu dari debu dan membuat Anda tumbuh, yang mengembangkan Anda dari sperma menjadi manusia. Tidak menginginkan apa pun kecuali yang Dia perintah, dan tidak punya keengganan kecuali yang Dia melarang. Mari kita berharap ini cukup untuk semua tujuan dunia dan akhirat, dan penghindaran ini juga. Bila Anda sesuai dengan perintah-Nya, semua makhluk berada pada perintah Anda, dan ketika Anda membenci apa yang Dia melarang, segala sesuatu menjijikkan akan lari dari padamu di mana pun Anda berada atau membuat kunjungan Anda. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan dalam salah satu dari Buku-Nya:

Hai anak Adam, aku adalah Allah, tidak ada yang patut disembah selain Aku. Aku katakan kepada sesuatu, “Jadilah,” dan ia datang menjadi ada. Patuhi Aku, Aku akan membuat Anda seperti yang Anda katakan kepada sesuatu, “Jadilah,” dan akan ada.

Dia juga mengatakan (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia):

O dunia yang lebih rendah, kalau ada yang melayani Aku, melayani Dia, dan kalau ada yang melayani Anda, memberinya masalah.

Ketika larangan-Nya datang, Anda harus seolah-olah Anda sudah lembek pada sendi, dengan indra Anda keluar dari tindakan, kehabisan energi, secara fisik lumpuh, gairah semua menghabiskan, semua persepsi luar dihapus dan tayangan dihapuskan, tidak menyadari pengaruh, seperti singgasana digulingkan di ruang kosong di sebuah bangunan rusak pada banyak gelap, tanpa sensasi dan tidak berhubungan. Biarkan telinga Anda seakan-akan tuli sejak lahir, Anda mata seolah-olah menutup mata atau meradang atau benar-benar kehilangan penglihatan, Anda bibir seolah-olah ditutupi dengan bengkak dan luka, lidah Anda seakan bisu dan tuli, gigi Anda seolah-olah mereka abscessed dan sakit dan lemas, tangan Anda seolah-olah mereka lumpuh dan tanpa pegangan apapun, kaki dan kaki seolah-olah mereka gemetar dan gemetar dan berdarah, orangan genital Anda seolah-olah itu impoten dan tanpa bunga di seks, Anda seolah-olah perut itu adalah kembung dan acuh tak acuh terhadap makanan, pikiran Anda seolah-olah itu gila dan gila, tubuh Anda seolah-olah Anda sudah mati dan yang dibawa ke kuburan Anda.

Perintah panggilan untuk perhatian yang ketat dan respon cepat. larangan Sebuah panggilan untuk menahan diri, takut dan bercerai. Sebuah Keputusan panggilan takdir untuk bertindak mati, untuk menghilang ke non-eksistensi. Minum RUU ini, menelan obat ini dan dipelihara oleh diet ini, sehingga Anda dapat berkembang dalam kesehatan yang baik, dan disembuhkan dari penyakit dosa dan penyakit keinginan, dengan izin Allah (Maha Suci Allah) dan jika Dia menghendaki.

WACANA KEENAM BELAS DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada kepercayaan dan tahapan

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Tidak ada blok Anda langsung menerima rahmat Allah dan pertolongan kecuali kepercayaan Anda terhadap orang, koneksi, pada berubah baik dan handout. Jadi makhluk hambatan Anda untuk mendapatkan mata pencaharian yang tepat, sesuai dengan praktek teladan Nabi. Selama Anda terus bergantung pada sesama makhluk, berharap untuk hadiah dan nikmat, pergi dari pintu ke pintu dengan permintaan Anda, Anda menghubungkan makhluk-Nya dengan Allah. Karena itu ia akan menghukum Anda dengan perampasan yang mata pencaharian yang tepat, yaitu pendapatan yang sah dari dunia ini.

Kemudian, bila Anda telah meninggalkan kebiasaan tergantung pada orang dan menghubungkan mereka dengan Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), dan telah mengambil jalan untuk mendapatkan mata pencaharian sendiri, Anda bisa mengandalkan kekuatan produktif dan menjadi puas tentang hal itu, lupa nikmat karunia dari Tuhanmu. Anda sekali lagi bertingkah seperti seorang politeis [] musyrik, hanya sekarang [politeisme syirik] adalah tersembunyi, bersifat halus daripada jenis sebelumnya. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) sehingga akan menghukum kamu dengan mencabut Anda dari kebaikan dan akses langsung kepada-Nya.

Ketika Anda berbalik dari ini dalam pertobatan, berhenti untuk memungkinkan perambahan politeisme, dan mengabaikan ketergantungan daya produktif dan kemampuan Anda sendiri, Anda akan melihat bahwa Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah Provider. Dialah yang menyediakan sarana, fasilitas dan energi yang perlu mencari nafkah, dan Dia adalah Satu yang memungkinkan semua hasil yang baik yang akan dicapai. Semua rezeki di tangan-Nya. Pada waktu Dia mungkin suplai kepada Anda dengan cara orang lain, melalui Anda menarik bagi mereka sementara dalam marabahaya atau mencoba selat, atau sebagai respons untuk menarik Anda kepada-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), kadang-kadang dengan cara remunerasi yang diterima, dan pada masih kali lain dengan bantuan spontan-Nya, sedemikian rupa sehingga Anda tidak melihat penyebab campur tangan dan berarti.

Anda telah berpaling lagi kepada-Nya, casting diri di hadapan-Nya, dan Dia telah mengangkat tabir antara Anda dan nikmat-Nya. Ia telah membuat diriNya dapat diakses oleh Anda, dan anggun menteri untuk semua kebutuhan Anda dalam ukuran yang sesuai untuk kondisi Anda, bertindak seperti dokter yang baik dan bijaksana yang juga teman pasien. Sebagai tindakan pencegahan pada bagian-Nya, dan untuk membersihkan Anda dari setiap lampiran kepada siapa pun selain Dia, Dia memuaskan Anda dengan kebaikan.

Setelah hati Anda telah terlepas dari semua diri akan, semua nafsu dan kepuasan, keinginan dan keinginan, tidak ada yang tersisa di dalam hati Anda, kecuali kehendak-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Jadi, ketika Dia ingin mengirim Anda berbagi dialokasikan Anda (yang Anda terikat untuk menerima dan yang tidak diperuntukkan bagi semua makhluk-Nya terpisah dari Anda), Ia akan menyebabkan keinginan untuk berbagi yang timbul dalam diri Anda, dan akan mengirimkan ke Anda sehingga mencapai Anda ketika Anda membutuhkannya. Kemudian Dia akan membantu Anda untuk mengenali bahwa ia datang dari-Nya dan mengakui-Nya dengan rasa syukur sadar sebagai pengirim dan pemasok dari apa yang Anda terima. Saat ini menggerakkan Anda lebih jauh dari keterikatan dengan makhluk, dari keterlibatan dengan orang, Anda batin dikosongkan dari semua selain Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia).

Kemudian, ketika pengetahuan dan keyakinan telah difortifikasi, ketika perasaan Anda telah diperluas dan hati Anda telah tercerahkan, dan kedekatan kepada Tuhanmu dan berdiri Anda di mata-Nya telah demikian meningkat, serta kompetensi Anda untuk menjaga rahasia, Anda akan diizinkan untuk tahu terlebih dahulu bila Anda untuk menerima bagian yang diberikan Anda. hak istimewa ini akan diberikan untuk menghormati Anda, untuk meninggikan martabat Anda, sebagai nikmat ramah dan bimbingan dari-Nya. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan:

Dan Kami jadikan dari antara mereka para pemimpin membimbing dengan perintah Kami, ketika mereka bertahan dengan sabar, dan memiliki iman yakin dalam ayat-ayat Kami. (32:24)

Allah (Maha Suci Allah) juga mengatakan:

Adapun orang-orang yang berjihad di jalan Kami, Kami pasti membimbing mereka dengan cara kami. (29:69)

Dan Yang Maha Esa mengatakan:

Bertakwalah kepada Allah. Allah akan mengajar Anda. (2:282)

Kemudian Dia akan berinvestasi Anda dengan daya kreatif, yang mungkin Anda latihan dengan izin yang jelas dan tidak ambigu, dengan token brilian sebagai matahari bersinar, dengan kata-kata manis-Nya jauh lebih manis dari manis semua, dengan inspirasi yang benar dan tegas, tidak ternoda oleh bisikan-bisikan dari diri dan bisikan-bisikan setan yang terkutuk. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan di salah satu tulisan suci-Nya:

Hai anak Adam, aku adalah Allah. Tidak ada patut disembah tapi aku sendirian. Aku katakan kepada sesuatu, “Jadilah,” dan ia datang menjadi ada. Patuhi Aku dan Aku akan membuat Anda seperti yang Anda katakan kepada sesuatu, “Jadilah,” dan itu akan terwujud.

Jadi Dia telah menangani banyak nabi-Nya, orang-orang kudus-Nya, dan favorit khusus-Nya di antara anak-anak Adam.

WACANA KETUJUHBELAS DARI FUTUH AL-GHAIB

Bagaimana menghubungi wusul kepada Allah dicapai

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Ketika Anda mencapai kontak dengan Allah dan dekat kepada-Nya melalui daya tarik-Nya dan bimbingan-Nya membantu apa yang dimaksud dengan mencapai kontak dengan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah bahwa Anda membuat Anda keluar dari lingkup penciptaan, dari gairah dan akan dan keinginan, dan menjadi aman terkait dengan tindakan-Nya, sehingga tidak ada pergerakan Anda mempengaruhi baik Anda atau ciptaan-Nya kecuali dengan keputusan-Nya, pada perintah-Nya dan melalui tindakan-Nya ini adalah keadaan fana peniadaan [‘], yang istilah lain untuk kontak tersebut. Namun mencapai ke kontak dengan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) tidak seperti apa yang biasa kita mengerti dengan membuat kontak dengan salah satu makhluk-Nya.

Tidak ada seperti kepada-Nya, dan Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (42:11)

Sang Pencipta jauh di atas dibandingkan dengan makhluk-Nya atau analogi dengan artifak-Nya. Ketika seseorang mencapai ke kontak dengan-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), bahwa orang menjadi dikenal, melalui pengenalan-Nya, kepada orang lain yang telah mengalami kontak. Dalam setiap kasus pengalaman yang unik dan khas untuk individu yang bersangkutan.

Dengan masing-masing rasul-rasul-Nya, Nabi dan Awliya, Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) saham rahasia yang tidak ada orang lain jamban. Bahkan mungkin bahwa murid memegang rahasia dengan yang itu Syaikh tidak mengenal, seperti Syaikh dapat memegang rahasia yang tidak diketahui seorang murid yang kemajuan membawanya ke ambang yang sangat dari Syaikh keadaan rohaninya.

Bila murid tidak mencapai keadaan rohani-nya Syaikh, ia terpisah dari Syaikh dan hubungannya dengan dia terputus. Kebenaran Tuhan (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) menjadi walinya, dan weans dia dari makhluk sama sekali. Oleh karena itu Syaikh seperti perawat basah. Sama seperti menyusui ibu-angkat itu tidak berlanjut lebih dari dua tahun, ketergantungan pada makhluk tidak hidup lebih lama dr penghentian gairah dan akan diri. Syaikh diperlukan selama gairah dan self-akan masih ada untuk dilanggar, tapi tidak setelah ini telah dimusnahkan, tanpa meninggalkan noda atau cela.

Bila Anda telah mencapai ke kontak dengan Kebenaran Tuhan (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dalam cara kita telah menjelaskan, Anda harus selalu merasa aman dari apa pun selain Dia, karena Anda tidak akan melihat apapun selain Dia sebagai memiliki keberadaan apapun sama sekali. Apakah rugi atau laba, dalam memberikan atau menahan, dalam ketakutan atau harapan, Anda hanya akan melihat Dia (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), yang layak pengabdian yang saleh dan pantas untuk memohon maaf. Karena itu Anda harus selalu waspada terhadap tindakan-Nya, siap untuk perintah-Nya, yang bekerja di layanan taat Nya, menjauhkan diri dari semua duniawi atau makhluk dunia lain ciptaan-Nya. Jangan memasang hati untuk setiap jenis makhluk.

Menganggap seluruh alam semesta diciptakan sebagai orang yang telah bertepuk tangan di besi oleh penguasa otoritas yang luas dan perintah tegas, yang mungkin menakutkan dan kekuasaan. Beliau memiliki orang dibelenggu oleh leher dan kaki, kemudian menyalibnya di pohon aras di tepi sebuah sungai yang sangat bergejolak, dengan lebar besar dan mendalam dan dengan arus cepat. Sekarang penguasa duduk di atas takhta kolosal, yang menara tinggi di luar jangkauan. Ditumpuk di sisinya adalah tumpukan panah, tombak, busur dan anak panah dan segala macam senjata, dalam jumlah yang hanya bisa memperkirakan. Dia mulai melempari korban disalibkan dengan apa pun dari senjata yang naksir … Well, saya bertanya: Apakah ini masuk akal baik untuk orang menyaksikan semua ini untuk menghentikan memperhatikan penguasa sebagai fokus dari ketakutan dan harapan, dan mengarahkan perhatiannya, dengan semua ketakutan dan harapan, menuju disalibkan korban saja? Tentu putusan yang masuk akal pada seseorang yang bertindak seperti itu akan memanggilnya cacat mental, idiot, gila, binatang lebih dari manusia?

Kami berlindung kepada Allah dari kebutaan setelah melihat, dari pemisahan setelah kontak, dari keterasingan setelah kedekatan dan jarak, dari kesalahan setelah bimbingan, dan dari kekafiran setelah iman yang benar.

Dunia ini adalah seperti sungai yang mengalir besar cepat-sebut di atas. Setiap hari ia membawa lebih banyak air, simbol dari nafsu manusia duniawi, kegemaran mereka terhadap selera, dan bencana yang menimpa mereka sebagai akibat. Adapun panah dan berbagai macam senjata, ini merupakan cobaan yang membawa nasib jalan mereka. Untuk sebagian besar, apa pengalaman manusia di dunia ini adalah serangkaian kemalangan dan kesengsaraan, penderitaan dan kemalangan. Setiap kenyamanan dan kesenangan mereka kebetulan menemukan ada tunduk pada kontaminan berbahaya.

Pelajaran yang ditarik dari ini oleh pengamat harus cerdas bahwa dia tidak memiliki kehidupan nyata atau relaksasi kecuali di akhirat-asalkan ia adalah mukmin [mukmin] karena ini berlaku khusus bagi orang yang beriman. Sebagai Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) berkata: “Tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat.” Dia juga mengatakan: “Tidak ada kenyamanan bagi orang percaya pertemuan ini sisi Tuhannya.” Ini memiliki relevansi bagi orang percaya, seperti yang lain perkataan-Nya (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian): “Dunia ini adalah penjara mukmin dan surga orang kafir itu.” Dia juga berkata: “Orang saleh adalah dikekang.”

Dalam cahaya dari semua tradisi dan pengalaman langsung kita sendiri, bagaimana bisa kasus dibuat dalam mendukung kehidupan di dunia ini? Kenyamanan hanya benar terletak pada kontak eksklusif dengan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), untuk menjadi dalam harmoni dengan-Nya, dan di casting ke dalam penyerahan diri mutlak di hadapan-Nya. Ini adalah bagaimana hamba dapat menemukan kebebasan dari dunia ini, untuk berjemur sejak itu dalam kasih sayang dan rahmat, kebaikan dan amal dan mendukung ramah. Hanya Allah Maha Mengetahui!

WACANA KEDELAPAN BELAS DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada tidak mengeluh

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Saya beri Anda sepotong saran: Jangan pernah mengeluh kepada siapa pun tentang keberuntungan Anda, apakah ia menjadi teman atau musuh, dan jangan menuduh Tuhan (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) memperlakukan Anda dengan buruk dan membuat Anda menderita malapetaka. Anda bukan harus mewartakan berkat Anda dan syukur Anda. Lebih baik bahkan untuk berbohong dengan mengungkapkan rasa syukur untuk menguntungkan Anda belum menerima, daripada negara fakta gamblang situasi Anda jujur tetapi sebagai keluhan. Siapa yang benar-benar tanpa anugerah Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia)? Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, Anda tidak akan menjumlahkan semuanya. (16:18)

Berapa banyak berkat Anda menikmati tanpa mengakui mereka atas apa yang mereka! Jangan puas hanya sebagai makhluk apapun kepercayaan Anda dan teman intim, dan memberitahukan kepada siapapun tentang masalah Anda. Hal ini lebih dengan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) yang Anda harus dengan persyaratan intim dan rahasia, dan setiap keluhan Anda harus mengenai Dia, dan ditujukan kepada-Nya. Tidak mengakui pihak lain, untuk tidak memiliki kekuatan untuk membawa anda rugi atau keuntungan, pendapatan atau pengeluaran, kehormatan atau aib, promosi atau demosi, kemiskinan atau kekayaan, gerakan atau beristirahat. Segala sesuatu adalah ciptaan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Mereka berada di tangan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dan cara mereka fungsi pada perintah-Nya dan dengan izin-Nya. Setiap program yang berjalan sampai waktu yang ditentukan, dan segala sesuatu diatur oleh-Nya. Tidak ada kemajuan apa yang telah Dia ditunda, dan tidak meletakkan kembali apa yang telah Dia dibawa ke kedepan. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan:

Jika Allah menimpa Anda dengan merugikan beberapa, tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia; dan jika Dia ada keinginan baik untuk Anda, tidak dapat menolak karunia-Nya. Dia menyebabkannya mencapai siapapun Dia akan hamba-Nya. Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (10:107)

Jika Anda mengeluh tentang Dia (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) sementara Anda berada dalam kesehatan yang baik dan sudah menikmati berkat, hanya ingin mendapatkan lebih banyak dan menutup mata Anda benci untuk keuntungan dan kesejahteraan yang diterima dari-Nya, Dia akan marah dengan Anda dan mencabut Anda dari keduanya. Dia akan memberikan sesuatu yang nyata untuk mengeluh tentang, penggandaan masalah Anda, mengintensifkan siksa dan kejijikan dan kebencian Anda harus menderita, dan casting Anda turun dari melihat-Nya.

Anda harus sangat berhati-hati mengeluh, bahkan jika Anda sedang membedah dan memiliki daging dipotong sendiri pergi dengan gunting. Hati-hati, berhati-hatilah, dan sekali lagi berhati-hatilah! Allah, Allah, dan sekali lagi Allah! Escape, lolos! Berhati-hatilah, berhati-hatilah!

Kebanyakan dari berbagai bencana yang menimpa makhluk adalah manusia karena keluhan nya terhadap Tuhannya (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Bagaimana seseorang mempunyai keluhan apapun terhadap-Nya, padahal Dia adalah Maha Penyayang di antara berbelas kasih, yang Terbaik dari semua hakim, Bijaksana lagi Maha Mengetahui, Maha Pemurah, Penyayang, padahal Dia adalah Jenis untuk hamba-Nya dan tidak seorang budak master-kejam; ketika Dia seperti dokter, keluarga simpatik bijaksana dan baik hati?

Apakah Anda menemukan kesalahan seorang ibu lembut hati? Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) berkata: “Allah lebih penyayang terhadap hamba-Nya dari seorang ibu terhadap anaknya.”

Jadilah pada perilaku Anda yang terbaik, Anda miskin celaka! Bertahan dalam menghadapi malapetaka, bahkan jika Anda tidak mampu kesabaran. Maka bersabarlah bahkan jika Anda tidak mampu sesuai dengan rahmat yang baik. Kemudian sesuai dengan rahmat yang baik jika Anda berada di sana dapat ditemukan. Kemudian tidak ada lagi jika Anda tak bisa ditemukan. O batu filsuf, di mana kau, di mana Anda dapat ditemukan dan dilihat? Apakah Anda tidak mengindahkan kata-kata-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia):

Memerangi Diwajibkan atas kamu, meskipun akan kebencian kepada Anda. Tapi mungkin terjadi bahwa Anda membenci sesuatu yang baik bagi Anda, dan mungkin terjadi bahwa Anda mencintai sesuatu yang buruk bagi Anda. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (2:216)

Pengetahuan tentang realitas hal-hal yang telah disimpan dari Anda di bawah wraps, dan Anda telah disimpan dari balik layar. Jadi, jangan berbuat jahat diri sendiri, apa pun yang Anda suka atau tidak suka. Ikuti hukum agama apa pun yang mungkin menimpa Anda, jika Anda berada dalam keadaan kesalehan [] taqwa yang merupakan langkah pertama. Ikuti perintah langsung, tanpa melebihi mereka, jika Anda di negara bagian konsekrasi [wilaya] dan kepunahan [keinginan khumud wujud] al-hawa, yang merupakan langkah kedua. Menyelaraskan dengan senang hati dengan tindakan ilahi dan menjadi benar-benar diserap di negara bagian Badaliyya, Ghawthiyya, Qutbiyya dan Siddiqiyya, yang merupakan tahap akhir.

Berdiri jelas jalan takdir itu; keluar dari jalan. Menyerah diri dan keinginan. Jaga lidah Anda dari mengeluh. Asalkan Anda melakukan ini, maka jika apa yang dimaksudkan untuk Anda yang baik, Tuhan akan memberikan Anda kesenangan ekstra, kebahagiaan dan kegembiraan, dan jika buruk, Dia akan membuat Anda aman di layanan taat-Nya ketika menjalankan program tersebut. Dia akan membebaskan Anda dari menyalahkan, dan membuat Anda tidak terpengaruh saat itu berlangsung, sampai ke mana-mana dan menjadi sesuatu dari masa lalu sebagai malam berakhir dengan fajar hari, dan dinginnya musim dingin mengambil cuti ketika musim panas datang. Berikut adalah contoh untuk Anda, jadi perhatikan baik moral.

Ada begitu banyak dosa dan kesalahan dan kemarahan, begitu banyak jenis pelanggaran dan kesalahan yang menyebabkan pencemaran.

Untuk menjadi layak dari perusahaan Tuhan Noble, seseorang harus dibersihkan dari kotoran, dosa dan kegagalan. Tidak ada yang diberikan penonton di pengadilan-Nya, kecuali dia adalah unstained oleh kotoran pretentiousness dan kepuasan akan diri sendiri, seperti tidak ada yang cocok untuk perusahaan raja tanpa dibersihkan dari semua kotoran dan segala macam bau dan kotoran. Kemalangan memiliki efek silih dan mencuci. Sebagai Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian), jadi jujur berkata: “Suatu hari demam adalah pendamaian untuk [tahun] dosa.”

DUA PULUH DUA WACANA DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada pengujian iman orang percaya

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Allah selalu menguji hamba-Nya yang beriman dalam proporsi akan imannya. Jadi jika iman seseorang sangat besar dan terus meningkat, pengadilan akan menjadi besar juga. Persidangan rasul lebih besar daripada seorang nabi, karena imannya lebih besar. Persidangan seorang nabi adalah lebih besar dibanding Badal, dan persidangan suatu Badal lebih besar dibanding Wali. Setiap mencoba sesuai dengan iman dan kepastian, atas dasar nasihat ini Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian): “Kami, Komunitas nabi, adalah orang-orang paling parah mencoba, kemudian orang lain sesuai dengan kesempurnaan iman mereka. “

Allah (Maha Suci Allah) subyek ini empu terhormat untuk pengujian tak henti-hentinya, sehingga mereka akan selalu berada di hadirat-Nya dan tidak pernah bersantai kewaspadaan mereka, karena Ia mengasihi mereka. Mereka adalah orang-orang cinta, yang mengasihi Tuhan Kebenaran, dan kekasih tidak pernah suka berada jauh dari yang tercinta. Penderitaan berfungsi sebagai penjepit untuk hati mereka dan jebakan untuk sifat-sifat egois mereka, memeriksa kecenderungan mereka untuk menyimpang dari tujuan sebenarnya mereka dan menempatkan kepercayaan mereka dan kepercayaan orang lain daripada Pencipta mereka.

Karena ini menjadi kondisi permanen bagi mereka, nafsu mereka meleleh, diri mereka yang rusak, dan kebenaran dibedakan dari dusta. Kemudian cravings, keinginan yang disengaja, dan nafsu makan untuk kesenangan dan kenyamanan di dunia dan akhirat, semua menarik kembali ke ranah diri, sementara terhadap lingkup dari hati timbul kepercayaan dalam janji Tuhan Kebenaran (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), penerimaan ceria keputusan-Nya, kepuasan dengan karunia-Nya, daya tahan penderita cobaan-Nya, dan perasaan aman dari kejahatan makhluk-Nya. Jadi kekuatan jantung diperkuat, dan memperoleh kontrol atas semua anggota badan dan orangan-orangan tubuh. Kesengsaraan membentengi jantung dan kepastian, memverifikasi iman dan kesabaran, dan melemahkan diri dan nafsu, karena setiap kali penderitaan datang, dan apa bertemu dengan di percaya adalah kesabaran, penerimaan ceria, dan menyerah pada tindakan Tuhan (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), Tuhan Ta’ala senang dengan dia dan mengucapkan terima kasih. Lalu ia juga menerima bantuan, berkat tambahan dan kesuksesan. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Jika Anda bersyukur, Aku akan memberi Anda lebih banyak. (14:7)

Ketika diri pindah ke diterapkan pada] hati [qalb untuk kepuasan dari beberapa nafsu duniawi atau kesenangan dalam kesenangan, dan hati setuju untuk permintaan ini tanpa persetujuan dan izin dari Allah (Maha Suci Allah), hasilnya adalah mengabaikan untuk Kebenaran Tuhan, politeisme dan pemberontakan berdosa. Allah (Maha Suci Allah) sehingga akan menghukum mereka berdua kekecewaan, masalah, tunduk kepada orang lain, sakit dan penyakit, cedera dan gangguan. Baik hati dan diri akan mendapatkan bagian ini.

Jika jantung tidak akan memberikan diri apa yang diinginkan, namun, sampai menerima izin dari Tuhan Kebenaran (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) melalui [inspirasi Ilham] dalam kasus Santo, atau wahyu eksplisit [wahy] dalam kasus dari Utusan dan nabi (berkat dan damai sejahtera kepada mereka) dan bertindak sesuai dalam memberikan atau menahan, maka Allah imbalan mereka berdua dengan rahmat dan berkat, kesejahteraan dan kepuasan, ringan dan kearifan, kedekatan dengan diri-Nya, kemakmuran, keamanan dari bencana dan membantu melawan musuh.

Ini, Anda harus tahu dan ingat dengan baik! Bersiaplah untuk masalah jika Anda bergegas untuk menanggapi diri dan semangat! Jauh lebih baik untuk berhenti sejenak dalam kasus-kasus seperti itu, dan menunggu persetujuan Tuhan (Agung adalah Mulia), sehingga Anda dapat tetap aman di dunia dan akhirat, jika Allah (Maha Suci Allah) berkehendak.

WACANA DUA PULUH TIGA FUTUH AL-GHAIB

Pada banyak kepuasan dengan seseorang dari Allah

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Puas dengan keadaan susah dan sabar di dalamnya, sampai keputusan takdir berakhir dan Anda dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih halus. Di sana Anda akan dibuat nyaman dipasang dan aman, tidak masalah duniawi atau dunia lain, tidak ada penganiayaan atau pelecehan. Kemudian Anda akan kemajuan luar tahap ini untuk sesuatu yang lebih menyenangkan dan sehat.

Ketahuilah bahwa berbagi ditunjuk Anda tidak akan hilang kepada Anda karena Anda menyerah mengejar setelah itu, sama seperti Anda tidak akan pernah mendapatkan apa yang tidak berbagi, untuk semua mencari serakah, usaha dan tenaga. Bersabar, karena itu, dan mengundurkan diri diri Anda untuk menerima situasi sekarang Anda. Ambil apa-apa dan memberikan apa-apa sendiri kecuali dan sampai Anda memerintahkan untuk melakukannya. Baik bergerak maupun diam atas kemauan sendiri, jika tidak, anda harus menanggung penderitaan bukan hanya Anda sendiri, tetapi makhluk yang lebih buruk dari Anda. Hal ini karena Anda salah bersikap seperti itu, dan pelaku-yang salah tidak diabaikan. Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan:

Demikianlah Kami membiarkan beberapa-orang yang lalim memiliki kekuasaan atas orang lain. (6:129)

Anda bahkan di rumah seorang Raja yang perintah yang luas, yang kekuatannya sangat besar, tentara yang sangat luas, yang akan efektif, otoritas yang tak tertahankan, kerajaan yang abadi, yang kedaulatan adalah abadi, yang pengetahuan tepat, yang memiliki kebijaksanaan yang mendalam dan penilaian yang adil. Tidak zarah di bumi atau di langit dimengerti-Nya, juga tidak salah dari pelaku-salah melarikan diri pemberitahuan-Nya. Anda adalah salah-cumi terbesar dan pelaku terburuk, karena Anda telah membuat pasangan kepada-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia) oleh perilaku Anda degil dalam berurusan dengan diri sendiri dan ciptaan-Nya. Allah (Maha Suci Allah) mengatakan:

Menganggap tidak menyekutukan Allah; mitra ascribing kepada-Nya adalah salah besar. (31:13)

Dia juga mengatakan (Maha Suci Allah):

Allah tidak memaafkan bahwa setiap mitra harus berasal kepada-Nya; kurang dari bahwa Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki. (4:116)

Sangat berhati-hati dalam berhubungan apa pun dengan Allah; tidak datang di dekat itu. Hindari dalam semua perilaku Anda, baik aktif dan pasif, pada malam hari, di swasta dan di depan umum. Waspadalah terhadap ketidaktaatan sama sekali, di kaki Anda dan orangan serta dalam hati Anda. Meninggalkan semua dosa, baik lahir dan batin. Jangan lari dari-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), karena Ia akan menyusul Anda. Jangan bertengkar dengan-Nya atas keputusan-Nya, Dia akan menghancurkan Anda. Tidak mempertanyakan kebijaksanaan penghakiman-Nya, Dia akan membuat Anda malu. Jangan memperlakukan Dia tak acuh; Dia akan membawa Anda ke indera Anda dan menempatkan Anda untuk menguji. Jangan mulai inovasi di rumah-Nya; Dia akan menghancurkan Anda. Jangan berbicara tentang agama-Nya sesuai dengan kehendak sendiri; Dia akan menghancurkan Anda dan gelap hati Anda, merampok Anda dari iman dan pengertian Anda, dan membuat Anda tunduk pada setan, menurunkan diri Anda, nafsu dan keinginan Anda, keluarga Anda, Anda tetangga, teman Anda, teman-teman Anda dan semua sisa makhluk-Nya, bahkan kalajengking domestik Anda, ular, jin dan hewan liar lainnya. Jadi Dia akan marah hidup Anda di dunia ini dan memperpanjang hukuman Anda di akhirat.

WACANA TIGA PULUH DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada cinta tidak salah berbagi tentang Allah

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Anda jadi sering berkata: “Tidak peduli siapa atau apa yang saya cinta, cinta saya tidak berlangsung lama. Sesuatu yang selalu datang di antara kami, baik melalui ketiadaan atau kematian atau permusuhan, atau, dalam kasus obyek material, melalui kerusakan atau kerugian.” Well, ini bisa dikatakan kepada Anda: Apakah Anda tidak tahu, ya dicintai Tuhan Kebenaran, jadi merawat dan dirawat, begitu iri melihat dan dijaga, kau tidak tahu bahwa Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah cemburu ? Dia telah menciptakan kamu untuk diri-Nya, dan Anda kerinduan untuk milik seseorang yang lain daripada-Nya! Apakah kamu tidak mendengar kata-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia):

Dia mengasihi mereka dan mereka mencintai-Nya? (5:54)

dan kata-Nya (Maha Suci Allah):

Aku menciptakan jin dan manusia hanya supaya mereka menyembah-Ku. (51:56)

Apakah kamu tidak mendengar perkataan Rasulullah (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian): “Ketika Allah mencintai seorang hamba, Dia menempatkan dirinya melalui sidang pengadilan, dan jika dia sabar, Dia membuatnya sendiri.” Ketika seseorang bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan” Dia membuatnya sendiri ‘? ” ia menjawab: “Dia meninggalkan dia baik kekayaan maupun anak-anak.” Hal ini karena jika dia memiliki kekayaan dan anak-anak dia akan mencintai mereka, dan cintanya kepada Tuhannya akan berkurang dan terfragmentasi, karena akan dibagi antara Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dan lain-lain. Tetapi Allah (Maha Suci Allah) tidak akan menoleransi mitra, karena Ia adalah cemburu, yang berlaku atas segala sesuatu dan dominan atas segala sesuatu. Karena itu ia menghancurkan dan annihilates Nya ‘mitra’, sehingga hati hamba-Nya akan Nya dan Nya saja, tanpa lain untuk berbagi. Kebenaran kata-kata-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), “Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya,” sekarang dikonfirmasi.

Jantung akhirnya dibersihkan dari semua mitra dan pesaing, seperti istri, harta dan anak-anak, kesenangan sensual dan ketagihan, dan ambisius mengejar posisi otoritas dan kepemimpinan, kekuatan karismatik dan spiritual menyatakan, tahapan dan stasiun, taman-taman surga dan derajat, kedekatan dan kemajuan. Karena tidak akan atau keinginan tetap dalam hati, ia menjadi seperti kapal pecah yang cair tidak dapat ditampung, karena rusak melalui kerja Allah. Setiap kali setiap diri akan muncul di sana, hancur oleh tindakan Allah dan cemburu-Nya. Kemudian sekelilingnya yang bernada tenda yang bermartabat dan mungkin dan kekaguman, dan di depan mereka digali parit dari keagungan dan kekuasaan, sehingga tidak ada keinginan sengaja untuk apa pun bisa mendapatkan akses ke jantung.

Sekarang jantung tidak dapat lagi dirugikan dengan cara apapun, bukan oleh kekayaan, tidak oleh anak-anak, keluarga dan teman-teman, atau belum oleh karunia karismatis, kebijaksanaan, pengetahuan dan tindakan kesalehan. Karena semua ini akan tetap berada di luar hati, ia tidak akan merangsang kecemburuan Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Ini bukan akan menjadi suatu tanda kehormatan dan jenis yang nikmat dari Allah kepada hamba-Nya, dan menjadi berkat, penyediaan dan manfaat yang berguna bagi mereka yang datang kepadanya, karena mereka akan dihormati oleh itu, dan menerima rahmat, dan karena ini karunia rahmat mereka akan menikmati perlindungan dari Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia). Karena itu ia akan menjadi penjaga bagi mereka, sayap pelindung, tempat berlindung dan syafaat di dunia dan akhirat.

Pada Allah tidak membenci

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Seberapa besar kebencian Anda terhadap Tuhanmu, kecurigaan Anda tentang Dia (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dan perlawanan Anda kepada-Nya. Seberapa sering Anda atribut ketidakadilan kepada-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), dan biaya-Nya dengan keterlambatan penyediaan makanan dan kecukupan dan dalam menghilangkan kesulitan dan kesengsaraan. Apakah Anda tidak tahu bahwa setiap istilah memiliki durasi yang ditentukan, dan bahwa untuk setiap peningkatan dalam kesulitan dan duka ada akhir, pemutusan hubungan kerja dan kesimpulan, yang tidak dapat dibawa ke depan atau ditangguhkan? [Sampai mereka telah menjalankan program yang ditentukan mereka, karena itu] kali percobaan tidak berubah dan berubah menjadi kondisi kesejahteraan, waktu kemalangan tidak berubah menjadi kemakmuran, dan keadaan kemiskinan tidak diubah menjadi kemakmuran.

Jadilah yang berkelakuan baik, kesabaran praktek, kepuasan dan selaras dengan Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), dan bertobat untuk kebencian Anda terhadap-Nya dan kecurigaan Anda kepada-Nya di mana tindakan-Nya yang bersangkutan. Di hadapan Tuhan tidak ada ruang untuk menuntut pembayaran penuh dan tidak rewel balas dendam di mana ada tersinggung, bukan untuk jalan ke insting alam, seperti yang biasa dalam hubungan timbal balik antara hamba-Nya. Dia (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah benar-benar sendirian dari kekekalan, sudah ada sebelum segala sesuatu. Dia menciptakan mereka, dan Dia menciptakan manfaat dan kelemahannya. Dia tahu awal mereka, akhirnya mereka dan kepuasan mereka. Dia (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) adalah bijaksana dalam kerja-Nya dan yakin dalam keahlian-Nya. Tidak ada ketidakkonsistenan dalam apa Dia. Dia tidak sia-sia dan menciptakan apa-apa sebagai permainan sia-sia. Tidak ada pertanyaan mengkritik atau mencela-Nya untuk perbuatan-Nya.

Karena itu harus menunggu bantuan, jika Anda terlalu lemah untuk mematuhi-Nya dan untuk tunduk kepada tindakan-Nya dengan senang hati, sampai keputusan nasib berakhir. Kemudian situasi akan menghasilkan untuk berlawanan dengan berlalunya waktu dan penyempurnaan dari jalannya peristiwa, seperti musim dingin menjalankan program dan hasil untuk musim panas, dan malam datang ke akhir dan hasil ke hari. Jika Anda meminta terang hari antara dua jam pertama dari malam, itu tidak akan diberikan kepada Anda. Memang, malam itu akan mendapatkan bahkan lebih gelap, sampai kegelapan mencapai puncaknya, istirahat fajar dan hari kemudian datang dengan cahayanya, apakah Anda meminta ini dan ingin itu, atau mengatakan apa-apa dan bahkan benci. Jika Anda sekarang meminta malam yang akan dibawa kembali, permintaan Anda akan terjawab dan Anda tidak akan mendapatkan apa yang Anda inginkan, karena kamu telah meminta sesuatu pada saat yang salah dan waktu. 

Karena itu akan ditinggalkan menyesal, kehilangan, kesal dan kecewa. Jadi berikan semua ini dan kepatuhan praktik, berpikir baik tentang Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), dan kesabaran anggun. Untuk apa yang Anda tidak akan direbut dari Anda, dan apa yang tidak Anda tidak akan diberikan kepada Anda. Demi Aku yang hidup, Anda berdoa dan membuat permohonan kepada Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), penawaran permohonan sederhana sebagai tindakan pemujaan dan ketaatan sesuai dengan perintah-Nya (Maha Suci Allah): “Serulah Aku dan Aku akan menjawab Anda “(40:60), dan kata-kata-Nya (Maha Suci Allah):” Mintalah kepada Allah dari karunia-Nya “(4:32), serta ayat-ayat lain dan tradisi. Anda berdoa, dan Dia akan menjawab Anda pada saat yang tepat dan waktu yang ditentukan, ketika Dia kehendaki, saat itu adalah untuk keuntungan Anda di dunia dan akhirat, dan ketika itu bertepatan dengan keputusan-Nya dan akhir jangka ditetapkan oleh-Nya.

Jangan menjadi curiga pada-Nya ketika Dia keterlambatan respon, dan tidak lelah membuat permohonan kepada-Nya, untuk sementara Anda mungkin tidak memperoleh, kau juga tidak kalah. Jika Dia tidak merespon anda segera, Dia memberi balasan Anda nanti. Menurut tradisi otentik, Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) berkata: “Pada hari kiamat hamba akan lihat dalam catatan-nya beberapa perbuatan baik yang dia tidak mengakui. Dia kemudian akan diberitahu bahwa ini adalah kompensasi untuk permintaan dia dibuat di dunia ini, tetapi yang tidak ditakdirkan untuk dipenuhi di dalamnya, “atau sesuatu seperti itu. Kalau begitu, setidaknya negara-negara rohani Anda adalah bahwa Anda harus mengingat Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), menegaskan Keesaan-Nya, karena alamat Anda permohonan Anda kepada-Nya dan tidak lain daripada-Nya, dan tidak menyerahkan Anda perlu orang lain selain-Nya (Maha Suci Allah). Anda berada di salah satu atau yang lain dari dua kondisi di sepanjang waktu, dengan malam dan siang hari, di bidang kesehatan dan dalam keadaan sakit, dalam kesulitan dan kemakmuran, dalam kesulitan dan kemudahan:

1. Anda menahan diri dari meminta, dengan senang hati menerima keputusan takdir, mendamaikan diri sendiri dan pergi bersama-sama dengan tindakan-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dengan cara yang santai, seperti mayat di depan mesin cuci ritual orang mati, seperti babe menyusui di tangan perawat, atau seperti bola menunggu pemain-polo untuk mengetuk di sekitar dengan palu itu. Destiny kemudian akan mengubah Anda tentang seperti keinginan. Jika hal itu terjadi untuk menjadi berkat, terima kasih dan pujian adalah datang dari Anda, dan dari-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia) datang peningkatan hadiah. Sebagaimana Dia telah berkata (Maha Suci Allah): “Jika kamu bersyukur, Aku akan memberi Anda lebih banyak” (14:7). Jika sebuah kesulitan, namun Anda menanggapi dengan kesabaran dan kepatuhan, melalui pertolongan-Nya, sedangkan dari sisi-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) datang keyakinan, dukungan, berkat dan rahmat, melalui kebaikan dan kemurahan hati. Sebagaimana firman Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia): “Allah beserta orang yang sabar” (2:153). Artinya, melalui dukungan-Nya dan keyakinan, karena Dia adalah mendukung hamba-Nya terhadap-Nya lebih rendah diri, gairah dan iblis-nya. Dia mengatakan (Maha Suci Allah):

Jika Anda membantu Allah, Dia akan membantu Anda dan membuat perusahaan pijakan Anda. (47:7)

Ketika Anda menolong Allah dengan lawan Anda sendiri dan gairah Anda dengan memberikan perlawanan kepada-Nya dan kebencian tindakan-Nya dalam diri Anda, ketika Anda menjadi musuh dan alagiojo untuk lebih rendah diri karena Allah, sehingga setiap kali bergerak dengan ketidakpercayaannya dan politeisme memenggal kepala Anda dengan kesabaran Anda, kepatuhan Anda dengan Tuhan dan kepuasan Anda dengan kerja-Nya dan janji-Nya, dan kepuasan Anda dengan mereka berdua, maka Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) akan menjadi penolong bagi Anda. Adapun berkat dan rahmat, memikirkan kata-Nya (Maha Kuasa dan Agung adalah Dia):

Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yang mengatakan, ketika musibah serangan mereka: “Untuk Allah milik kita, dan kepada-Nya kami kembali.” Seperti mereka kepada siapa yang berkat dari Tuhan mereka, dan rahmat. Tersebut adalah mendapat petunjuk. (2:155-157)

2. Kondisi lainnya adalah bahwa di mana Anda membuat permohonan kepada Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dengan doa dan permohonan yang sangat mendesak rendah hati, menghormati keagungan-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Sekarang hal-hal yang mana mereka benar-benar milik, karena Dia telah mendesak Anda untuk menempatkan permintaan Anda kepada-Nya dan resor kepada-Nya, dan telah membuat bahwa kenyamanan bagi Anda, seorang rasul dari Anda kepada-Nya, kontak dan sarana akses kepada-Nya, dengan syarat bahwa Anda menyerah kecurigaan dan kebencian kepada-Nya dalam hal penundaan jawaban atas doa Anda sampai waktu yang sesuai.

Mencatat perbedaan antara kedua kondisi, dan tidak menjadi salah satu dari orang-orang yang melampaui batas-batas keduanya, karena tidak ada kondisi lain selain kedua. Hati-hati menjadi antara yang melampaui batas perbuatan salah, karena Dia akan menghancurkan Anda (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) tanpa peduli, sebagaimana Dia telah menghancurkan mantan masyarakat masa lalu, dengan mengintensifkan penderitaan-Nya di dunia ini dan dengan-Nya azab yang pedih di selanjutnya.

TIGA PULUH TUJUH WACANA DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada kecaman dari iri

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

Mengapa, percaya O, saya melihat Anda iri tetangga Anda makanannya dan minumannya, pakaiannya, istrinya, rumahnya, kesenangan kekayaan dan berkat-berkat dari Tuhannya (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dan porsi yang dialokasikan untuk dia? Apakah Anda tidak menyadari bahwa ini adalah jenis hal yang melemahkan iman Anda, menyebabkan Anda jatuh dari pandangan Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), dan membuat Anda benci kepada-Nya? Pernahkah Anda mendengar tradisi diturunkan dari Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian), menurut apa yang Allah (Maha Suci Allah) mengatakan antara lain: “dengki adalah musuh berkat-Ku”? Apakah kamu tidak mendengar bahwa Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) juga berkata: “Envy memakan perbuatan baik sebagai kayu api mengkonsumsi”?

Apa yang sebenarnya membuat Anda iri padanya, Anda celaka miskin? Apakah nasibnya atau sendiri? Jika Anda berbagi iri padanya, yang Allah telah dialokasikan kepadanya sesuai dengan kata-kata-Nya: “Kami telah dibagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini” (43:32), maka Anda tidak adil kepada orang, yang hanya menikmati berkat Tuhan, yang Dia telah ramah diberikan kepada dia dan ditugaskan kepadanya oleh dekrit, dan di mana Dia telah memberikan tidak ada orang lain sebagian atau bagian. Jadi, siapa yang bisa lebih adil, greedier, bodoh dan kurang wajar dari Anda?

Jika, di sisi lain, Anda iri padanya berbagi Anda sendiri, maka Anda mengkhianati ketidaktahuan tinggi, karena saham Anda tidak akan diberikan kepada siapa pun kecuali Anda, dan tidak akan ditransfer dari Anda untuk yang lain. Jauh baik dari Allah [untuk melakukannya]! Sebagaimana Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) mengatakan:

Firman tidak berubah dengan Aku, Aku tiran tidak kepada para pelayan. (50:29)

Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) tidak begitu adil kepada Anda bahwa Dia akan mengambil apa yang Dia telah diberikan Anda dan memberikannya kepada orang lain! Gagasan sangat mengkhianati ketidaktahuan dan ketidakadilan terhadap saudara Anda. Tidak masuk akal lebih baik bagi Anda untuk iri kepada bumi, yang merupakan gudang harta dan menimbun semua jenis emas dan perak dan batu mulia, mengumpulkan oleh raja-raja kuno ‘Ad dan Tsamud, oleh Chosroes dan Caesar, bukan daripada iri tetangga Anda, ia seorang mukmin atau jenis bermoral. Untuk apa dia di rumahnya tidak dapat jumlah bahkan bagian sepersejuta dari apa bumi mengandung.

Anda iri tetangga Anda mengundang perbandingan berikut: Seorang pria melihat seorang raja dengan semua itu mungkin, pasukannya dan rombongannya, kepemilikan dan kontrol perkebunan yang luas, dari mana ia mengumpulkan pajak dan memanfaatkan pendapatan. Dia melihat raja menikmati segala macam kemewahan, kesenangan dan kepuasan-kepuasan, tetapi ia tidak iri padanya semua ini. Lalu ia melihat seekor anjing bertindak sebagai pelayan salah satu anjing raja, berdiri, jongkok, menggonggong, dan diberi sisa makanan dan sisa-sisa makanan dari dapur kerajaan, di mana ia subsists. Orang itu mulai iri anjing ini, menjadi memusuhi itu, keinginan kematian dan kehancuran atasnya dan ingin mengambil tempatnya, untuk alasan berarti dan kecil, tidak dalam semangat asketisme, kesalehan agama dan kepuasan rendah hati. Pernahkah ada orang yang lebih bodoh, tolol dan bodoh?

Selain itu, celaka kau miskin, jika Anda hanya tahu apa yang perhitungan panjang tetangga Anda harus menjalani pada hari kiamat datang! Jika ia belum patuh kepada Allah sehubungan dengan semua manfaat Dia telah diberikan kepadanya, jika dia tidak bisa keluar kewajibannya mana ini prihatin, dengan mentaati perintah-Nya dan mengamati larangan-Nya karena mereka mungkin menerapkan, dan menggunakan keuntungan-nya untuk mendukung pelayanan-Nya dan ketaatan kepada-Nya, bagaimana dia akan berharap bahwa ia pernah diberi atom tunggal semua itu, bahwa ia tidak melihat berkat tunggal pada setiap hari pernah! Apakah kamu tidak mendengar sabda Nabi (Allah memberkatinya dan memberinya damai) karena mereka telah sampai kepada kita dalam tradisi: “Akan ada sekelompok orang yang pasti akan berharap, pada hari kiamat, bahwa mereka mungkin daging dipotong dengan gunting, mengingat pahala mereka melihat diberikan kepada mereka yang telah melahirkan kemalangan. “

Tetangga Anda karena itu akan datang berharap ia berada di tempat Anda di dunia ini, mengingat perhitungan yang panjang dan ia harus menjalani interogasi, dan dia harus berdiri di panas matahari selama lima puluh ribu tahun di Kebangkitan, pada akun kenyamanan, ia menikmati di dunia ini, saat Anda berada di tempat yang jauh dari semua ini, di bawah naungan Arasy, makan dan minum, menikmati diri sendiri, ceria, bahagia dan santai, karena daya tahan pasien Anda kesulitan duniawi, kendala , kesulitan, penderitaan dan kemiskinan, kepuasan dan kesiapan untuk memenuhi Tuhanmu (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), ketika rencana-Nya dan keputusan berarti kemiskinan bagi Anda dan kemakmuran bagi orang lain, penyakit bagi Anda dan kesehatan yang baik bagi orang lain, kesulitan untuk Anda dan kemudahan untuk orang lain, penghinaan bagi Anda dan kehormatan bagi orang lain. Semoga Allah termasuk kita, dan kamu, di antara mereka yang menanggung kemalangan dengan sabar, yang bersyukur untuk berkat, dan yang mempercayakan urusan mereka kepada Tuhan langit!

WACANA EMPAT PULUH DUA DARI FUTUH AL-GHAIB

Pada kedua kondisi [diri nafs]

Syaikh (semoga Allah berkenan dengan dia, dan memberinya kepuasan) berkata:

The [diri nafs] memiliki dua kondisi dan tidak ada ketiga: Keadaan kesejahteraan dan negara bagian kesengsaraan. Ketika mengalami penderitaan, tanda-tanda yang cemas, mengeluh, jengkel, protes dan kecurigaan terhadap Tuhan Kebenaran (Agung dan Maha Suci Allah), dan kurangnya kesabaran, kepuasan dan kepatuhan. Memang, ada kemungkinan akan perilaku kurang ajar, asosiasi makhluk dan benda-benda dengan Sang Pencipta, dan tidak percaya. Ketika, di sisi lain, di negara bagian kesejahteraan, tanda-tanda keserakahan, ketidaksabaran, dan pengejaran nafsu duniawi dan kesenangan. Segera setelah memuaskan satu keinginan, ia pergi setelah lain, meremehkan berkat-berkat itu sudah memiliki, seperti makanan, minuman, pakaian, pasangan, tempat tinggal dan sarana transportasi. Ini menemukan kesalahan dan cacat dalam setiap salah satu berkat, menginginkan sesuatu yang superior dan lebih halus yang bukan bagian dari banyak perusahaan ditakdirkan, sementara menghindari apa yang telah dialokasikan untuk itu. Jadi orang yang masuk ke segala macam masalah, dan wades ke banyak bahaya dalam proses yang panjang dan lelah yang tidak memiliki akhir atau penghentian dalam baik ini dunia atau akhirat. Seperti kata pepatah: “Sesungguhnya hukuman paling keras adalah keinginan untuk memiliki apa yang tidak berbagi dialokasikan seseorang.”

Ketika diri ini sedang mengalami penderitaan, itu hanya ingin melihatnya dihapus, melupakan semua tentang kenikmatan, nafsu dan kesenangan, dan menginginkan satu pun dari mereka. Setelah dibebaskan dari penderitaan, namun, beralih ke kesembronoan nya, keserakahan dan ketidaksabaran, untuk ketidaktaatan bandel nya dari Tuhannya dan dedikasi terhadap pemberontakan berdosa terhadap-Nya. Ini lupa semua masalah dan penderitaan, semua petaka itu pergi melalui sebelumnya. Sekarang menderita cobaan bahkan lebih keras dan kesengsaraan, karena dosa besar itu telah dilakukan dan berkomitmen, untuk menyapih jauh dari ini dan untuk menahan dari perbuatan dosa di masa depan, karena kesejahteraan dan kenyamanan telah gagal reformasi itu, dan penyimpanan yang terletak agak dalam kesusahan dan kesakitan.

Jika diri sendiri telah bersikap baik ketika penderitaan itu dihapus, dan telah berlatih ketaatan, syukur dan kepuasan dengan banyak perusahaan, hal akan lebih baik untuk itu di dunia dan akhirat. Ini akan meningkatkan kenyamanan berpengalaman, kesejahteraan, persetujuan dari Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), kesenangan, dan membantu mencapai kesuksesan.

Siapa saja yang ingin untuk keselamatan di dunia ini dan akhirat karena itu harus memupuk kesabaran dan kepuasan. Dia harus menyerah mengeluh kepada orang-orang, kirimkan kebutuhannya kepada Tuhannya (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia), praktek ketaatan kepada-Nya, menunggu kebahagiaan datang dari-Nya, dan ditujukan secara eksklusif kepada-Nya (Maha Esa dan Agung adalah Dia), sejak Dia lebih baik daripada yang lainnya dan dari seluruh ciptaan-Nya. perampasan Nya sebenarnya hadiah, hukuman-Nya berkat, pengadilan-Nya suatu obat, janji-Nya uang tunai, kata-Nya suatu perbuatan, kehendak-Nya suatu keadaan. Tentunya firman-Nya “dan perintah-Nya apabila Dia bermaksud sesuatu, adalah mengatakan untuk itu” Jadilah “, dan” (36:82). Semua perbuatan-Nya adalah baik dan bijaksana dan bermanfaat, meskipun Dia terus pengetahuan tentang manfaat tersembunyi dari hamba-Nya dan cadangan kepada DiriNya sendiri. Untuk hamba-Nya, oleh karena itu, paling tepat dan layak dalam keadaan kepuasan dan ketundukan, harus didedikasikan untuk kehambaan dengan memenuhi perintah-perintah, larangan mengamati, dan tunduk kepada keputusan takdir, untuk meninggalkan keasyikan dan memberantas dengan Mulia, yang merupakan sumber keputusan takdir itu, untuk diam pada pertanyaan mengapa dan bagaimana dan kapan, dan menyerah dugaan Kebenaran Tuhan (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia) dalam semua tahap-Nya bergerak dan istirahat.

Semua ini bersandar pada otoritas hadits dari Ibnu ‘Abbas (semoga Allah berkenan dengan dia dan ayahnya), dari siapa ditularkan oleh’ Ata ‘. Ibnu Abbas mengatakan: “Saya naik di belakang Rasulullah (Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian) ketika ia berkata kepadaku:” Anak saya, berhati-hatilah Allah dan Dia akan menjagamu Jagalah Allah dan. Anda akan menemukan-Nya di depan Anda Jadi, ketika Anda memiliki sesuatu untuk bertanya,. meminta Allah, dan ketika Anda mencari bantuan, mencari pertolongan dari Allah. Pena telah kering dari menulis semua yang akan, jadi jika hamba-Nya adalah untuk berusaha untuk membawa Anda beberapa manfaat tidak ditetapkan untuk Anda demi Allah, mereka tidak akan mampu melakukannya, dan jika hamba-Nya adalah untuk berusaha untuk membuat Anda beberapa cedera tidak mentakdirkan untuk Anda oleh Allah, mereka tidak akan mampu melakukannya. Jadi jika Anda dapat berhubungan dengan Allah dengan kejujuran dan kepastian [] yaqin, melakukannya, dan jika Anda tidak bisa, ada banyak baik dalam kesabaran dengan apa yang Anda sukai Tahu membantu itu. berada dalam kesabaran, sukacita dengan kesedihan, dan “dengan kesulitan datang kemudahan “(94:5).” “

Ini setiap orang percaya untuk membuat hadits ini cermin hatinya, untuk memakainya sebagai pakaian dalam dan pakaian luar, untuk memperlakukannya sebagai hadits sendiri, di mana ia harus bertindak di segala kondisi, baik ia bergerak atau diam, supaya ia aman di dunia dan akhirat, dan menerima kehormatan di kedua domain melalui rahmat Allah (Yang Maha Kuasa dan Agung adalah Dia).

No comments:

Post a Comment