Tuesday, May 31, 2016

SYEIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Berikut ini merupakan salah satu karomah yang pernah saya dengar dari Guru: Orang yang tercatat atau diakui sebagai murid Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani (selanjutnya disebut Tuan Syekh) adalah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh. Kalau sudah "di bawah tanggungan" Tuan Syekh adalah jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Tersebutlah di suatu jaman setelah wafatnya Tuan Syekh, ada seorang yang beragama majusi (penyembah api) tetapi anehnya setiap Peringatan Haul (hari kematian) Tuan Syekh, ia selalu ikut berpartisipasi dengan cara menghias rumahnya serta mengundang warga sekitar rumahnya untuk di jamu, singkatnya ia cinta dan hormat kepada Tuan Syekh.

Tidak berapa lama orang majusi tersebut meninggal. Sebagaimana biasanya orang majusi, jika meninggal jasadanya di bakar. Terjadi keanehan ketika jasad orang tersebut dibakar ternyata tidak hangus dimakan api tapi tetap utuh. Orang-orang yang mengadakan upacara pembakaran mayat-pun menjadi bingung mau diapakan mayatnya. Setelah berembug akhirnya disepakati mayatnya dibuang saja ke sungai. Mereka-pun pulang ke rumah masing-masing sambil tetap membawa kebingungan tentang keanehan yang terjadi terhadap diri orang tersebut.

Pada malam setelah kejadian tersebut, ada seorang ulama yang bermimpi didatangi oleh Tuan Syekh, beliau berkata bahwa ada seorang muridanya yang dibuang ke sungai, Beliau minta kepada ulama tersebut untuk mencari dan menguburkannya secara layak. Ulama tersebut kaget, seingat dia, jasad yang dibuang ke sungai tadi siang adalah orang yang beragama majusi tetapi kenapa Tuan Syekh mengakuinya sebagai murid. Tuan Syekh menjelaskan kepada ulama tersebut bahwa kenapa orang majusi itu dicatat sebagai muridanya adalah dikarenakan semasa hidupnya orang itu cinta terhadap Tuan Syekh, hal itu dibuktikan dengan setiap Perayaan Haul, orang tersebut ikut merayakannya, selain itu ketika menjelang sakaratul mautnya ia menyebut-nyebut nama Tuan Syekh, maka tercatatelah ia sebagai murid Tuan Syekh Abdul Qodir. Keesokan harinya, ulama tersebut melaksanakan perintah Tuan Syekh untuk mencari jasad orang majusi tersebut, lalu kemudian dikuburkan secara layak.

Demikian kisah pecinta Tuan Syekh, walaupun ia beragama majusi, tetapi karena percaya dan cintanya yang tulus kepada Tuan Syekh orang tersebut diaku murid oleh Beliau. Sedangkan Allah SWT telah memberikan buku catatan yang panjangnya sejauh mata memandang kepada Tuan Syekh untuk mencatat orang-orang yang menjadi murid beliau untuk dapat diselamatkan oleh Tuan Syekh di dunia dan akhirat kelak. Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah orang majusi saja diaku menjadi murid Beliau, apa lagi kita, orang muslim yang di dalam dada tersimpan Lafadz La Ilaaha Illallah. Maka Cintailah Nabi Muhammad SAW dan Al Muhyiddin Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jailani Qoddasallahu Sirrohul Aziz Al Ghautsul A’adzom.

No comments:

Post a Comment