Saturday, June 11, 2016

ASAS PENGENALAN DIRI

Ingatlah.  kita dibekali pemahaman ilmu dan hati untuk merasakan Kebenaran dan Petunjuk Alloh (MAHDI) dengan panggilanNYA melalui Jiwa-mu (Ruh). Masihkah dirimu ada jika keadaanmu hak-NYA Alloh? Adapun yang dikatakan 'DIRI' itu terpecah menjadi 4 yaitu:

1). DIRI TERDIRI: Yang di maksudkan diri terdiri itu ialah jasmani dan komponennya (anatomi) yang awalnya di jadikan dari tanah nurani, air nurani, angin nurani dan api nurul adhom, inilah asal usul Adam a.s, Setelah Adam maka manusia keturunan Adam di jadikan pula dari benih lelaki dan benih perempuan yaitu dari Wadi, Wazi, Mani, Manikam.

2). DIRI TERPERI: Yang di maksudkan diri terperi itu ialah Ruhul Yaqazah, yang terdiri dari Roh, Akal, Nafsu, Yaitu terdiri dari komponen Rohani, ia berasal dari Nur atau di sebut juga sebagai dari Allah dan kembali kepada Allah, tarafnya ialah sebagai ammar Rabbi. Adapun hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat NYAWA kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara Jasmani dan Rohani. Berawal huruf RASUL itu mengandung 4 huruf yaitu:

RA adalah hakikat NAFAS
SYIN adalah hakikat AMPAS
WAW adalah hakikat TANAFAS
LAM adalah hakikat NUPUS.

Perlu ditegaskan disini bahwa NYAWA itu dijadikan dari Jauhar Bashita dan terbagi 4 peringkat/anasir (HABLU AL-KHAYAT = TALI KEHIDUPAN) yang menjadi Tali kenyataan & keadaan hidup mengerti 
serta mengenal Dzat wajibul wujud (Allah)

1. NAFAS letaknya di Mulut
2. AMPAS letaknya di Hidung
3. TANAPAS letaknya pd tengah-tengah bagian dua Telinga
4. NUPUS letaknya pd Qalbu

Jika hilang NYAWA diantara Rohani dan Jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai MATI.

Hidup NAFAS itu karena AMPAS,
Hidup AMPAS itu karena TANAPAS
Hidup TANAPAS itu karena NUPUS
Hidup NUPUS itu dengan sendirinya dalam Rahasia.
Artinya: Qalbu orang-orang mukmin itu adalah istana Allah s.w.t. yang letaknya pada JANTUNG manusia. 

Seseorang itu hendaklah mensucikan hatinya dengan berzikir supaya kekentalan darah kotor di ujung Jantung hilang dan bersih. Adapun bergeraknya NAFAS itu dengan zikir, dan tidak pernah nafas itu berhenti berzikir dalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika NAFAS berhenti berzikir maka berarti manusia tersebut telah mati, dan boleh dikafankan serta di kuburkan. Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju kepada jalan makrifat, mengetahui dan mengenal ilmu zikir nafas saja untuk bisa menghancurkan kekentalan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis.!! Tanpa menghancurkan kekentalan darah kotor itu, maka Nur Allah s.w.t, tidak mungkin memancar untuk memberikan  sinar akal dan iman kepada manusia itu. 

Sesungguhnya yang dinamakan HATI, QALBU itu adalah NUR yang dipancarkan dari bagian bawah jantung ke arah bagian atas jantung. Ruhul YAQAZAH inilah yang di pegang dan di kuasai oleh Allah di dalam saat tidur dan mati.. ~ silahkan merujuk pada QS Al An’am: 60 dan Az Zummar: 42.

3). DIRI SEBENAR DIRI: Yang di maksudkan DIRI SEBENAR DIRI itu ialah Ruhul HAYAT, yang terdiri dari NYAWA atau NAFAS atau INSAN, ia adalah sebagian dari komponen Rohani dan dia berasal dari NUR.
DIRI SEBENAR DIRI lah yang dinyatakan oleh Allah sebagai INSAN YANG SEMPURNA, sebagaimana firman Allah: “Aku jadikan Insan itu sesempurna-sempurna kejadian”.

4). DIRI TAJALLI: Yang di maksudkan DIRI TAJJALI itu ialah INSAN KAMIL, yaitu insan yang beserta Allah
Insan beserta Allah (tidak bersekutu) yaitu Insan dari Ruhul Hayat dari sifat Qahar, dan dari sifat Kamal itu ialah ujud Wahdaniyah Insan, yang bertaraf Zat La Yakhluqu, sementara Wahdaniyah bertaraf Zat Yakhluqu untuk memahami ini perlu memahami sifat 20.

● ZAT DIRI YANG BERDIRI SENDIRI: Wujudanya di Alam LAHUT. Zikirnya AH (Alif Ha) AH. Ilmunya KAMAL YAKIN
● SIFAT DIRI DENGAN ZAT. Wujudanya Alam JABARUT. Zikirnya HU HU. Ilmunya HAQ QUL YAKIN
● ASMA’ DIRI YANG TERPERI. Wujudanya di Alam MALAKUT.  Zikirnya ALLAH 3x. Ilmunya - ILMU YAKIN
● AF’AL DIRI YANG TAJALLI. Wujudanya di Alam SAHADAH. Zikirnya LA ILA HA ILLALLAH. Ilmunya - ILMU YAKIN.

Jelaslah kewujudan itu sebagai PENZAHIRAN KEBESARAN diri-NYA. Dengan wujud itu terzahir pula segala KEINDAHAN, JAMAL Allah namanya. Lantas terzahir pula CAHAYANYA yang menerangi segala Keindahan itu, JALAL ALLAH namanya dengan KEAGUNGAN itu sempurnalah sudah sebagai Kenyataan ALLAHU AKBAR.

ALLAH - (Alif - Lam - Lam - Ha) - Empat Sifat
ALIF = ZAT
LAM AWAL = SIFAT
LAM AKHIR = ASMA’
HA = AF’AL
AKBAR - (Alif - Kaf - Ba - Ra)
ALIF = KAHAR
KAF = JAMAL
BA = JALAL
RA = KAMAL ALLAH = GHAIBUL GHUYUB
ALIF = LA TA’AYUN = MARTABAT ZAT
LAM AWAL = TA’AYUN AWAL = NUR MUHAMMAD = RUH
LAM AKHIR = TA’AYUN THANI = MARTABAT ADAM = NYAWA
HA = MARTABAT TUBUH = JASAD

DAERAH KITA MENGENAL DIRI YANG KASAR
ADAM = JASAD YANG KASAR
a. HIDUP Jasad dengan hidup Nyawa
b. TAHU Jasad dengan tahu Nyawa
c. BERKUASA Jasad dengan berkuasa Nyawa
d. BERKEHENDAK Jasad dengan kehendak Nyawa
e. MENDENGAR Jasad dengan mendengar Nyawa
f. MELIHAT Jasad dengan melihat Nyawa
g. BERKATA Jasad dengan berkata Nyawa

DAERAH KITA MENGENAL DIRI KITA YANG BATIN
MUHAMMAD = NYAWA INSAN
a. HIDUP Nyawa dengan HAYAT Tuhan
b. TAHU Nyawa dengan ILMU Tuhan
c. BERKUASA Nyawa dengan KUDRAT Tuhan
d. MENDENGAR Nyawa dengan SAMA’ Tuhan
e. MELIHAT Nyawa dengan BASAR Tuhan
f. BERKEHENDAK Nyawa dengan IRADAT Tuhan
g. BERKATA Nyawa dengan KALAM Tuhan

PANDANG WUJUD YANG ESA PADA WUJUD YANG BANYAK, ZIKIRNYA HU ALLAH. Adapun Allah itu banyak namanya karena Nama Allah yang menjadikan Alam ini dengan limpahan Sifat-Sifat diatas. Oleh karena itu Alam ini ialah Hakikat ZAT YANG ESA.

DALIL-DALIL AL-QURAN: WALLAH HU MUHITHU LIL ALAMIN. Adapun Allah itu MELIPUTI sekalian Alam. LA TATA HAR RAKU ZAR RATUN BI IZ NILLAH. Tiada bergerak sesuatu walau sebesar zahrah sekalian melainkan dengan IZIn Allah. WA LA HAU LA WALA QUWWA TA ILLA BILLAH. Tiada DAYA UPAYA melainkan dengan KUDRAT Allah. FA IN NA MA TAL WAL LAU AF SII HIM WAJ JAHULLAH. Dimana kamu hadapkan wajahmu disitu Wajah Allah. Jika kamu memandang hingga sampai pada yang menjadikan, janganlah terhenti pandangan mu pada semua itu, pandang lagi hingga sampai pada ZAT WAJIBUL WUJUD. Jika kamu memandang keadaan dirimu, hendaklah kamu pandang dengan HAYAT Tuhanmu. 

Jika kamu memandang pengetahuanmu hendaklah kamu pandang ILMU Allah. Apabila kamu memandang kuasamu hendaklah kamu pandang KUDRAT Allah. Begitulah seterusnya dengan panca indera mu dan Sifat-Sifat MAANI Allah yang lain. Jika tidak demikian halnya maka sia-sialah pandangan itu dan DURHAKAlah kamu terhadap Tuhan kamu. Setelah mengenal Diri, wajiblah Mencuci Dirinya itu (dengan zikrullah). Adapun mereka yang telah mengenal dirinya tetapi tidak melaksanakan kewajiban syariat maka ia tidaklah kenal dg sebenar-benar Dirinya dan tidaklah lepas dari hukuman syariat pada yang menempatkan ia dalam azab Neraka.

No comments:

Post a Comment