Saturday, June 11, 2016

SANG GARAM & SANG LAUT

Sang Garam berkata kepada Sang Laut: “Siapakah sesungguhnya kamu"? Dengan tersenyum tersipu-sipu Sang Laut pun berkata: “Kalau Kamu ingin tahu siapakah AKU, maka ceburkanlah dirimu kedalam AKU. Nanti kamu akan tahu siapakah AKU sebenarnya”. Tanpa berfikir panjang lagi, Sang Garam menceburkan dirinya ke dalam Sang Laut. Semakin dalam ia menyelami Laut, maka semakin hancurlah dirinya ke dalam Laut, sehingga ketika partikel yang paling kecil dan terakhir dalam diri Sang Garam Hancur, maka Sang Garam pun memahami dan mengenal hakikat dzohir dan batinnya. 

Bahwa Sang Garam bukanlah Sang Lautdan Sang Laut bukanlah Sang Garam. Karena Sang Garam berasal dari Sang Laut, maka Sang Garam harus meLaut agar bisa menyandang gelar Garam Laut, bukan hanya jadi Garam Dapur, Garam di Super market, Garam dipasar maupun Garam yang dimasak. Karena gembiranya Sang Garam pun berteriak kegirangan dan berkata.: "SEKARANG AKU TAHU SIAPA AKU”. Orang yang sudah Liqa' Allah (bertemu Alloh) pasti akan membuktikan kebenaran pengalaman spiritual. Nabi Musa ketika ter"fana" di Gunung Thur Sina: Artinya: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS: Thaahaa Ayat 14). Saya bukanlah garam dan garam bukanlah saya.Tapi saya ingin seperti garam, bukan garam didapur, disupermarket, dipasar, maupun garam dimasakan. Makanya keringat kita asin.Apakah kita tidak menyadari semua itu? Kemudian timbul pertanyaan bagaimana kita bisa tahu siapa AKU, tanpa mengenal dan memahami Si AKU? saya bukanlah ahli Fiqih maupun ahli dalam Ilmu Ma'rifat tetapi sedikit akan saya bagi pengetahuan mengenal siapa AKU.

Mengenal AKU tidak akan pernah lepas dari konteks awal yaitu MENGENAL DIRI (Mengenal Nafsu kita),
Seperti Hadist Qudsi dan Hadist Rasullah di bawah ini: MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU (Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya). WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU (Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh). MAN TOLABAL MAOLANA BIGOERI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BAIDA  (Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh). IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI  (Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri). ALLAHU BatinUL INSAN, AL INSANU DHOHIRULLAAH (Allah itu batinnya manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah). AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU (Rahasia kalian adalah rahasia-Ku).

DALAM SETIAP RONGGA ANAK ADAM AKU CIPTAKAN SUATU MAHLIGAI YANG DISEBUT DADA, DI DALAM DADA ADA QOLBU, DALAM QOLBU ADA FUAD, DALAM FUAD ADA SYAGOFA, DI DALAM SYAGOFA ADA SIR, DALAM SIR ADA AKU, TEMPAT AKU MENYIMPAN RAHASIA. LAA YARIFALLAAHU GHOIRULLAH (Yang mengenal Allah hanya Allah). AROFTU ROBBI BI ROBBI (Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan). MAA AROFNAKA HAQQO MA’RIFATAKA  (Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan). Jelas sekali dari Hadist tersebut di atas menggambarkan bahwa Untuk Lebih Mengenal Allah maka kita haruslah Mengenal diri. Artinya kita dituntut untuk mengenal dan memahami seluk beluk Nafsu kita terlebih dahulu. Kalau kita sudah mengenal dan memahami nya tentu kita akan tahu siapakah AKU. Kalau kita tidak bisa mengenal dan memahami Nafsu, maka carilah orang yang sudah memahami dan mengenalnya. Siapakah manusia tersebut? Tidak ada lain beliau adalah seorang Mursyid.

No comments:

Post a Comment