Thursday, January 9, 2014

BERNIATLAH LALU SEGERA DIKERJAKAN

Alkisah seorang pemuda bernama Abdullah. Setiap hari ia sibuk bekerja, Isnin hingga Sabtu, pagi hingga petang. Hujung minggunya dia gunakan untuk berkumpul bersama keluarga, dan malamnya ia gunakan beristirehat.

Suatu malam selepas solat Isyak dia melakukan sebuah perenungan, ‘Berapa jam sehari aku letakkan Allah sebagai yang utama?’ gumam hatinya.

Lalu ia pun berniat untuk bangun lebih awal untuk melaksanakan solat tahajud. Pukul 10 malam dia sudah terlelap agar tidak mengantuk saat tahajud nanti. Pukul 3 pagi alarm berbunyi dan ia langsung teringat akan niatnya. Ia langsung mengambil wuduk lalu membentang sejadahnya.

Saat takbiratul ihram air matanya menitis. Ia merasakan sesuatu yang luar biasa. Ia merasakan betapa hidupnya terlalu sibuk oleh keperluan dunianya sehingga lupa akan Rabb penciptanya.

Perasaan itu membuatnya ingin terus merasa dekat dengan Rabbnya, lantas dia melanjutkan pendekatan dengan Rabbnya itu dengan solat taubat, memohon ampun atas segala dosa-dosa yang telah dia perbuat. Kerana masih merasa nyaman dengan perasaan ‘luar biasa’ itu, kemudian Abdullah berniat melanjutkannya dengan membaca firmanNya.

Lalu diambilnya Al-qur’an yang terletak rapi di rak bukunya. Namun ia tercengang saat melihat sebuah tulisan di sampul bahagian dalam Al-Quran itu, “28 Mei 2009, Putrajaya, RM160”. Itu adalah tarikh pembelian berserta tempat dan harga dari Al-Quran tersebut. Da terbiasa menuliskan tarikh, tempat dan harga saat membeli semua buku-bukunya.

Belum sempat membacanya tangisnya menjadi-jadi. Kalendar yang tergantung di dinding kamarnya menunjukkan hari itu tanggal 24 April 2010. Lalu air matanya kian sulit untuk dibendung, mengalir dengan derasnya. Hampir satu tahun ia tak membuka Al-Quran yang telah dibelinya. Padahal pada saat membeli ia bertekad untuk berubah dan akan rajin membaca dan memaknai Al-Quran.

Saudara yang budiman, ada dua pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Abdullah di atas. Yang pertama, untuk berdekatan dengan Allah kita hanya perlu ‘meniatkan’ diri kita untuk itu, kemudian melakukannya dengan penuh kekhusyuan. Yang kedua, ketika kita memiliki niat untuk berubah menjadi lebih baik, maka lakukanlah dengan segera dan jangan menunda-nunda sehingga niat itu menjadi terpesong.

No comments:

Post a Comment