Friday, January 10, 2014

CUKA ITU LAUK PARA NABI

Rasulullah s.a.w bersabda, “Sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR. Muslim No.3823). Rasulullah juga bersabda, “Ya Allah, berkatilah cuka, karena ia adalah lauk para nabi sebelumku.” (HR. Ibnu Majah No.3318)

Cuka (terutama cuka epal) memiliki manfaat yang besar. Ia dapat mengurangi lemak darah. Caranya, dengan mencampurkan satu sudu kecil air cuka pada makanan yang hendak dimakan. Ia boleh melarutkan lemak, sebab cuka adalah asam dan sentral komposit dalam tubuh manusia yang memiliki hubungan dengan protein, lemak, karbohidrat, dan acetoacetate.

Dengan kata lain, makan cuka secara rutin yang dicampur dengan bahan-bahan makanan (atau satu sudu kecil dalam segelas air, terlebih cuka epal), dapat menjaga tingkat lemak dalam tubuh selain juga dapat mengurangkan pengerasan atau hilangnya secara total pembuluh darah. Hal itu disebabkan, ia dapat mencegah terjadinya penambahan pada sentral komposit, iaitu asam cuka yang masuk dalam proses pencernaan makanan.

Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah mengonsumsi cuka dengan minyak dengan makanan. Sedangkan Umar hanya mengonsumsi minyak dan cuka saja. Dia hanya akan makan daging setelah orang-orang miskin dari kaum muslimin dapat memakannya.

Cuka apel adalah jenis cuka yang lebih baik, karena selain kandungan dasarnya asam asetat, ia juga mengandung banyak asam organic yang menetap pada tubuh dalam metabolisme di samping pula mengandung banyak mineral yang menetap pada tubuh.

Disebutkan dalam buku AthThibib Asy-Sya’bi karya Dr. Jarvis bahwa cuka mampu membersihkan perut dari bakteria, selain itu juga membersihkan peradangan pada pelvis ginjal dan kandung kemih. Ia menyebutkan bahwa cuka boleh mencegah seseorang terserang penyakit kecing yang bercampur darah dan nanah.

No comments:

Post a Comment