Friday, January 10, 2014

ADAB MENGUAP

Biasanya jika seseorang mengantuk ia pasti menguap. Bagi sebahagian orang menguap dengan membuka mulutnya dengan lebar-lebar di anggap hal yang biasa. Banyak orang juga mengeluarkan suara yang keras bersamaan dengan menguap ini sebagai hal yang normal tetapi berakibat fatal. Umat Islam tidak memperbolehkan menguap sembarangan. Nabi Muhammad s.a.w mengingatkan hal ini. Menurut baginda, menguap itu adalah perbuatan yang berasal dari syaitan. 

Baginda bersabda, “Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaitan. Jika salah seorang kalian menguap maka tutuplah mulutnya dengan tangannya dan jika ia katakan ‘aaah …’ maka syaitan tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.” Jika seseorang menguap hendaknya ia memperhatikan adab sebagai berikut:

1). Berusaha menahan semampunya.

Seseorang harus berusaha menolak, mengalahkan, dan menahan kuapan, khususnya ketika sedang solat. Rasulullah s.a.w bersabda, “Apabila seseorang menguap dalam solatnya, hendaknya ia berusaha menahan kuapannya semampu mungkin karena syaitan boleh masuk.”
Seseorang tidak perlu merasa hairan kalau syaitan boleh masuk, kerana syaitan adalah makhluk yang tercipta dari api yang dapat berubah, berpindah, dan bergerak seperti hawa dan angin. Ia tidak berjasad seperti manusia.

2). Meletakkan tangan di mulut.

Tujuan meletakkan tangan di mulut ketika menguap adalah agar mulut tidak terbuka. Saat manusia menguap dengan mulut terbuka itu, ia terlihat buruk dan saat itu juga syaitan sedang menertawakannya.. Tidak mengeluarkan suara ‘aaah’. Seperti disebutkan dalam hadis pertama, mengeluarkan suara ‘aaah’ atau ‘waaah’ pada saat menguap menimbulkan tertawaan syaitan.

3). Tidak mengangkat suara.

Mengangkat suara kuapan termasuk adab buruk yang dianggap ringan oleh banyak orang. Padahal, perbuatan ini dapat membuat orang lain menghindar dari pelakunya. Terkadang sebahagian orang jahil mengangkat suaranya ketika menguap dengan maksud ingin membuat sekelilingnya tertawa. Tentunya syaitan juga mentertawakannya seperti disebutkan pada hadis pertama.

Syariat Islam yang adab dan menguap, bersin, tidur, dan seluruh urusan kehidupan manusia menunjukkan bertapa agungnya agama Allah ini. Islam yang mendunia ini mengatur seluruh kehidupan manusia yang tidak akan pernah didapati dalam syariat-syariat lainnya. Ini merupakan bukti bahwa Islam adalah agama yang sesuai pada semua tempat dan zaman.

Yang disyariatkan ketika seseorang menguap adalah menahan mulutnya dan menutupnya dengan rapat semampunya. Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda, “Menguap itu dari syaitan. Karena itu, jika kalian menguap hendaknya dia tahan semampunya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain, “Menguap ketika shalat itu dari syaitan. Apabila kalian menguap, tahanlah semampunya.” (HR. Turmudzi dan dia menilai hadis hasan shahih, sanadnya sesuai syarat shahih Muslim).

Dalam riwayat yang lain, “Sesunguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap. Apabila kalian menguap hendaknya ditahan semampunya, dan jangan sampai mengeluarkan suara haah.. haah.., karena dengan itu setan akan tertawa.” (HR. Abu Daud dengan sanad sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya Syaikh Sulaiman al-Majid menegaskan, “Dan kami tidak mengetahui adanya sunah yang mengajarkan zikir atau doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menguap. Adapun yang banyak tersebar menurut sebahagian ulama dan kebanyakan masyarakat, bahawa ketika menguap dianjurkan untuk membaca ta’awudz, berdalil dengan firman Allah, yang artinya: ‘Apabila setan mengganggumu maka mintalah perlindungan kepada Allah.’ Sementara Nabi s.a.w menyebut bahwa menguap itu dari syaitan. Pendalilan semacam ini, tidak pada tempatnya.

Beliau menyebutkan alasan, “Karena Nabi s.a.w yang mengabarkan kepada kita bahwa menguap itu dari syaitan, beliau tidak mengajarkan kepada kita (untuk membaca ta’awudz), selain perintah untuk menahan dan meletakkan tangan di mulut. Sehingga, andaikan ta’awudz (ketika menguap) disyariatkan, tentu Nabi s.a.w akan menyebutkannya.”

No comments:

Post a Comment