Thursday, January 30, 2014

PERANG ROHINGYA DAN MYANMAR

Perang antara Rohignya dan Myanmar adalah perang akhir zaman yang akan meluas ke India di mana di wilayah itu negara-negaranya adalah penyembah berhala seperti Hindu dan Buddha. Hal ini telah dijelaskan dalam nubuwah berikut ini.

Berbicara tentang perang akhir zaman tidak akan terlepas dari beberapa hadits yang menjelaskan akan terjadinya huru hara semesta. Perang antara kebenaran dan kebatilan akan memuncak di mana-mana. Saat itu umat manusia hanya dihadapkan pada dua pilihan, menjadi tentara Allah atau menjadi tentara syaitan. Tidak ada tawaran ketiga, hanya ada dua pihak dalam perang itu.

Salah satu fragmen peperangan akhir zaman yang sengit dan mendebarkan adalah peperangan antara umat Islam dengan kaum Al-Hind (Hindu) atau Buddha. Perang ini sangat dahsyat, banyak kesulitan dan rintangan yang dihadapi. Oleh karena itu, Rasulullah s.a.w menjanjikan bahawa pasukan jihad yang memerangi Al-Hind tidak akan disentuh oleh api neraka.

Beliau bersabda dalam hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i, “Ada dua kelompok dari umatku di mana Allah akan menyelamatkan mereka dari api neraka, kelompok yang memerangi Al-Hind dan kelompok yang berperang bersama Nabi Isa a.s.” Bilakah Saatnya?

Sebahagian ulama mengatakan bahawa peperangan melawan Al-Hind ini telah terjadi pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Namun, hadits di atas tidak menunjukkan pembatasan pada waktu tertentu. Artinya hadits di atas bersifat mutlak, bisa sudah atau belum terjadi. Ada juga ulama yang berpendapat bahawa perang melawan Al-Hind belum terjadi. Salah satunya Syaikh Hamud at-Tuwaijiri yang menegaskan dalam Ittihaful Ikhwan, 2/5, bahawa peperangan melawan Al-Hind, akan terjadi menjelang kiamat.

Ulama lain, Syaikh Muhammad Rafi’ menerangkan syarah hadits ini dalam ‘Alamaat Qiyamat aur Nuzul Masih halaman 58. Jihad pertama yang dilakukan di Al-Hind (India) terjadi pada abad pertama Hijriyah di bawah komando panglima Muhammad bin Qasim. Pada masa ini sebahagian kecil sahabat dan juga tabiin terlibat di dalamnya. Setelah itu, banyak jihad yang mensasarkan India. Ada sebuah pertanyaan, apakah keutamaan yang terdapat dalam hadits pembebasan India hanya berlaku bagi mereka, tidak bagi mujahidin di masa yang akan datang? Setelah merenungi hadits-hadits di atas, saya berkesimpulan, bahkan keutamaan itu terjadi di setiap masa. Tidak dibatasi oleh waktu.”

Jihad melawan Al-Hind ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam riwayat Ishaq bin Rahawaih disebutkan, ketika mendengar hadits keutamaan mujahidin yang memerangi Al-Hind, Abu Hurairah berkata, “Jika aku bisa bergabung dalam jihad itu, saya akan menjual semua milik saya, baru dan lama dan bergabung. Kemudian Allah memberi kita kemenangan setelah itu kita akan bebas bergabung dengan dan bertemu Masih (Isa) bin Maryam di Syam”.

Dari ungbila Abu Hurairah di atas, bisa disimpulkan bahawa perang melawan Al-Hind hampir bersamaan dengan kedatangan Isa bin Maryam. Hadits lain yang menegaskan bahawa peperangan ini akan terjadi menjelang kiamat yang diriwayatkan oleh Na’im bin Hammad dalam Kitabul Fitan halaman 252-253, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah bercerita tentang Al-Hind, diantara yang beliau sabdakan, “Sekelompok pasukan dari kalian akan memerangi Al-Hind, Allah memenangkan mereka, sehingga mereka mengikat raja Al-Hind dengan rantai. Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka (anggota pasukan itu). Ketika mereka akan kembali mereka akan bertemu dengan Isa bin Maryam di Syam.”

Hadits di atas menunjukkan kedekatan antara perang melawan Al-Hind dengan munculnya Nabi Isa. Jelas sudah bahawa peperangan yang dimaksud adalah perang akhir zaman. Hadits serupa juga ada dalam Musnad Ishaq bin Rahwiya Hadis 477 dan Kanzul Amal hadits 39719. Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah yang melakukan penelitian tentang hadits-hadits itu menyebutkan, hadits ini memiliki banyak jalur (syawahid) sehingga kelemahan riwayat tidak mengurai nilai hadits ini. Dengan demikian, secara tidak langsung hadits ini sahih. Wallahu alam.

No comments:

Post a Comment