Wednesday, July 27, 2016

HAKIKAT 7 HURUF HIJAIYYAH

Mana mungkin boleh melihat yang batin selagi yang zahir belum fana. Hakikat tujuh huruf Hijaiyyah yg tidak ada dalam surah Al-Fatihah berserta 7 neraka dan penghuninya. Hendaklah kita kenal huruf-huruf hijayyah yang Tidak ada didalam Al Fatihah, agar dapat meningkatkan keyakinan kita dalam beragama, dan untuk penyempurnaan dalam beribadah kpd Allah....

Dan huruf-hurufnya adalah seperti berikut : Thsa, Jim, Kha, Zai, Shim, Dza, dan Fa.

Thsa – yang mengandung tiga titik dengan maksud sabit bahwa tiada wujud sifat dan af’al yang lain melainkan wujud Allah, sifat Allah dan af’al Allah. Barang siapa yang menafikannya dan mengaku bahwa mereka yang wujud serta mengaku dirinya yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, dengan berkuasa mempunyai ikhtiar dan usaha mereka maka masuklah mereka ke pintu neraka yang pertama yaitu Neraka Thawiah.

Jim – dengan maksud Allah ta’ala menjadikan makhluk terutama jasad manusia beserta dgn hidupnya, adalah semata-mata bagi menyatakan sifat jalal dan jamal zatullah yg Maha Esa. Setitik pada Jim itu ibarat tandanya hidup yg ada pada diriNya, adalah nyata bagi kezahiran sifat kebesaran dan kesempurnaanNya. Bagi sesiapa yang tidak mengenal Allah yang tertakluk pada dirinya, maka terhimpunlah di dalam Neraka Jahannam.

Kha – yang diartikan khaliq atau Maha Pencipta. Allah ta’ala menzahirkan sifat-sifat hidupNya, tahuNya, kuasaNya dan kehendakNya yang tajalli kepada semua makhlukNya itu adalah semata-mata zatullah hendak menyatakan kekuasaanNya. Dia Maha Pencipta, dan kemudian tiba-tiba kita berkuasa pula dengan mempunyai ikhtiar dan usaha, dan mengaku kita yang hidup, tahu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat dan berkata-kata, maka masuklah mereka kedalam Neraka Khalidin.

Zai – yang diartikan zaka atau suci yaitu sifat-sifat hidup, tahu, berkuasa, berkehendak itu adalah sifat yang suci bagi zatullah, yang tidak boleh dinodai dengan kekotoran. Kemudian daripada sifat-sifat tersebut Allah menyatakan zakat, dan sifat rahmanNya pada diri manusia. Lantaran kita tidak dapat mengenaliNya dan mengaku segala amalan kita yang punya sehingga beramal karena pahala, bukan karena Allah,..maka masuklah mereka ke dalam neraka Zabaniyah..

Shim – yang diartikan syahadah atau alam kenyataan. Dengan maksud tiga titik itu ialah tanda ibarat zatullah hendak menyatakan wujudNya, sifatNya dan af’alNya yang ada pada langit, bumi dan di antara langit dan bumi, maka sekaliannya itu menjadi syahadah wajah zat wajibal wujud. Kemudian, barang siapa yang menafikannya atau tidak mengenal ‘alam syahadah’ dan tidak dapat bermusyahadah di dalamnya, masuklah mereka ke dalam neraka Syaqawah.

Dza – yang diartikan zahir,dengan maksud wujudNya, sifatNya, asmaNya dan af’alNya itu zahir, dapat dilihat menerusi ‘ainul basirah’ atau ‘haqqul basirah’ atau dengan hidup, tahu, berkuasa dan berkehendak yang ada pada diriNya. Kemudian, dengan sifat2 kemuliaan ini juga, maka zahirlah segala kekuasaanNya dan sifat keagunganNya di dalam alam ini. Barang siapa yang menafikan atau tidak mau mengenalNya, maka masuklah mereka ke dalam Neraka Dzulmah, yaitu senantiasa di dalam hal kegelapan.

Fa – yang diartikan dengan fana atau binasa, dengan maksud hendaklah diri kita sentiasa di dalam hal keadaan fana atau yang dikatakan ‘fana bisifatillah’ yaitu binasakan hidup kita di dalam hidup Allah, dengan ilmu, kehendak, kuasa, mendengar, melihat dan berkata-kata yang ada pada diri kita ini, binasakanlah ia di dalam ‘ilmullah, qudratullah, iradatullah, sam’ullah, basrullah dan kalamullah. Maka barang siapa yang tidak mengenal dan tidak dapat memfanakan dirinya sebagai mana yang telah diterang kan, masuklah mereka ke dalam Neraka Firqah, yaitu bercerai dirinya dengan Allah.

SebaHAgian ulama berpendapat bahwa mengenal Allah adalah mengenal diri. Dan oleh karna, diri kitalah yg utama yg menjadi dalil akan wujud Allah. Sebagai pengetahuan kita bersama, bahwa diri kita (jasad) dijadikan oleh Allah, asalnya dari alam yang tiada, kemudian diadakan dan ditiupkan pula rohullah ke dalamnya beserta dengan sifat hidupNya, ilmu, iradah, qudrah, samaq, basar dan qalamNya. Hikmahnya adalah semata-mata Allah hendak. menyatakan kekayaanNya, kemurahanNya dan kekuasaanNya.

No comments:

Post a Comment