Tuesday, January 12, 2016

LAHIRKAN SEMULA BAYI MAKNAWIMU SEBELUM MATIMU, ITULAH AMANAH ALLAH BAGIMU

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah SULTANUL atau QUTUBUL AULIA’ yakni Penghulu segala Wali wali Allah, maka wajarlah kita dalam mencari JALAN PULANG menjadikan beliau sebagai salah satu SUMBER rujukan dalam perjalanan kerohanian kita. Disini disertakan beberapa petikan dari kitab “SIRRUR ASRAR” karangan beliau. Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani menamakan kandungan itu sebagai TIFLUL MA’ANI atau BAYI MAKNAWI dan menjelaskan bahawa istilah itu merujuk kepada RUH SUCI didalam diri yang disebutnya sebagai RUH AL-QUDSI yang dilantik sebagai Khalifah Allah yang diamanah untuk membimbing kegelapan jasad kepada Allah sebelum dipanggil pulang, sebagai ujian bagi menyempurnakan janji yang pernah termeterai dengan Penciptanya. Inilah antara petikan-petikan tersebut:

1. Makhluk pertama yang diciptakan Allah (ditajallikan) adalah RUH MUHAMMAD diciptakan dari Cahaya JAMAL Allah.

2. Ruh Muhammad adalah RUH YANG TERMURNI sebagai makhluk pertama dan ASAL seluruh makhluk. Dari Ruh Muhammad itulah Allah menciptakan semua ruh2 di Alam LAHUT yakni NEGERI ASAL bagi seluruh manusia. Maka kita sebut kita ini sebagai UMAT MUHAMMAD.

3. Selanjutnya ruh-ruh (perhatikan bukan ruh tetapi ruh ruh) diturunkan ke Alam TERENDAH dimasukkan pada makhluk terendah yakni JASAD setelah membuat PENGAKUAN dihari PERJANJIAN dimana Allah bertanya “Alastu birabbikum” = Bukankah Aku ini Tuhanmu ? Ruh menjawab, Benar Engkaulah Tuhan kami.

4. Proses turunnya (ruh) adalah setelah ruh diciptakan di Alam LAHUT , maka diturunkan ke Alam JABARUT dan DIBALUT dengan CAHAYA JABARUT sebagai pakaian antara DUA HARAM disebut sebagai RUH SULTANI. Selanjutnya diturunkan lagi ke Alam MALAKUT dan dibalut dengan cahaya MALAKUT dinamakan sebagai RUH RUHANI. Kemudian diturunkan lagi ke Alam MULKI dan dibalut dengan CAHAYA Mulki dinamakan RUH JASMANI.

5. Untuk KEMBALI (jalan pulang) ke negeri asalnya (Alam LAHUT) manusia perlu beribadah, maksudnya ibadah disini adalah ibadah dengan Tauhid Hakiki yakni MAKRIFATULLAH. Makrifat hanya terwujud bila manusia dapat melihat indahnya sesuatu YANG TERPENDAM dan TERTUTUP didalam diri dan didalam RASA di LUBUK HATI disebut sebagai KANZAN MAKHFIYYAN = terpendam dan tertutup, firman Allah : “ Kuciptakan makhluk agar mereka MengenalKu”.

6. Alam Makrifat = Alam Lahut = Negeri Asal kita = Tempat Ruh Al-Qudsi = Bayi Yang Perlu Dilahirkan semula sebelum mati = AKU yang diberi hak-hak kepada DIA yakni Allah.

7. Yang dimaksudkan dengan Ruh Al-Qudsi adalah HAKIKAT MANUSIA yang disimpan di LUBUK HATI, Keberadaannya akan diketahui dan dicapai dengan MENGAMALKAN secara TERUS MENERUS Kalimah Syahadah “La Ilaha illa Allah”

8. Ahli tasauf menamakan Ruh Al-Qudsi dengan sebutan TIFLUL MAANI (bayi maknawi) kerana ia dari MA’NAWIYAH QUDSIYYAH.

Pemberian nama TIFLUL MAANI didasarkan kepada :

1. Ia lahir dari HATI seperti lahirnya bayi dari RAHIM ibu dan ia diurus dan dibesarkan hingga dewasa (dengan gerak rasa).-dipupuk dan di asuh oleh bapa rohani iaitu mursyid dan murobbi.

2. Bayi bersih dari segala kotoran dosa lahirriyah. Tiflul Maani juga bersih dari SYIRIK dan GHAFLAH (lupa kepada Allah).

3. Tiflul Ma’ani HALUS dan SUCI dan hanya bergantung kepada yang berupaya dalam mengupayakannya.

4. Ia BERWUJUD seperti RUPA MANUSIA (itu) juga kerana MANISnya bukan kerana kecilnya dan dilihat dari AWAL ADA-nya, ia adalah MANUSIA HAKIKI (yang sebenar-benarnya kita atau manusia = AKU) kerana Dialah YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN Allah. (jasad tak mampu berhubung dengan Allah secara langsung /terus-menerus).

5. Firman Allah melalui Hadith Qudsi : “AKU mempunyai waktu khusus dengan Allah, Malaikat terdekat , nabi dan rasul tidak akan memilikinya”. “Kamu sekalian akan melihat Tuhanmu seperti kamu melihat sinar bulan purnama”. Al-Quran: “Wajah wajah orang MUKMIN pada hari itu BERSER-SERI”. Yang dimaksudkan dengan MALAIKAT TERDEKAT = RUH RUHANI yang diciptakan di alam Jabarut. Bila segala sesuatu SELAIN RUH AL-QUDSI masuk ke Alam LAHUT maka pasti akan TERBAKAR hangus.

Dalil dari Hadis Qudsi yang lainnya :

1. ILMU BATIN adalah RAHSIA diantara RahsiaKu. Aku jadikan didalam HATI hamba hambaKu dan tidak ada MENEMPATINYA kecuali AKU.

2. Aku ini BERADA pada SANGKAAN hambaKu. Aku bersamanya ketika dia MENGINGAT-Ku. Bila dia mengingatKu pada HATI-nya, Aku pun mengingatnya pada Dzat-Ku.

No comments:

Post a Comment