Monday, March 7, 2016

ANTARA TAAT, YAKIN DAN MAKRIFATULLAH

Menurut Imam Al-Ghazali, ketaatan adalah menunaikan kewajiban-kewajiban Allah SWT, menjauhi larangan-larangan-Nya dan berdiri di batas-batas yang telah ditetapkan-Nya. Menurut beliau, sumber dari ketaatan adalah makrifatullah, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya, dan selalu bermuhasabah karena-Nya. Oleh sebab itu, jika seorang hamba tidak memiliki sama sekali sikap-sikap ini, maka dia tidak akan mungkin menemukan esensi keimanan. Sebab, ketaatan tidak dianggap sah kecuali setelah mengenal makrifatullah, beriman kepada kewujudan Allah, sebagai Sang Maha Pencipta dan Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, dimana tidak ada satu ilmu pun yang mampu mencakup atau menggambarkan-Nya, dan Dia tidak seperti apa pun. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Seorang Arab Badui pernah bertanya kepada Muhammad bin Ali bin Husein r.a.: “Apakah engkau melihat Allah SWT, ketika kau menyembah-Nya?” Beliau menjawab, “Aku tidak pernah menyembah kepada yang tidak dapat aku lihat”. “Bagaimana engkau melihat-Nya?” tanya orang Badui itu. Beliau menjawab, “Mata penglihatan tidak akan dapat melihat-Nya dalam persaksian nyata (real). Tetapi, mata batin dapat melihat-Nya dengan esensi iman. Dia tidak dapat ditemukan dengan panca indera, karena tidak serupa dengan manusia, tidak diketahui dengan berbagai tanda, tidak dapat digambarkan dengan berbagai alamat atau bentuk, dan itulah Allah, yang tidak ada tuhan selain Allah. Tuhan semesta alam, Tuhan bumi dan langit.”

Seorang arif pernah ditanya tentang ilmu batin. Dia berkata: “Ia merupakan satu dari banyak rahasia Allah SWT yang ditanamkan dalam hati mereka yang dikasihi-Nya, tanpa diketahui oleh malaikat atau manusia lainnya.” Ka’ab Al-Akhbar menuturkan, “Andaikan saja anak cucu Adam dapat mencapai keyakinan seberat sebutir biji saja dari keagungan Allah, pastilah mereka dapat berjalan di atas air dan angin.” Mahasuci Allah, Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Kasih. Semoga Allah membimbing kita untuk memasuki pintu-pintu makrifat-Nya. (Dikutip dari kitab Mukasyafatul-Qulub, karya Imam Al-Ghazali). 

No comments:

Post a Comment